19 Contoh Organisasi Internasional yang Diikuti Indonesia Beserta Penjelasannya
Apakah kamu tahu bahwa Indonesia mengikuti berbagai organisasi internasional? Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini.
19 Contoh Organisasi Internasional yang Diikuti Indonesia Beserta Penjelasannya – Membahas mengenai contoh organisasi internasional, mungkin hanya PBB dan ASEAN yang paling sering kita dengar.
Padahal, ada banyak sekali organisasi internasional yang didirikan oleh negara-negara di dunia sebagai bentuk nyata kerjasama antarnegara.
Bahkan, Indonesia juga terlibat aktif dalam kegiatan atau peran yang diusung tiap organisasi.
Apa saja contoh organisasi internasional yang diikuti oleh Indonesia?
Daftar Isi
- Apa yang Dimaksud Organisasi Internasional?
- Tujuan Organisasi Internasional
- Contoh Organisasi Internasional
- 1. Association of Southeast Asia Nation (ASEAN)
- 2. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
- 3. Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)
- 4. World Trade Organization (WTO)
- 5. International Monetary Fund (IMF)
- 6. World Bank (Bank Dunia)
- 7. Asian Development Bank(ADB)
- 8. Organization for Economic Cooperation and Development (OECD)
- 9. United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD)
- 10. International Trade Centre (ITC)
- 11. Food and Agriculture Organization (FAO)
- 12. International Organization for Standardization (ISO)
- 13. Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
- 14. United Nations Development Programme (UNDP)
- 15. United Nations Environment Programme (UNEP)
- 16. United Nations Industrial Development Organization (UNIDO)
- 17. World Intellectual Property Organization (WIPO)
- 18. International Labour Organization (ILO)
- 19. Codex Alimentarius (Codex)
- Penutup
Apa yang Dimaksud Organisasi Internasional?

Organisasi internasional atau lembaga antarnegara adalah badan yang terbentuk atas dasar kesukarelaan atau persamaan tujuan antara beberapa negara internasional.
Maksud dari dibentuknya organisasi ini adalah menciptakan perdamaian dalam hubungan internasional dan mengupayakan tujuan bersama yang terkait dengan kepentingan berbagai bangsa dan negara.
Organisasi internasional juga memiliki peran signifikan dalam mencegah konflik antara negara-negara anggota, sekaligus menyediakan wadah untuk perundingan dan pengambilan keputusan yang saling menguntungkan.
Tujuan Organisasi Internasional
Organisasi internasional dibentuk dengan beberapa tujuan utama yang mencerminkan keinginan bersama negara-negara anggotanya.
Beberapa tujuan umumnya meliputi:
1. Menciptakan Perdamaian dan Keamanan
Organisasi internasional sering kali didirikan dengan tujuan mendasar untuk menciptakan perdamaian dan keamanan di tingkat internasional.
Mencakup upaya pencegahan konflik, mediasi sengketa, dan penanganan krisis untuk meminimalkan potensi konflik antara negara-negara anggota.
2. Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan
Banyak organisasi internasional bertujuan untuk mendorong kerjasama ekonomi dan pembangunan di antara negara-negara anggotanya.
Tujuannya adalah untuk promosi perdagangan bebas, pengembangan proyek-proyek infrastruktur, dan pembagian sumber daya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
3. Perlindungan HAM dan Kesejahteraan Sosial
Organisasi internasional sering kali memiliki tujuan untuk melindungi hak asasi manusia (HAM) dan meningkatkan kesejahteraan sosial.
Termasuk upaya untuk mengatasi kemiskinan, ketidaksetaraan, dan diskriminasi di tingkat global.
4. Konservasi Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan
Beberapa organisasi internasional didirikan dengan fokus pada perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Tujuan ini melibatkan kerja sama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, mengatasi perubahan iklim, dan mempromosikan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.
5. Penyelenggaraan Hukum Internasional
Organisasi internasional sering bertugas untuk menyelenggarakan dan mengembangkan hukum internasional.
Hal ini mencakup pembuatan perjanjian internasional, penanganan sengketa antarnegara, dan promosi kepatuhan terhadap norma-norma hukum internasional.
6. Kesehatan dan Pengendalian Penyakit
Organisasi internasional berfokus khusus pada kesehatan global dan pengendalian penyakit.
Seperti upaya bersama untuk mengatasi pandemi, meningkatkan akses ke layanan kesehatan, dan mengampanyekan kesehatan masyarakat.
7. Pengembangan Teknologi dan Inovasi
Organisasi internasional dibentuk dengan tujuan mempromosikan pengembangan teknologi dan inovasi di tingkat global.
Hal ini mencakup pertukaran pengetahuan, pengembangan standar internasional, dan kolaborasi dalam penelitian dan pengembangan.
Contoh Organisasi Internasional
Lebih dari 300 organisasi internasional yang dibentuk dan didirikan oleh negara-negara di dunia untuk menciptakan tujuan bersama.
Organisasi-organisasi internasional ini memiliki peran masing-masing sesuai dengan tujuan bidang yang ingin dicapai.
Di bawah ini adalah beberapa contoh organisasi internasional yang pernah dan masih melibatkan Indonesia sebagai anggota di dalamnya.
1. Association of Southeast Asia Nation (ASEAN)

ASEAN adalah contoh organisasi internasional antarpemerintahan regional yang terdiri dari sepuluh negara di Asia Tenggara.
Di antaranya Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja.
Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand adalah 5 negara besar yang berperan penting dalam mendirikan ASEAN pada 8 Agustus 1967.
ASEAN bertujuan untuk mempromosikan kerjasama regional, pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan budaya antaranggota negara.
2. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

PBB atau United Nations didirikan pada 1945 dan memiliki tujuan mempromosikan perdamaian, kerjasama ekonomi, dan penyelesaian masalah global.
Terdiri dari 193 negara anggota, PBB bekerja melalui badan-badan seperti Majelis Umum dan Dewan Keamanan untuk mencapai tujuannya.
PBB juga terlibat dalam isu-isu kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia.
Pada 28 September 1950, Indonesia pertama kali resmi bergabung menjadi anggota ke 60. Saat ini, terdapat 193 negara anggota PBB yang mencakup sebagian besar negara di dunia.
Tiap negara anggota memiliki hak suara yang setara dalam Majelis Umum, dan beberapa negara memiliki peran lebih besar dalam Dewan Keamanan.
3. Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)

APEC atau Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik adalah contoh organisasi internasional berupa forum bagi 21 ekonomi anggota di sepanjang wilayah Asia-Pasifik.
APEC bertujuan untuk mempromosikan perdagangan bebas dan kerjasama ekonomi antaranggota. Berfokus pada mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kemakmuran.
Anggota APEC meliputi Australia, Brunei, Kanada, Chili, China, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Papua Nugini, Peru, Filipina, Rusia, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam.
Bertempat di Acapulco, Meksiko, Indonesia resmi menandatangani keikutsertaan skema Kartu Perjalanan Pebisnis APEC untuk mengkomodir pebisnis pada 15 Agustus 2002.
Kesepakatan bersama mengenai Tujuan Bogor menjadi pencapaian terbesar Indonesia di APEC.
Tujuan Bogor (Bogor Goals) bertujuan untuk liberalisasi perdagangan dan investasi sepenuhnya pada tahun 2010 untuk ekonomi maju, dan pada tahun 2020 untuk ekonomi yang sedang berkembang.
4. World Trade Organization (WTO)

Contoh organisasi internasional yang sudah diikuti oleh Indonesia sejak tahun 1995 adalah WTO.
Sebagai organisasi internasional yang berurusan dengan aturan perdagangan antarnegara, WTO memberikan kerangka kerja untuk perundingan perjanjian perdagangan dan proses penyelesaian sengketa.
Pada saat pembaruan pada Januari 2022, terdapat 164 negara anggota WTO.
Anggotanya meliputi Amerika Serikat, China, negara-negara anggota Uni Eropa, India, Brasil, dan banyak lainnya.
5. International Monetary Fund (IMF)

IMF adalah lembaga keuangan internasional yang didirikan untuk mempromosikan kerjasama moneter internasional dan stabilitas nilai tukar.
IMF juga menjamin pertumbuhan perdagangan internasional yang seimbang dan stabilitas ekonomi di seluruh dunia.
Sebanyak 190 negara telah bergabung menjadi anggota IMF termasuk Amerika Serikat, China, dan negara-negara Uni Eropa lainnya.
Sedangkan Indonesia baru menjadi anggota ke 56 pada tahun 1954, walaupun mengalami proses keluar masuk di tahun 1965 dan 1967.
Indonesia sendiri melakukan pinjaman ke IMF pertama kalinya sebagai upaya menangani krisis pada tahun 1998.
6. World Bank (Bank Dunia)

Bank Dunia merupakan organisasi keuangan internasional yang bertujuan memberikan dukungan keuangan dan teknis kepada negara-negara berkembang untuk melaksanakan proyek pembangunan.
Sebagai salah satu contoh organisasi internasional, Bank Dunia terdiri dari dua lembaga Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (IBRD), dan Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA).
Saat ini Bank Dunia memiliki 189 negara anggota yang memiliki kemiripan dengan IMF yang termasuk negara dengan ekonomi besar dan negara-negara berkembang.
15 April 1954 menjadi momentum yang penting ketika Indonesia memilih untuk bergabung dengan Bank Dunia.
Indonesia menarik diri pada 17 Agustus 1965 dikarenakan kondisi politik saat itu. Namun, kembali bergabung kembali di tahun 1967 bersamaan dengan kembalinya Indonesia ke IMF.
7. Asian Development Bank(ADB)

ADB adalah lembaga keuangan internasional yang berfokus pada pembangunan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di wilayah Asia dan Pasifik.
Didirikan pada 1966 oleh negara-negara Asia, salah satunya Indonesia, untuk memberikan bantuan ekonomi bagi negara-negara Asia yang membutuhkan.
ADB memiliki keanggotaan yang terdiri dari 68 negara, mencakup tidak hanya negara-negara di wilayah Asia, tetapi juga beberapa negara di luar wilayah tersebut, seperti di Eropa dan Amerika Latin.
Beberapa anggota ADB meliputi Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah negara Asia Tenggara.
8. Organization for Economic Cooperation and Development (OECD)

OECD adalah contoh organisasi internasional yang bertujuan untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan taraf hidup di antara negara-negara anggotanya.
OECD memiliki 38 negara anggota, yang meliputi sebagian besar negara maju di dunia.
Anggotanya mencakup Amerika Serikat, Kanada, negara-negara Uni Eropa, Australia, Jepang, dan Korea Selatan.
Walaupun Indonesia tidak menjadi anggota penuh OECD, pada tahun 2007 Indonesia diakui sebagai mitra kunci untuk berkolaborasi dalam berbagai inisiatif dan forum OECD.
9. United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD)

UNCTAD bertujuan untuk mempromosikan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di negara-negara berkembang.
Fokus UNCTAD termasuk pada masalah perdagangan internasional, investasi, dan pengembangan teknologi.
Berdiri pada tahun 1964, anggota UNCTAD terdiri dari seluruh negara anggota PBB yang kini berjumlah 193 negara.
Indonesia berpartisipasi aktif dalam UNCTAD untuk memperjuangkan kepentingan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Indonesia juga terlibat dalam perundingan perdagangan internasional, investasi, dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi antaranggota.
10. International Trade Centre (ITC)

Contoh organisasi internasional lainnya adalah International Trade Centre atau ITC.
ITC adalah lembaga gabungan antara WTO dan UNCTAD yang fokus pada masalah perdagangan internasional.
ITC membantu negara-negara berkembang meningkatkan kapasitas mereka dalam berdagang dan berinvestasi secara berkelanjutan.
Anggotanya mencakup 171 negara, termasuk banyak negara berkembang di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.
Indonesia terlibat dalam kegiatan ITC untuk meningkatkan kapasitas perdagangan internasionalnya, termasuk pengembangan kapasitas sektor ekspor dan peningkatan akses pasar.
11. Food and Agriculture Organization (FAO)

FAO adalah salah satu badan dari PBB yang berfokus pada ketahanan pangan, pertanian, dan pengembangan pedesaan.
FAO memiliki 193 negara anggota, termasuk hampir semua negara di dunia.
Anggotanya bekerja sama untuk mengatasi masalah pangan global, meningkatkan produksi pertanian, dan mengurangi kelaparan.
Sebagai anggota FAO, Indonesia juga berpartisipasi dalam inisiatif global untuk mencapai ketahanan pangan, mendukung pertanian berkelanjutan, dan mengatasi masalah kelaparan.
12. International Organization for Standardization (ISO)

ISO adalah contoh organisasi internasional yang mengembangkan dan menerbitkan standar internasional untuk memastikan kualitas, keamanan, dan efisiensi produk dan layanan.
ISO memiliki anggota dari lebih dari 160 negara. Anggotanya termasuk berbagai negara dari berbagai belahan dunia, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, Jepang, dan Brasil.
Diwakili oleh Yayasan Dana Normalisasi Indonesia (YDNI), Indonesia menyatakan bergabung dengan ISO pada tahun 1995.
13. Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)

OPEC adalah organisasi antarnegara yang terdiri dari negara-negara produsen minyak.
Tujuan OPEC mengoordinasikan kebijakan minyak untuk menjaga stabilitas harga minyak dunia.
Anggota OPEC termasuk beberapa negara produsen minyak terbesar, seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Venezuela.
Indonesia adalah mantan anggota salah satu contoh organisasi internasional ini sejak tahun 1962.
Namun, Indonesia mengundurkan diri dari OPEC pada tahun 2008 karena tidak lagi menjadi pengekspor minyak bersih yang signifikan.
Walau begitu Indonesia tetap menjalin kerjasama dengan OPEC dalam beberapa proyek energi.
14. United Nations Development Programme (UNDP)

UNDP adalah bagian PBB yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesehatan dan pendidikan, dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia.
Salah satu contoh organisasi internasional ini bekerja sama dengan pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan sektor swasta.
Seluruh negara anggota PBB merupakan mitra UNDP. Indonesia merupakan mitra UNDP dalam berbagai proyek pembangunan.
UNDP bekerja sama dengan Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memajukan pembangunan berkelanjutan, dan mengatasi tantangan pembangunan di berbagai sektor.
15. United Nations Environment Programme (UNEP)

UNEP adalah dalah satu badan PBB yang fokus pada isu-isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Didirikan pada 5 Juni 1972 di Nairobi, Kenya, UNEP bertujuan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas lingkungan dunia.
Sebagaimana UNDP, seluruh negara anggota PPB merupakan anggota UNEP.
Indonesia sendiri berperan aktif dalam upaya global untuk pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui partisipasinya di UNEP.
16. United Nations Industrial Development Organization (UNIDO)

Dibentuk pada 17 November 1966, UNIDO adalah lembaga PBB yang berfokus pada isu-industri dan pengembangan ekonomi.
UNIDO bekerja untuk meningkatkan keberlanjutan ekonomi, khususnya di negara-negara berkembang.
Pada tahun 1967, Indonesia menjadi anggota UNIDO. Melalui keterlibatannya dengan UNIDO, Indonesia menerima dukungan dalam bentuk berbagai proyek kerjasama teknis.
Fokus utamanya melibatkan peningkatan kemampuan teknologi industri, perbaikan kualitas lingkungan, upaya pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
17. World Intellectual Property Organization (WIPO)

Indonesia bergabung dengan salah satu contoh organisasi internasional ini di tahun 1979.
Bahkan sejak 2017, Indonesia menjadi koordinator negara-negara Asia Pasipik di seliruh komite WIPO.
WIPO adalah lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berfokus pada perlindungan dan pengelolaan hak kekayaan intelektual (HKI) di tingkat global yang dibentuk di tahun 1967.
Anggota WIPO melibatkan negara-negara yang bersedia untuk bekerja sama dalam pengembangan dan penerapan sistem HKI.
Pada Januari 2022, WIPO memiliki 193 negara anggota.
18. International Labour Organization (ILO)

ILO adalah sebuah lembaga PBB yang berfokus pada isu ketenagakerjaan dan norma-norma buruh.
Tujuannya adalah mempromosikan pekerjaan yang layak, hak-hak pekerja, dan perlindungan sosial.
Indonesia bergabung dengan ILO tahun 1950 dan telah berperan aktif sebagai anggota deputi Dewan Pengurus ILO pada periode 2011-2014, 2014-2017, dan 2017-2021.
Sebagai anggota tetap Dewan Pengurus ILO periode 2021-2024, Indonesia memiliki hak suara dalam pemilihan Direktur Jenderal ILO untuk periode 2022-2027.
19. Codex Alimentarius (Codex)

Codex adalah komisi internasional yang dibentuk oleh FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian) dan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia).
Fokusnya adalah mengembangkan standar pangan internasional dan pedoman untuk memastikan keamanan dan kualitas pangan.
Anggota Codex melibatkan negara-negara yang aktif dalam perdagangan internasional dan berkepentingan dalam memastikan keamanan pangan global.
Pada Januari 2022 terdapat 188 negara anggota, termasuk Indonesia yang bergabung di 1971, dan satu anggota organisasi yakni Uni Eropa.
Penutup
Itulah tadi beberapa contoh organisasi internasional yang juga diikuti oleh Indonesia sebagai negara yang mendukung hubungan internasional.
Perlu diingat bahwa anggota dari contoh-contoh organisasi internasional di atas bisa saja terus berubah, sesuai dengan keputusan negara masing-masing.
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya




