Contoh-contoh Paragraf Persuasi Singkat, Ciri-ciri dan Strukturnya Lengkap
Seperti namanya, paragraf persuasi memuat ajakan, himbauan, atau pun motivasi agar pembaca tergerak melakukan apa pun yang diminta penulis.
Paragraf persuasi advertensi/iklan
Terlihat jelas dari namanya, paragraf persuasi advertensi adalah paragraf yang dipergunakan dalam dunia periklanan.
Tujuan penulisannya adalah agar pembaca membeli barang ataupun jasa yang dijual dari si pembuat iklan.
Demikianlah jenis paragraf persuasi yang terdiri dari paragraf persuasi pendidikan, politik, propaganda, dan advertensi/iklan. Masing-masing digunakan dalam bidang terkait dengan namanya.
Ciri-ciri paragraf persuasi
Agar kamu bisa mengenali apa satu paragraf merupakan paragraf persuasi atau bukan, kamu perlu tahu ciri-ciri umumnya. Berikut ini struktur paragraf persuasi:
- Memuat ajakan. Ciri pertama dari contoh paragraf persuasi singkat adalah adanya himbauan atau ajakan dalam paragraf.
- Bahasa yang to the point. Tidak perlu bertele-tele, itulah salah satu ciri dari paragraf persuasi.
- Adanya data. Data berguna untuk menguatkan fakta yang disebutkan. Dengan adanya data, pembaca akan lebih percaya. Data berupa angka akan semakin menaikan tingkat kepercayaan pembaca.
- Terdapat kata-kata ajakan. Jauh lebih dalam bila diteliti setiap kalimatnya akan ditemukan kata-kata ajakan yang umum dipakai seperti “ayo”, “lakukan”, “mari”, “yuk”.
Bila sudah hafal ciri-ciri dari paragraf persuasi, maka kamu akan dengan mudah menentukan bahwa memang satu paragraf itu persuasi atau bukan.
Paragraf persuasi memuat ajakan, bahasa yang dipakai lugas, terdapat data, dan memuat kata-kata ajakan.
Tidak sembarang orang bisa menulis paragraf persuasi. Orang yang menulis paragraf persuasi setidaknya memiliki hal-hal berikut ini:
- Penulis memiliki kecerdasan emosi yang baik. Dalam hal ini penulis peka terhadap perasaan atau emosi dari pembaca saat membaca paragraf yang telah ditulisnya.
- Penulis memahami topik yang sedang dibicarakan. Hal ini dapat dilihat dari diksi, struktur bahasa, dan juga gaya bahasa yang digunakan penulis.
- Penulis mampu memberi bukti akan fakta yang ditulisnya.
Melihat dari syarat di atas memang kiranya kita tidak bisa sembarangan mendelegasikan pekerjaan menulis paragraf persuasi.
Paragraf persuasi ada baiknya memang disusun hanya oleh orang yang paham topiknya, mampu memberi bukti, dan memiliki kepekaan emosi yang baik.
Halaman:


