Advertisement
Source : freepik.com/freepik

Contoh Pemanfaatan Statistika Inferensial beserta Penjelasan dan Rumusnya

Statistika inferensial dapat digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari penelitian ilmiah hingga bisnis. Simak penjelasannya di sini!

13 Agustus 2024 Asrul A

Dalam proses pengambilan sampel secara acak, peneliti dapat melakukannya dalam beberapa cara untuk memastikan bahwa setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih. Berikut beberapa metode yang umumnya sering digunakan dalam pengambilan sampel secara acak, yaitu:

  • Metode undian adalah cara umum dan paling sering digunakan dalam pengambilan sampel secara acak. Caranya dengan anggota populasi diberikan nomor undian, kemudian nomor tersebut dimasukkan dalam sebuah wadah. Peneliti kemudian akan secara acak menarik sejumlah nomor untuk memilih sampel.
  • Selain undian, peneliti juga bisa melakukan pengambilan sampel acak dengan membuat tabel bilangan acak. Pada metode ini, peneliti dapat menggunakan tabel yang berisi deretan angka yang dihasilkan secara acak. Setiap angka dalam tabel tersebut memiliki peluang yang sama untuk muncul, sehingga memastikan bahwa proses pemilihan sampel benar-benar acak.
10 Negara dengan Jumlah Populasi Penduduk Terbanyak di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?

Jenis-jenis Statistika Inferensial

Ada dua kategori jenis dari statistika inferensial yaitu pengujian hipotesis dan analisis regresi. Berikut penjelasannya:

Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis adalah metode yang digunakan ketika peneliti ingin menguji asumsi atau dugaan tentang populasi berdasarkan data sampel yang tersedia. Proses ini melibatkan dua jenis hipotesis yaitu:

  • Hipotesis Nol (H0) hipotesis ini adalah hipotesis awal yang biasanya menyatakan bahwa tidak ada perbedaan atau efek.
  • Hipotesis Alternatif (H1) adalah hipotesis yang ingin kita uji, yang biasanya menyatakan adanya perbedaan atau efek.

Selanjutnya, yaitu dilakukan uji statistik untuk menentukan apakah hasil dari sampel mendukung hipotesis alternatif atau tidak. Berikut adalah beberapa uji hipotesis yang umumnya digunakan yaitu :

Uji Z

Uji Z digunakan ketika data mengikuti distribusi normal dan ukuran sampel lebih besar dari 30. Uji ini berguna untuk menguji apakah rata-rata sampel sama dengan rata-rata populasi ketika varians populasi telah diketahui.

Uji z dilakukan dengan rumus: 

Keterangan: 

adalah rata-rata sampel

adalah rata-rata dari populasi

adalah deviasi standar populasi.

adalah ukuran sampel

Uji T

Uji T digunakan ketika data mengikuti distribusi t dan ukuran sampel kurang dari 30. Uji ini berguna untuk membandingkan rata-rata sampel dengan rata-rata populasi ketika varians populasi tidak diketahui.

Uji t dilakukan dengan rumus: 

Keterangan : 

adalah rata-rata sampel

adalah rata-rata dari populasi

adalah deviasi standar sampel

adalah ukuran sampel

Uji F

Uji F digunakan untuk memeriksa perbedaan varians antara dua sampel atau populasi.

Uji f dilakukan dengan rumus: 

Keterangan: 

adalah varians dari populasi pertama

adalah varians populasi kedua

Halaman:

Advertisement