14 Contoh Penanganan Pengolahan Limbah B3 dan Non B3 yang Benar

Ada perbedaan dalam penanganan limbah B3 dan non B3, lho. Apa saja perbedaannya? SImak penjelasannya berikut ini.

18 Januari 2024 Zakiyah

14 Contoh Penanganan Pengolahan Limbah B3 dan Non B3 yang Benar – Jika limbah tidak ditangani dengan benar, maka akan menimbulkan masalah.

Apalagi jika limbah tersebut adalah limbah B3. Lalu, bagaimana cara menangani limbah dengan benar?

Yuk, simak pengertian hingga contoh penanganan limbah B3 dan non B3 dari Mamikos berikut ini sampai akhir!

Pengertian Limbah B3

Contoh Penanganan Pengolahan limbah B3 dan Non B3
Pixabay/@mostafa_meraji

Limbah B3 atau Limbah Berbahaya dan Beracun merujuk pada jenis limbah yang mengandung bahan-bahan yang dapat menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. 

Kriteria limbah B3 mencakup sifat-sifat tertentu yang dapat menyebabkan dampak merugikan, seperti toksisitas, reaktivitas, kecenderungan korosif, dan kemampuan untuk menyebabkan kerusakan ekosistem. 

Limbah B3 dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk industri, rumah tangga, dan kegiatan medis. 

Penanganan limbah B3 memerlukan pendekatan yang hati-hati dan terstruktur untuk mencegah pencemaran lingkungan dan melindungi kesehatan manusia.

Limbah B3 dapat mencakup senyawa-senyawa berbahaya seperti logam berat, pestisida, bahan kimia organik sintetis, limbah beracun, dan zat-zat berbahaya lainnya. 

Pada umumnya, limbah B3 dihasilkan sebagai produk samping dari proses industri atau kegiatan manusia lainnya yang melibatkan penggunaan bahan-bahan berbahaya. 

Contoh limbah B3 meliputi limbah dari industri kimia, limbah elektronik, limbah medis yang mengandung bahan berbahaya, dan limbah dari proses pertambangan.

Penting untuk memahami bahwa limbah B3 dapat memiliki dampak yang jauh lebih serius dibandingkan dengan limbah konvensional, oleh karena itu, penanganannya harus sesuai dengan regulasi dan standar yang ketat. 

Negara-negara umumnya memiliki peraturan khusus yang mengatur identifikasi, pengumpulan, transportasi, pengelolaan, dan pembuangan limbah B3. 

Penanganan limbah B3 juga melibatkan upaya untuk mendaur ulang atau meminimalkan pembentukan limbah berbahaya guna mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan. 

Limbah B3 menjadi fokus utama dalam upaya global untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan perlindungan lingkungan yang lebih baik.

Perbedaan Limbah B3 dan Non B3

Kamu juga harus memahami perbedaan antara limbah B3 (Berbahaya dan Beracun) dan limbah non-B3 sebelum belajar tentang penanganan limbah. 

Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara kedua jenis limbah tersebut:

1. Sifat dan Komposisi

Limbah B3: Limbah B3 memiliki sifat-sifat tertentu yang dapat menyebabkan risiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Ini dapat mencakup bahan-bahan berbahaya seperti logam berat, senyawa organik toksik, pestisida, bahan kimia korosif, dan bahan-bahan beracun lainnya.

Limbah non-B3: Limbah non-B3 mencakup berbagai jenis limbah yang tidak memenuhi kriteria limbah berbahaya dan beracun.

Ini bisa termasuk limbah domestik, limbah industri yang tidak mengandung zat berbahaya secara signifikan, dan limbah dari kegiatan sehari-hari.

Close