20 Contoh Penerapan Nanoteknologi di Berbagai Bidang dan Penjelasannya
Nanoteknologi merupakan cabang ilmu kimia dan teknologi yang perkembangannya berdampak positif bagi manusia. Simak contoh penerapan nanoteknologi di berbagai bidang lewat uraian berikut, ya!
2. Cat
Ditambahkannya nanopartikel pada cat meningkatkan kemampuan insulasi serta ketahanan suatu logam yang dilapisi cat dari korosi.
Sifat hidrofobik cat ini menolak air sehingga dapat digunakan untuk melapisi pipa dari bahan logam serta tetap tahan meski tersiram air garam.
Penggunaan nanopartikel dalam cat juga menyebabkan berat cat ini lebih ringan sehingga bisa digunakan untuk melapisi cat pesawat terbang.
Dari segi berat, jumlah, ketahanan bahkan biaya, cat dengan nanopartikel ini bukan hanya menguntungkan untuk perusahaan atau konsumen tapi juga lingkungan.
Contoh Penerapan Nanoteknologi di Bidang Lingkungan
Selaras dengan tujuannya yang dimaksudkan untuk menemukan solusi dari masalah lingkungan, berikut contoh penerapan nanoteknologi di bidang lingkungan!
1. Dekontaminasi Air Tanah
Kita bisa mendapatkan air yang layak digunakan dari air yang sudah terkontaminasi dengan cara dekontaminasi menggunakan nanopartikel.
Caranya yaitu, nanopartikel akan disuntikkan pada lokasi yang diinginkan. Kemudian, nanopartikel akan terbawa sepanjang aliran air tanah dan mendekontaminasi air dengan cara melumpuhkan kontaminan.
Pada saat terjadinya proses dekontaminasi ini, reaksi kimia yang terlibat di dalamnya merupakan reaksi redoks.
2. Membersihkan Tumpahan Minyak
Limbah minyak di laut menjadi isu lingkungan serius di dunia karena dapat menyebar dengan cepat dan jarak yang jauh.
Nanopartikel juga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan tumpahan minyak karena terbukti menjadi metode yang paling efektif jika menggunakan cara konvensional.
Contoh Penerapan Nanoteknologi di Bidang Energi
Nanoteknologi juga bisa kita rasakan manfaatnya di bidang energi. Beberapa penerapannya di bidang energi antara lain:
1. Baterai
Kita bisa menyimpan energi dalam sebuah baterai. Baterai konvensional yang berstruktur seperti busa (aerogel) belakangan telah mengalami modifikasi menjadi baterai dengan nanoteknologi.
Baterai yang dikembangkan dengan nanoteknologi terbuat dari nikel nanokristalin dan hidrida logam dengan luas permukaan yang besar sehingga memerlukan lebih sedikit pengisian ulang karena dapat bertahan lebih lama.
2. Sel Surya
Hingga saat ini masih diujikan penelitian secara ekstensif terhadap nanopartikel untuk energy terbarukan.
Penyerapan cahaya dan UV yang lebih tinggi dengan lapisan refleksi sangat rendah pada sel surya telah meningkatkan efisiensinya secara signifikan.
Konduktivitas termal yang tinggi serta kapasitas penyerapan panas dari nanopartikel tertentu digunakan untuk melapisi boiler dan konsentrator surya guna meningkatkan efisiensi termalnya.

