Advertisement
Source : Canva/@Vertigo3d

Contoh Perhitungan Nisbah Bagi Hasil Bank Syariah di Indonesia beserta Rumusnya

Apakah kamu sudah bisa menghitung nisbah bagi hasil pada bank syariah? Yuk, Mamikos berikan contoh yang mudah dipahami!

7 Agustus 2024 Lintang Filia

Jenis Akad Nisbah Bagi Hasil Bank Syariah

Nisbah bagi hasil bank syariah dalam implementasinya dibagi dalam dua jenis berdasarkan pembagian untung dan rugi, yaitu mudharabah dan musyarakah. Agar lebih jelas, simak penjelasan Mamikos tentang nisbah mudharabah dan musyarakah di bawah ini.

Mudharabah

Mudharabah adalah bentuk kontrak kerjasama antara pemilik modal (shahibul mal) dan pengelola usaha (mudharib) di bank syariah.

Keuntungan dari kontrak ini dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati, sementara kerugian ditanggung oleh pemilik modal kecuali jika kerugian tersebut disebabkan oleh kelalaian atau pelanggaran mudharib.

Akad mudharabah masih terbagi lagi menjadi mudharabah mutlawah dan mudharabah muqayyah, yaitu:

1. Mudharabah Mutlaqah (Tidak Terbatas)

Mudharabah Mutlaqah adalah jenis mudharabah di mana pemilik modal memberikan kebebasan penuh kepada pengelola usaha dalam mengelola dana yang diberikan tanpa batasan spesifik.

Pengelola usaha memiliki wewenang penuh untuk membuat keputusan terkait investasi atau usaha selama masih dalam kerangka hukum syariah.

2. Mudharabah Muqayyadah (Terbatas)

Mudharabah Muqayyadah adalah jenis mudharabah di mana pemilik modal memberikan batasan-batasan spesifik kepada pengelola usaha mengenai penggunaan dana yang diberikan.

Batasan ini bisa berupa jenis usaha, lokasi, metode, atau proyek tertentu di mana dana harus diinvestasikan.

Musyarakah

Sedangkan musyarakah adalah kontrak kerjasama di mana semua pihak memberikan kontribusi modal dan sama-sama mengelola usaha. Keuntungan dan kerugian dalam akad musyarakah akan dibagi sesuai dengan porsi kontribusi masing-masing.

Rumus Perhitungan Nisbah Bagi Hasil Bank Syariah

Rumus untuk menghitung bagi hasil ini bergantung pada nisbah yang telah disepakati sebelumnya antara kedua belah pihak.

Berikut adalah rumus-rumus dasar untuk menghitung nisbah bagi hasil perbankan syariah:

Rumus Simpel untuk Nisbah Bagi Hasil

1. Total Keuntungan : Jumlah keuntungan yang diperoleh.

2. Nisbah: Rasio pembagian keuntungan, misalnya 70:30 (70% untuk nasabah dan 30% untuk bank).

Cara Menghitung

1. Bagian Keuntungan Nasabah:

Keuntungan Nasabah = \left(\frac{\text{Nisbah Nasabah}}{\text{Total Nisbah}}\right) x Total Keuntungan

2. Bagian Keuntungan Bank:

Keuntungan Bank = \left(\frac{\text{Nisbah Bank}}{\text{Total Nisbah}}\right) x Total Keuntungan

3 Macam Lembaga Keuangan Bank beserta Fungsi, Tujuan, dan Manfaatnya

Contoh Perhitungan Nisbah Bagi Hasil Bank Syariah

Misalkan total keuntungan  adalah Rp 100.000 dan nisbah bagi hasil adalah 70:30.

1. Bagian Keuntungan Nasabah:

Keuntungan Nasabah = \left(\frac{70}{100}\right) x 100.000 = 70.000

2. Bagian Keuntungan Bank:

Keuntungan Bank = \left(\frac{30}{100}\right) x 100.000 = 30.000

Jadi, jika total keuntungan Rp 100.000, nasabah mendapatkan Rp 70.000 dan bank mendapatkan Rp 30.000.

Halaman:

Advertisement