6 Contoh Reaksi Eksoterm dan Endoterm Kehidupan Sehari-hari beserta Pengertiannya
Temukan berbagai contoh peristiwa eksoterm dan endoterm yang terjadi di tengah kehidupan sehari-hari.
FAQ
Fotosintesis adalah contoh reaksi endoterm karena memerlukan energi dari luar untuk berlangsung.
Fotosintesis terjadi ketika tumbuhan, alga, dan beberapa bakteri menggunakan energi cahaya matahari untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa (C₆H₁₂O₆) serta oksigen. Energi yang dibutuhkan untuk fotosintesis berasal dari sinar matahari, yang diserap oleh pigmen klorofil di dalam kloroplas sel tumbuhan. Energi kalor atau panas yang diserap tersebut kemudian digunakan untuk memutuskan ikatan dalam molekul air dan karbon dioksida. Mengingat energi harus diserap dari lingkungan atau dari luar sistem atau obyek (dalam hal ini, dari sinar matahari), fotosintesis akhirnya dikategorikan sebagai reaksi endoterm.
Eksoterm merupakan istilah dari bahasa Yunani yang tersusun dari ekspos (luar) dengan term (panas atau kalor). Sehingga eksoterm bisa diartikan sebagai sebuah reaksi kimia yang mengalirkan kalor atau panas ke luar objek atau sistem. Reaksi eksoterm bisa terjadi akibat transformasi kalor atau panas dari suatu sistem ke dalam lingkungan yang mengakibatkan lingkungannya menjadi panas.
Istilah endoterm juga bersumber dari Yunani, endo berarti dalam dan term yang artinya panas atau kalor. Pengertian endoterm adalah kebalikan dari eksoterm. Endoterm berarti sebuah reaksi kimia mengalirnya kalor atau panas dari luar ke dalam objek atau sistem, pendeknya sistem atau objek menyerap kalor.
Pembentukan es juga termasuk contoh reaksi eksoterm. Sebab, energi dilepaskan ke lingkungan seiring air berubah dari fase cair menjadi padat. Pada suhu 0°C atau lebih rendah, molekul-molekul air yang awalnya bergerak bebas dalam bentuk cair mulai melambat karena kehilangan energi panas. Seiring dengan menurunnya suhu, gaya tarik antar molekul air (ikatan hidrogen) semakin kuat, sehingga molekul-molekul tersebut mulai mengatur diri dalam pola teratur yang membentuk kristal es. Selama proses tersebut, energi yang ada dalam bentuk panas dilepaskan ke lingkungan, itulah sebabnya proses ini dikategorikan sebagai eksoterm.
Pembakaran kayu merupakan contoh reaksi eksoterm, yaitu reaksi yang melepaskan energi dalam bentuk panas dan cahaya. Kayu terdiri dari senyawa organik seperti selulosa yang bereaksi dengan oksigen dari udara. Adapun proses semacam ini dikenal sebagai oksidasi.
Halaman:
