17 Contoh Soal Menghitung Bruto, Netto, dan Tara beserta Rumus dan Jawabannya
Konsep bruto, netto dan tarra dalam ilmu ekonomi menyangkut beberapa konteks. Simak contoh soal beserta jawabannya berikut agar kamu tahu penerapan konsepnya dalam soal!
17 Contoh Soal Menghitung Bruto, Netto, dan Tara beserta Rumus dan Jawabannya — Bukan hanya dalam ranah matematika, Bruto, Netto dan Tara juga akan kamu temukan dalam ilmu ekonomi.
Di bangku SMP saat mempelajari aritmatika sosial, kamu mungkin sudah mempelajari dasar-dasarnya.
Nah, pada pembahasan kali ini, Mamikos akan membahasnya dalam lingkup ekonomi. Simak contoh soal bruto, netto, dan tara dalam ranah ekonomi berikut ini, ya!
Daftar Isi
Pengertian

Sebelum kita membahas contoh soal bruto, netto, dan tara dalam ranah ekonomi, ada baiknya kita pelajari dulu apa definisi dari konsep bruto, netto, dan tara.
Menurut Aljabar dan Aritmatika Sosial yang disusun oleh Janu Ismadi (2009), bruto merupakan berat suatu barang lengkap beserta dengan wadahnya.
Netto merupakan berat suatu barang tanpa wadahnya. Selisih yang kita dapatkan dengan mengurangkan bruto dengan netto akan disebut sebagai tara.
Hubungan bruto, netto dan tara bisa kita gambarkan dalam rumus berikut:
Tara = Bruto – Netto
Tara juga sering dinyatakan dalam persentasse terhadap bruto dengan rumus sebagai berikut:
Persentase Tara = Tara/Bruto × 100%
A. Konteks Pajak
Nah, tadi adalah pengertian bruto, netto, dan tara secara umum. Sedangkan pada konteks ilmu ekonomi bruto dan netto biasa ditemukan pada pembahasan mengenai pajak serta pendapatan nasional.
Sebelum kamu menyimak contoh soal bruto, netto, dan tara, berikut Mamikos jelaskan konsep bruto dan netto dalam konteks pajak penghasilan.
Menurut Perpajakan (Teori & Aplikasi) yang disusun oleh Sihombing & Sibagariang (2020) berikut pengertian serta rumus Pendapatan Bruto dan Pendapatan Netto.
1. Pendapatan Bruto
Pendapatan bruto dalam konteks pajak penghasilan merupakan total pendapatan yang diperoleh sebelum dikurangi dengan pajak serta pengeluaran.
Pendapatan bruto tidak hanya terbatas pada gaji atau upah tapi juga termasuk income lain seperti bonus, dividen, bunga dan sebagainya.
Untuk menghitung pendapatan bruto, kamu cukup mengalikan upah dikali 12 kemudian ditambahkan dengan bonus, dividend an sebagainya (untuk pajak penghasilan akan dihitung berdasarkan pendapatan tahunan).
Pendapatan Bruto = (pendapatan/gaji/upah × 12) + (bonus/dividen, bunga, dsb, jika ada)

