Contoh Soal Jurnal Koreksi dari Kesalahan Pencatatan Dilengkapi dan Cara Membuatnya
Pernahkah kamu membaca contoh soal jurnal koreksi yang perlu dibuat tatkala terjadi kesalahan dalam pencatatan transaksi? Simak cara membuatnya di sini.
1. Guna Mengetahui Histori Transaksi
Ketika membaca contoh soal jurnal koreksi, kamu akan menemukan tanggal terjadinya transaksi.
Jadi, bisa tahu kapan transaksi terjadi dan tahu kapan jurnal koreksinya dibuat. Bukan sekedar membenarkan kesalahan yang terjadi.
2. Pekerjaan Lebih Sistematis dan Terstruktur
Pekerjaan dalam akuntansi memang wajib dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Harus mengikuti aturan dan urutan yang sudah ditetapkan. Begitu juga ketika membuat correction entry.
Ketika kamu membuatnya maka pekerjaan akuntansi dapat berjalan lebih sistematis dan terstruktur.
Jadi, nantinya dapat menyusun laporan keuangan secara tepat. Tentu tidak mungkin menyusun laporan terlebih dahulu sebelum membuat correction entry.
3. Melatih Melakukan Pekerjaan Lain Secara Sistematis dan Terstruktur
Ketika membuat contoh soal jurnal koreksi, kamu juga akan terlatih untuk melakukan pekerjaan lain secara sistematis dan terstruktur.
Mempelajari akuntansi sendiri memang bisa mengajarkan melakukan pekerjaan secara sistematis dan terstruktur.
4. Melatih Ketelitian Pencatatan Transaksi
Karena ketika membuat kesalahan dalam pencatatan transaksi kamu perlu membuat correction entry, kamu jadi lebih tergerak untuk teliti dalam setiap pekerjaan. Sebab ada konsekuensi begitu melakukan kesalahan.
Kamu pasti akan lebih teliti lagi di kemudian hari ketika perlu melakukan pencatatan transaksi di perusahaan karena semakin tinggi ketelitian akan mampu menghindarkan dari kesalahan.
Jadi, tidak ada ruginya mempelajari contoh soal jurnal koreksi.
5. Melatih Cara Membenarkan Kesalahan
Manfaat utama dari pembuatan correction entry ialah melatih cara membetulkan kesalahan secara tepat.
Jadi, meskipun pernah membuat kesalahan, catatan transaksi akan tetap bisa dipahami dengan mudah oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
Jenis Kesalahan dalam Menuliskan Jurnal Akuntansi
Tidak terbatas pada pencatatan transaksi, setiap melakukan kesalahan memang seharusnya dikoreksi. Akan tetapi, bukan semua jenis kesalahan bisa diatasi dengan pembuatan correction entry.
1. Kesalahan di Periode Berjalan
Ketika berkaitan dengan periode berjalan, ada dua jenis kesalahan yang mungkin tanpa sengaja dilakukan ketika mencatat transaksi. Yakni kesalahan klasifikasi dan jumlah atau nominal.
Misalnya, dalam periode berjalan kamu salah menuliskan klasifikasi transaksi. Misalnya saja seharusnya menuliskan pengeluaran kas untuk membeli peralatan kantor secara kredit.
Namun, kamu keliru menuliskannya untuk membayar biaya listrik.
Contoh lainnya ialah ketika perlu menuliskan nominal Rp8.000.000. Namun, kamu justru keliru menuliskannya dengan Rp9.000.000.
Akan tetapi, semua kesalahan itu terjadi ketika periode akuntansi masih berjalan.
Halaman:
