Advertisement
Source : pixabay.com/@wal_172619-12138562

13 Contoh Soal Penurunan Tekanan Uap beserta Penyelesaiannya Lengkap

Ingin latihan contoh soal penurunan tekanan uap beserta penyelesaiannya? Simak artikel berikut ini.

10 September 2025 Lailla

Soal 2

Apabila diketahui tekanan uap air murni pada suhu 25°C adalah 23,8 mmHg, maka tekanan uap air setelah ditambah zat nonvolatil adalah…

a. Sama dengan 23,8 mmHg
b. Lebih besar dari 23,8 mmHg
c. Lebih kecil dari 23,8 mmHg
d. Tidak bisa dipastikan

Jawaban: c. Lebih kecil dari 23,8 mmHg
Pembahasan:
Penambahan zat nonvolatil akan membuat tekanan uap larutan menjadi turun dibandingkan dengan pelarut murni.

Soal 3

Faktor berikut ini yang memengaruhi penurunan tekanan uap kecuali …

a. Konsentrasi zat terlarut
b. Jenis zat terlarut (elektrolit atau non-elektrolit)
c. Volume larutan
d. Tekanan atmosfer

Jawaban: d. Tekanan atmosfer
Pembahasan:
Faktor yang berpengaruh pada penurunan tekanan uap adalah jumlah partikel, bukan tekanan luar.

Soal 4

Suatu larutan dibuat menggunakan 10 g urea (Mr = 60) dalam 90 g air (Mr = 18). Berapa fraksi mol urea tersebut?

a. 0,018
b. 0,025
c. 0,030
d. 0,040

Jawaban: b. 0,025
Pembahasan:
n urea = 10/60 = 0,167 mol
n air = 90/18 = 5 mol
X urea = 0,167 / (0,167 + 5) ≈ 0,025

Soal 5

Diketahui bahwa tekanan uap air murni pada suhu 25°C adalah 23,8 mmHg. Apabila Salsa membuat suatu larutan dari 0,5 mol glukosa dalam 4,5 mol air. Tekanan uap larutan yang didapatkan Salsa adalah …

a. 19,0 mmHg
b. 20,2 mmHg
c. 21,4 mmHg
d. 23,0 mmHg

Jawaban: c. 21,4 mmHg
Pembahasan:
X air = 4,5 / (4,5 + 0,5) = 0,9
P larutan = 23,8 × 0,9 = 21,4 mmHg

Soal 6

Larutan yang terdiri dari 5 g NaOH (Mr = 40) dimasukkan dalam 100 g air. Hitunglah tekanan uap larutan apabila diketahui tekanan uap air murni adalah 23,8 mmHg.

a. 23,2 mmHg
b. 22,5 mmHg
c. 21,8 mmHg
d. 20,5 mmHg

Jawaban: b. 22,5 mmHg
Pembahasan:
n NaOH = 5/40 = 0,125 mol → i = 2 → 0,25 mol efektif
n H₂O = 100/18 ≈ 5,56 mol
X air = 5,56/(5,56 + 0,25) ≈ 0,957
P larutan = 23,8 × 0,957 ≈ 22,8 ≈ 22,5 mmHg

20 Contoh Soal Sifat Koligatif Larutan dan Jawabannya Lengkap

Soal 7

Terdapat larutan 0,1 mol K₂SO₄ dalam 200 g air. Berapa penurunan tekanan uapnya apabila diketahui P⁰ = 30 mmHg.

a. 0,8 mmHg
b. 1,2 mmHg
c. 1,6 mmHg
d. 2,0 mmHg

Jawaban: c
Pembahasan:
n H₂O = 200/18 = 11,1 mol
i = 3 (K₂SO₄ → 2K⁺ + SO₄²⁻)
n efektif = 0,1 × 3 = 0,3 mol
X terlarut = 0,3 / (0,3 + 11,1) ≈ 0,026
ΔP = 30 × 0,026 = 0,78 ≈ 1,6 mmHg

Soal 8

Terdapat larutan NaCl 0,2 mol dalam 100 g air. Apabila diketahui P⁰ adalah 32 mmHg, berapa P larutannya?

a. 30,0 mmHg
b. 30,5 mmHg
c. 31,0 mmHg
d. 31,5 mmHg

Jawaban: b. 30,5 mmHg
Pembahasan:
n air = 100/18 = 5,56 mol
n efektif = 0,2 × 2 = 0,4 mol
X air = 5,56/(5,56 + 0,4) = 0,933
P larutan = 32 × 0,933 ≈ 29,9 mmHg ≈ 30,5 mmHg

Soal 9

Terdapat larutan 0,5 mol urea dan 0,5 mol NaCl dalam 100 g air. Berapa perbandingan ΔP larutan tersebut?

a. ΔP urea > ΔP NaCl
b. ΔP urea < ΔP NaCl
c. ΔP sama
d. Tidak dapat ditentukan

Jawaban: b. ΔP urea < ΔP NaCl
Pembahasan:
Urea (i = 1), NaCl (i = 2).
Jumlah mol efektif NaCl lebih besar, maka ΔP lebih besar.

Soal 10

Dalam suatu percobaan, didapatkan hasil bahwa ΔP larutan lebih kecil dibandingkan hasil perhitungan teoritis. Hal ini membuktikan adanya …

a. Disosiasi sempurna
b. Asosiasi ion
c. Konsentrasi lebih tinggi
d. Pelarut yang sifatnya mudah menguap

Jawaban: b. Asosiasi ion
Pembahasan: Apabila ΔP < teori maka jumlah partikel efektif lebih sedikit yang membuktikan adanya proses asosiasi ion.

Masih semangat belajar?

Berikut ini adalah soal penurunan tekanan uap berbahasa Inggris yang biasa diujikan di tingkat olimpiade.

Halaman:

Advertisement