Advertisement
Source : pixabay.com/@jillwellington-334088

11 Contoh Soal Penurunan Titik Beku beserta Pembahasannya dengan Rumus

Sudah menguasai materi penurunan titik beku? Coba kerjakan soal-soal berikut ini untuk menguji pemahamanmu.

3 Oktober 2025 Lailla

11 Contoh Soal Penurunan Titik Beku beserta Pembahasannya dengan Rumus – Pernah melihat ada orang yang menuang garam di jalan agar saljunya cepat mencair? Atau melihat penjual es krim menggunakan garam yang dicampur es batu pada wadah berisi adonan es krim? 🍨

Aktivitas tersebut ternyata tidak asal-asalan, lho. Dalam kimia, contoh kasus di atas bisa dilakukan menggunakan konsep penurunan titik beku.

Tertarik untuk belajar lebih jauh? Yuk, coba kerjakan contoh soal penurunan titik beku beserta pembahasannya berikut ini. ❄️

Contoh Soal Penurunan Titik Beku beserta Pembahasannya

Contoh Soal Penurunan Titik Beku Beserta Pembahasannya dengan Rumus
pixabay.com/@jillwellington-334088

Sebelum mengerjakan soal-soal penurunan titik beku, pernahkah kamu bertanya tentang apa itu penurunan titik beku? Apakah di sekitar kita bisa dijumpai dengan mudah fenomena penurunan titik beku?

Perlu kamu ketahui bahwa penurunan titik beku (ΔTf) adalah selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan.

Jika bingung, bayangkan ada air murni yang membeku pada suhu 0℃. Tapi, saat air tersebut dicampur sesuatu (menjadi larutan), airnya tentu harus lebih dingin lagi agar bisa membeku. Perbedaan itu lah yang disebut dengan penurunan titik beku (ΔTf).

Peristiwa yang berkaitan dengan penurunan titik beku lazim ditemukan di negara empat musim pada saat musim dingin. Tapi, di Indonesia pun kamu bisa menyaksikan penerapan konsep penurunan titik beku saat membeli es putar.

Ketika membuat es putar, pedagang akan menaruh adonan es di wadah, kemudian merendam wadahnya dengan es batu dan garam.

Mengapa harus memakai garam? Jawabannya karena garam akan membuat es batu lebih dingin dari biasanya, sehingga adonan es putar bisa beku.

Seharusnya, jika hanya air murni maka akan membeku pada suhu 0℃. Tapi, karena sudah ada berbagai macam campuran bahan pada adonan, maka air membutuhkan suhu yang lebih rendah dari 0℃ agar bisa keras dan menjadi es.

Bagaimana, sudah mengerti? Uji pemahamanmu dengan mengerjakan contoh soal penurunan titik beku berikut ini, ya.

Rangkuman Materi Fluida Dinamis dan Statis SMA Kelas 11 beserta Contoh Soal

Rumus utama Penurunan Titik Beku

ΔTf = Kf⋅m

dengan:

ΔTf = penurunan titik beku
Kf = konstanta penurunan titik beku pelarut
m = molalitas larutan = mol zat terlarut/kg pelarut

Jika elektrolit maka perlu faktor van’t Hoff
ΔTf =i⋅Kf⋅m

Soal 1

Sebanyak 10 g urea (NH₂CONH₂, Mr = 60) dilarutkan dalam 90 g air. Jika konstanta penurunan titik beku air Kf​=1,86°Ckg/mol maka titik beku larutan tersebut adalah….

A. –1,55 °C
B. –1,75 °C
C. –3,44 °C
D. –4,33 °C

Jawaban: C. –3,44 °C
Pembahasan:
Mol urea = 10 / 60 = 0,1667 mol
Massa pelarut = 90 g = 0,090 kg
Molalitas = 0,1667 / 0,090 = 1,85 m
ΔTf = Kf × m = 1,86 × 1,85 = 3,44 °C
Titik beku air = 0 °C maka titik beku larutan = 0 – 3,44 = –3,44 °C

Soal 2

Suatu larutan glukosa (C₆H₁₂O₆, Mr = 180) dibuat dengan melarutkan 18 g glukosa ke dalam 100 g air. Tentukan penurunan titik beku larutan apabila diketahui Kf​=1,86°Ckg/mol.

A. 0,93 °C
B. 1,86 °C
C. 0,186 °C
D. 0,372 °C

Jawaban: B. 1,86 °C
Pembahasan:
Mol glukosa = 18/180 = 0,1 mol
Massa pelarut = 100 g = 0,1 kg
Molalitas = 0,1 / 0,1 = 1 m
ΔTf = 1,86 × 1 = 1,86 °C
Titik beku larutan = 0 – 1,86 = –1,86 °C

Halaman:

Advertisement