Advertisement
Source : unsplash.com/@acerin

Contoh Soal Penyusutan Metode Garis Lurus dan Cara Menghitungnya dengan Rumus

Pelajari rumus dan contoh soal penyusutan metode garis lurus sebagai panduan lengkap akuntansi untuk menghitung depresiasi aset dengan mudah

5 Januari 2026 Lailla

Bayangkan kamu sedang membeli iPhone seharga 20 juta rupiah. Jika kamu hendak menjualnya 5 tahun lagi, harganya jadi berapa? Tentu tidak bisa asal tebak. Salah satu cara untuk memperkirakan harga jual karena penyusutan adalah dengan metode garis lurus.

Materi metode garis lurus perlu dipelajari siswa yang sedang belajar akuntansi. Tujuannya tentu agar siswa lebih paham terkait pembagian nilai aset secara rata selama umur manfaatnya.

Yuk, simak contoh soal penyusutan metode garis lurus yang sudah disertai pembahasannya berikut ini. 📏🧮

Contoh Soal Penyusutan Metode Garis Lurus

Contoh Soal Penyusutan Metode Garis Lurus dan Cara Menghitungnya dengan Rumus
unsplash.com/@acerin
Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa dan Dagang beserta Jawabannya

Dalam dunia bisnis, harga barang yang mengalami penyusutan bukanlah hal yang aneh. Daripada terus-menerus diratapi, lebih baik kamu belajar cara menghitungnya agar bisa memperkirakan kerugian dan kondisi keuanganmu tetap sehat.

Sebelum membahas berbagai contoh soal tentang penyusutan metode garis lurus, ketahui terlebih dahulu definisinya.

Apa itu penyusutan metode garis lurus?

Metode garis lurus (straight line method) adalah metode penyusutan aset tetap saat beban penyusutan dialokasikan dalam jumlah yang sama setiap periode selama umur manfaat aset tersebut.

Metode ini paling sederhana dan paling sering digunakan untuk materi pelajaran di jenjang SMA/SMK, hingga perguruan tinggi.

Contoh Soal Jurnal Pembalik beserta Cara Membuatnya yang Benar

Contoh ilustrasinya, kamu sudah membeli sekotak pulpen berisi 12 seharga 12 ribu rupiah untuk digunakan selama 12 hari. Anggaplah setiap hari pulpen tersebut berkurang nilainya seribu rupiah sampai habis di hari ke-12.

Nah, metode garis lurus juga seperti itu. Kamu menganggap beban ‘aus’ barang sama rata setiap tahun, sampai barang tersebut tidak dapat digunakan lagi. Mudah, bukan?

Metode garis lurus memiliki kelebihan, seperti mudah dipahami sekalipun oleh pemula, perhitungannya simpel dan tidak rumit, dapat diterapkan untuk aset yang dipakai stabil, serta paling sering digunakan.

Namun, metode garis lurus juga memiliki kekurangan seperti kurang realistis jika digunakan pada aset yang cepat aus dan tidak mencerminkan penggunaan yang sebenarnya.

Contoh Soal Neraca Saldo setelah Penutupan dalam Akuntansi Lengkap

Rumus Penyusutan Metode Garis Lurus

Rumus utama:

Penyusutan per Tahun = (Harga Perolehan – Nilai Residu) ÷ Umur Manfaat

Jika menggunakan tarif (%):

Tarif Penyusutan = 100% / Umur Ekonomis Beban Penyusutan = (Harga Perolehan – Nilai Residu) × Tarif

Keterangan:
Harga Perolehan: harga beli aset + biaya tambahan sampai aset siap pakai (ongkos kirim, instalasi, dll)
Nilai Residu: nilai sisa di akhir umur aset atau perkiraan harga jual aset di akhir umurnya.
Umur Manfaat: lama pemakaian aset (tahun)

Setelah kamu tahu angka penyusutan, langkah berikutnya adalah mencatat ke dalam pembukuan yang biasanya dilakukan melalui jurnal penyesuaian.

Sudah punya gambaran terkait metode garis lurus? Yuk, coba kerjakan soal-soal berikut ini.

Tingkat Kesulitan: Mudah

Soal 1

Sebuah kantor milik swasta membeli peralatan kantor yang cukup lengkap dengan harga Rp10.000.000. Peralatan tersebut diperkirakan memiliki umur manfaat selama 5 tahun dan nilai residu sebesar Rp0.

Untuk menghitung penyusutan, digunakan metode garis lurus. Besar beban penyusutan per tahun adalah…

A. Rp1.000.000
B. Rp2.000.000
C. Rp2.500.000
D. Rp5.000.000

Jawaban: B. Rp2.000.000

Pembahasan:
Rumus metode garis lurus:
Penyusutan = (Harga Perolehan – Nilai Residu) ÷ Umur Manfaat
= (Rp10.000.000 – Rp0) ÷ 5
= Rp10.000.000 ÷ 5
= Rp2.000.000 per tahun

Soal 2

Sebuah mesin printer 3 dimensi dibeli dengan harga Rp25.000.000 untuk menjalankan usaha rumahan. Printer tersebut mempunyai nilai residu sebesar Rp5.000.000 dan umur manfaat 4 tahun. Jika pemilik usaha menggunakan metode garis lurus, maka beban penyusutan printer tersebut setiap tahun adalah…

A. Rp4.000.000
B. Rp5.000.000
C. Rp6.250.000
D. Rp7.500.000

Jawaban: B. Rp5.000.000

Pembahasan:
Nilai yang disusutkan:
Rp25.000.000 – Rp5.000.000 = Rp20.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp20.000.000 ÷ 4 = Rp5.000.000

Halaman:

Advertisement