Contoh Soal Penyusutan Metode Garis Lurus dan Cara Menghitungnya dengan Rumus
Pelajari rumus dan contoh soal penyusutan metode garis lurus sebagai panduan lengkap akuntansi untuk menghitung depresiasi aset dengan mudah
Bayangkan kamu sedang membeli iPhone seharga 20 juta rupiah. Jika kamu hendak menjualnya 5 tahun lagi, harganya jadi berapa? Tentu tidak bisa asal tebak. Salah satu cara untuk memperkirakan harga jual karena penyusutan adalah dengan metode garis lurus.
Materi metode garis lurus perlu dipelajari siswa yang sedang belajar akuntansi. Tujuannya tentu agar siswa lebih paham terkait pembagian nilai aset secara rata selama umur manfaatnya.
Yuk, simak contoh soal penyusutan metode garis lurus yang sudah disertai pembahasannya berikut ini. 📏🧮
Daftar Isi
Contoh Soal Penyusutan Metode Garis Lurus

Dalam dunia bisnis, harga barang yang mengalami penyusutan bukanlah hal yang aneh. Daripada terus-menerus diratapi, lebih baik kamu belajar cara menghitungnya agar bisa memperkirakan kerugian dan kondisi keuanganmu tetap sehat.
Sebelum membahas berbagai contoh soal tentang penyusutan metode garis lurus, ketahui terlebih dahulu definisinya.
Apa itu penyusutan metode garis lurus?
Metode garis lurus (straight line method) adalah metode penyusutan aset tetap saat beban penyusutan dialokasikan dalam jumlah yang sama setiap periode selama umur manfaat aset tersebut.
Metode ini paling sederhana dan paling sering digunakan untuk materi pelajaran di jenjang SMA/SMK, hingga perguruan tinggi.
Contoh ilustrasinya, kamu sudah membeli sekotak pulpen berisi 12 seharga 12 ribu rupiah untuk digunakan selama 12 hari. Anggaplah setiap hari pulpen tersebut berkurang nilainya seribu rupiah sampai habis di hari ke-12.
Nah, metode garis lurus juga seperti itu. Kamu menganggap beban ‘aus’ barang sama rata setiap tahun, sampai barang tersebut tidak dapat digunakan lagi. Mudah, bukan?
Metode garis lurus memiliki kelebihan, seperti mudah dipahami sekalipun oleh pemula, perhitungannya simpel dan tidak rumit, dapat diterapkan untuk aset yang dipakai stabil, serta paling sering digunakan.
Namun, metode garis lurus juga memiliki kekurangan seperti kurang realistis jika digunakan pada aset yang cepat aus dan tidak mencerminkan penggunaan yang sebenarnya.
Rumus Penyusutan Metode Garis Lurus
Rumus utama:
Penyusutan per Tahun = (Harga Perolehan – Nilai Residu) ÷ Umur Manfaat
Jika menggunakan tarif (%):
Tarif Penyusutan = 100% / Umur Ekonomis Beban Penyusutan = (Harga Perolehan – Nilai Residu) × Tarif
Keterangan:
Harga Perolehan: harga beli aset + biaya tambahan sampai aset siap pakai (ongkos kirim, instalasi, dll)
Nilai Residu: nilai sisa di akhir umur aset atau perkiraan harga jual aset di akhir umurnya.
Umur Manfaat: lama pemakaian aset (tahun)
Setelah kamu tahu angka penyusutan, langkah berikutnya adalah mencatat ke dalam pembukuan yang biasanya dilakukan melalui jurnal penyesuaian.
Sudah punya gambaran terkait metode garis lurus? Yuk, coba kerjakan soal-soal berikut ini.
Tingkat Kesulitan: Mudah
Soal 1
Sebuah kantor milik swasta membeli peralatan kantor yang cukup lengkap dengan harga Rp10.000.000. Peralatan tersebut diperkirakan memiliki umur manfaat selama 5 tahun dan nilai residu sebesar Rp0.
Untuk menghitung penyusutan, digunakan metode garis lurus. Besar beban penyusutan per tahun adalah…
A. Rp1.000.000
B. Rp2.000.000
C. Rp2.500.000
D. Rp5.000.000
Jawaban: B. Rp2.000.000
Pembahasan:
Rumus metode garis lurus:
Penyusutan = (Harga Perolehan – Nilai Residu) ÷ Umur Manfaat
= (Rp10.000.000 – Rp0) ÷ 5
= Rp10.000.000 ÷ 5
= Rp2.000.000 per tahun
Soal 2
Sebuah mesin printer 3 dimensi dibeli dengan harga Rp25.000.000 untuk menjalankan usaha rumahan. Printer tersebut mempunyai nilai residu sebesar Rp5.000.000 dan umur manfaat 4 tahun. Jika pemilik usaha menggunakan metode garis lurus, maka beban penyusutan printer tersebut setiap tahun adalah…
A. Rp4.000.000
B. Rp5.000.000
C. Rp6.250.000
D. Rp7.500.000
Jawaban: B. Rp5.000.000
Pembahasan:
Nilai yang disusutkan:
Rp25.000.000 – Rp5.000.000 = Rp20.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp20.000.000 ÷ 4 = Rp5.000.000
Soal 3
Pemilik cafe kopi yang sedang membuka cabang di Yogyakarta membeli sebuah mobil operasional seharga Rp120.000.000 dengan perkiraan nilai residu Rp20.000.000. Mobil tersebut diperkirakan dapat digunakan selama 10 tahun. Berdasarkan metode garis lurus, beban penyusutan mobil per tahun adalah…
A. Rp8.000.000
B. Rp9.000.000
C. Rp10.000.000
D. Rp12.000.000
Jawaban: C. Rp10.000.000
Pembahasan:
Nilai yang disusutkan:
Rp120.000.000 – Rp20.000.000 = Rp100.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp100.000.000 ÷ 10 = Rp10.000.000
Soal 4
Pemilik usaha jual beli handphone bekas membeli peralatan untuk menunjang usahanya pada awal tahun dengan harga Rp18.000.000. Peralatan tersebut diperkirakan memiliki nilai residu sebesar Rp3.000.000 dan umur manfaat selama 5 tahun.
Jika metode garis lurus digunakan, maka jumlah penyusutan per tahun yang harus dibebankan adalah…
A. Rp2.500.000
B. Rp3.000.000
C. Rp3.600.000
D. Rp4.000.000
Jawaban: B. Rp3.000.000
Pembahasan:
Nilai yang disusutkan:
Rp18.000.000 – Rp3.000.000 = Rp15.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp15.000.000 ÷ 5 = Rp3.000.000
Soal 5
Kantor PT Maju Sejati membeli laptop untuk keperluan pencatatan jual beli barang dengan harga Rp15.000.000. Laptop tersebut diperkirakan memiliki umur manfaat selama 3 tahun dan nilai residu sebesar Rp3.000.000. Beban penyusutan per tahun menurut metode garis lurus adalah…
A. Rp3.000.000
B. Rp4.000.000
C. Rp5.000.000
D. Rp6.000.000
Jawaban: B. Rp4.000.000
Pembahasan:
Nilai yang disusutkan:
Rp15.000.000 – Rp3.000.000 = Rp12.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp12.000.000 ÷ 3 = Rp4.000.000
Soal 6
Sebuah traktor canggih dibeli seharga Rp40.000.000 oleh seorang petani sukses dengan nilai residu Rp10.000.000. Traktor tersebut diperkirakan dapat dipakai selama 6 tahun. Apabila petani menggunakan metode penyusutan garis lurus, maka beban penyusutan traktor tersebut setiap tahun adalah…
A. Rp4.000.000
B. Rp5.000.000
C. Rp6.000.000
D. Rp6.666.667
Jawaban: B. Rp5.000.000
Pembahasan:
Nilai yang disusutkan:
Rp40.000.000 – Rp10.000.000 = Rp30.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp30.000.000 ÷ 6 = Rp5.000.000
Tingkat Kesulitan: Sedang
Soal 1
PT Langit Semesta membeli sebuah mesin untuk menghasilkan produk ramah lingkungan pada awal tahun 2022 dengan harga Rp80.000.000. Mesin tersebut diperkirakan memiliki umur manfaat 8 tahun dan nilai residu Rp16.000.000.
Jika PT Langit Semesta menggunakan metode garis lurus, maka besarnya beban penyusutan mesin pada tahun 2024 adalah…
A. Rp6.000.000
B. Rp7.000.000
C. Rp8.000.000
D. Rp10.000.000
Jawaban: C. Rp8.000.000
Pembahasan:
Metode garis lurus menunjukkan bahwa penyusutan bersifat tetap setiap tahun (tahun ke berapa pun nilainya sama).
Nilai yang disusutkan:
Rp80.000.000 – Rp16.000.000 = Rp64.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp64.000.000 ÷ 8 = Rp8.000.000
Jadi pada tahun 2024 tetap Rp8.000.000.
Soal 2
Sebuah mobil pengangkut hewan ternak dibeli seharga Rp150.000.000 dengan nilai residu Rp30.000.000 dan umur manfaat 10 tahun. Jika mobil pengangkut hewan ternak tersebut sudah digunakan selama 3 tahun, maka nilai buku mobil pada akhir tahun ketiga adalah…
A. Rp114.000.000
B. Rp120.000.000
C. Rp96.000.000
D. Rp90.000.000
Jawaban: A. Rp114.000.000
Pembahasan:
Nilai yang disusutkan:
Rp150.000.000 – Rp30.000.000 = Rp120.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp120.000.000 ÷ 10 = Rp12.000.000
Akumulasi penyusutan 3 tahun:
3 × Rp12.000.000 = Rp36.000.000
Nilai buku akhir tahun ke-3:
Rp150.000.000 – Rp36.000.000 = Rp114.000.000
Soal 3
Percetakan stiker membeli mesin cetak senilai Rp24.000.000 dengan umur manfaat 6 tahun dan nilai residu Rp6.000.000. Berapakah total akumulasi penyusutan setelah mesin digunakan selama 4 tahun jika menggunakan metode garis lurus?
A. Rp8.000.000
B. Rp10.000.000
C. Rp12.000.000
D. Rp16.000.000
Jawaban: C. Rp12.000.000
Pembahasan:
Nilai yang disusutkan:
Rp24.000.000 – Rp6.000.000 = Rp18.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp18.000.000 ÷ 6 = Rp3.000.000
Akumulasi penyusutan 4 tahun:
4 × Rp3.000.000 = Rp12.000.000
Soal 4
Sebuah oven kue berkualitas internasional dibeli dengan harga Rp90.000.000 dan diperkirakan memiliki nilai residu sebesar 20% dari harga beli. Oven tersebut memiliki umur manfaat 9 tahun. Beban penyusutan per tahun menurut metode garis lurus adalah…
A. Rp6.000.000
B. Rp7.000.000
C. Rp8.000.000
D. Rp10.000.000
Jawaban: C. Rp8.000.000
Pembahasan:
Nilai residu:
20% × Rp90.000.000 = Rp18.000.000
Nilai yang disusutkan:
Rp90.000.000 – Rp18.000.000 = Rp72.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp72.000.000 ÷ 9 = Rp8.000.000
Soal 5
Sebuah excavator untuk pengerjaan proyek rumahan dibeli seharga Rp200.000.000 dengan nilai residu Rp40.000.000 dan umur manfaat 8 tahun. Jika excavator tersebut telah digunakan selama 5 tahun, maka nilai buku excavator tersebut adalah…
A. Rp80.000.000
B. Rp90.000.000
C. Rp100.000.000
D. Rp120.000.000
Jawaban: C. Rp100.000.000
Pembahasan:
Nilai yang disusutkan:
Rp200.000.000 – Rp40.000.000 = Rp160.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp160.000.000 ÷ 8 = Rp20.000.000
Akumulasi penyusutan 5 tahun:
5 × Rp20.000.000 = Rp100.000.000
Nilai buku:
Rp200.000.000 – Rp100.000.000 = Rp100.000.000
Tingkat Kesulitan: Sulit
Soal 1
PT Jaya Mandiri Sejahtera membeli sebuah kendaraan mobil listrik pada 1 Januari 2020 dengan harga Rp120.000.000. Mobil tersebut diperkirakan memiliki umur manfaat 8 tahun dan nilai residu Rp24.000.000.
Pada akhir tahun 2022, perusahaan melakukan evaluasi dan memutuskan bahwa umur manfaat mobil masih tersisa 3 tahun dengan nilai residu tetap.
Berdasarkan metode garis lurus, besarnya beban penyusutan mobil pada tahun 2023 adalah…
A. Rp9.000.000
B. Rp10.000.000
C. Rp12.000.000
D. Rp20.000.000
Jawaban: D. Rp20.000.000
Pembahasan (Analisis):
Langkah 1 Hitung penyusutan awal per tahun
Nilai disusutkan awal:
Rp120.000.000 – Rp24.000.000 = Rp96.000.000
Penyusutan per tahun awal:
Rp96.000.000 ÷ 8 = Rp12.000.000
Langkah 2 Hitung akumulasi penyusutan sampai akhir 2022
Tahun 2020–2022 = 3 tahun
Akumulasi:
3 × Rp12.000.000 = Rp36.000.000
Nilai buku akhir 2022:
Rp120.000.000 – Rp36.000.000 = Rp84.000.000
Langkah 3 Hitung penyusutan baru setelah revisi umur
Nilai yang masih disusutkan:
Rp84.000.000 – Rp24.000.000 = Rp60.000.000
Umur manfaat sisa:
3 tahun
Penyusutan per tahun baru:
Rp60.000.000 ÷ 3 = Rp20.000.000
Soal 2
Sebuah kantor yang berlokasi di pusat kota membeli mesin fotokopi dengan harga Rp75.000.000. Mesin tersebut memiliki umur manfaat 5 tahun dan nilai residu Rp5.000.000. Setelah digunakan selama 2 tahun, mesin tersebut dijual dengan harga Rp50.000.000.
Jika kantor menggunakan metode garis lurus, maka laba atau rugi penjualan aset tersebut adalah…
A. Laba Rp3.000.000
B. Laba Rp10.000.000
C. Rugi Rp3.000.000
D. Rugi Rp10.000.000
Jawaban: A. Laba Rp3.000.000
Pembahasan (Analisis):
Langkah 1 Hitung penyusutan per tahun
Nilai disusutkan:
Rp75.000.000 – Rp5.000.000 = Rp70.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp70.000.000 ÷ 5 = Rp14.000.000
Langkah 2 Akumulasi penyusutan 2 tahun
2 × Rp14.000.000 = Rp28.000.000
Langkah 3 Nilai buku saat dijual
Rp75.000.000 – Rp28.000.000 = Rp47.000.000
Langkah 4 Bandingkan dengan harga jual
Harga jual = Rp50.000.000
Nilai buku = Rp47.000.000
Laba penjualan:
Rp50.000.000 – Rp47.000.000 = Rp3.000.000
Penutup
Ternyata, belajar akuntansi tidak sulit asalkan kamu sudah paham konsepnya. Teruslah belajar contoh soal penyusutan metode garis lurus sampai kamu terbiasa dengan berbagai macam tingkat kesulitan soal.
Kamu juga bisa mendapatkan contoh soal akuntansi materi lainnya di blog Mamikos. Ada pula materi mata pelajaran untuk berbagai jenjang yang akan membantu studimu. Semoga bermanfaat. 📚
Referensi:
Mau Menghitung Penyusutan Aset Tetap? Pakai Metode Garis Lurus aja! [Daring]. Tautan: https://accurate.id/akuntansi/metode-garis-lurus/
Penyusutan Metode Garis Lurus: Definisi, Rumus, dan Cara Menghitungnya [Daring]. Tautan: https://kumparan.com/berita-bisnis/penyusutan-metode-garis-lurus-definisi-rumus-dan-cara-menghitungnya-1yXKYtR3L7w
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya




