Advertisement
Source : Canva/@kasto

13 Contoh Sosialisasi Formal dan Informal dalam Kehidupan Sehari-hari di Masyarakat

Jika kamu ingin mengetahui contoh sosialisasi formal dan informal dalam kehidupan sehari-hari, maka jawabannya akan dapat kamu temukan pada artikel berikut.

8 Januari 2026 Zuly Kristanto

Jenis Sosialisasi

Jika dilihat dari bentuknya sosialisasi dapat dibedakan menjadi dua yakni sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder.

1. Sosialisasi Primer

Pengertian sosialisasi primer yakni suatu proses pemasyarakatan atau pembudidayaan tentang kebiasaan nilai-nilai, adat istiadat, kebiasaan, dan peraturan yang kali pertama didapat seseorang atau individu ketika masih ada dalam asuhan keluarga atau lingkungan keluarga.

Pada tahapan ini seseorang atau individu akan melakukan proses pembelajaran dengan bimbingan atau asuhan secara langsung oleh orang tua, kerabat, atau keluarga besarnya.

Pembelajaran yang diberikan ini diharapkan dapat menjadikan seorang individu akan menjadi paham akan nilai-nilai yang harus dipatuhi di lingkungan keluarganya.

Serta menjadi penghubung atau sosok yang dapat mewariskan nilai yang diterimanya kepada generasi yang akan datang atau generasi penerus.

Dalam proses sosialisasi primer ini peran orang tua atau lingkungan keluarga sangatlah penting karena tanpa ada campur tangan dari orang tua proses ini tidak akan dapat berjalan.

2. Sosialisasi Sekunder

Sementara yang dianggap sebagai sosialisasi sekunder merupakan tindak lanjut atau kelanjutan dari sosialisasi primer.

Setelah mendapatkan ‘warisan’ berupa nilai-nilai, adat istiadat, maupun norma dan peraturan yang harus dipatuhi, seseorang individu akan mendapat proses ‘warisan’ nilai-nilai, adat istiadat, maupun norma dan peraturan dari hasil interaksinya dengan lingkungannya.

Pada tahapan ini seorang individu akan memperoleh atau mengalami proses resosialisasi atau mendapatkan identitas baru dari masyarakat tempat tinggalnya, serta proses desosialisasi yakni proses penghapusan identitas lama dari seorang individu.

Kemudian jika dibagi berdasarkan tipenya, sosialisasi dibedakan menjadi dua macam yakni sosialisasi formal dan sosialisasi informal.

Pengertian Sosialisasi Formal

Sosialisasi formal merupakan suatu pengenalan sekaligus pembudidayaan terhadap sesuatu yang dianggap penting dan perlu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Biasanya sosialisasi ini dilakukan oleh beberapa instansi atau lembaga milik pemerintahan yang mempunyai kewenangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sosialisasi ini contohnya dapat dilakukan oleh lembaga pendidikan, dinas kesehatan, dinas pertanian dan masih banyak contoh lainnya.

Tujuan diadakan sosialisasi ini adalah agar masyarakat mengetahui tata nilai atau peraturan baru yang telah disahkan oleh pemerintah.

Pengertian Sosialisasi Informal

Sosialisasi informal merupakan suatu tindakan pengenalan atau pembudidayaan mengenai segala hal yang dilakukan oleh kelompok tertentu atau lembaga tertentu yang berada di luar naungan pemerintah.

Sosialisasi jenis ini dapat terjadi di lingkungan keluarga, lingkungan komunitas dan kelompok sosial yang ada pada suatu kelompok masyarakat.

Perbedaan Sosialisasi Formal dan Sosialisasi Informal

Selain memiliki perbedaan mendasar yakni pihak yang melakukan sosialisasi. Perbedaan antara sosialisasi formal dan sosialisasi informal dapat dilihat dari tata cara pelaksanaannya.

Jika sosialisasi formal sifatnya mengikat dan harus dijalankan secara tegas serta apabila tidak dilakukan akan ada sanksi bagi para pelanggarnya.

Sosialisasi informal bisa dikatakan lebih longgar karena dalam penerapannya pada kehidupan sehari-hari lebih mengutamakan etika, adab, dan sopan santun.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan sosialisasi dapat berlangsung tanpa adanya konflik serta dapat menciptakan suatu keadaan tata hidup masyarakat yang damai dan rukun.

Demikian pengertian hingga contoh sosialisasi formal dan informal beserta dengan penjelasannya. Semoga dengan artikel ini dapat membuat kamu lebih paham apa itu sosialisasi.


Halaman:

Advertisement