5 Contoh Strategi Pemberdayaan Komunitas yang Bisa Dilakukan untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Pemberdayaan komunitas memiliki tujuan untuk memperkuat masyarakat dan mengajak mereka untuk memecahkan masalah-masalah kemiskinan, keterbelakangan, kriminalitas, kesenjangan, bahkan ketidakberdayaan.
Kearifan lokal disini artinya pandangan atau gagasan yang berisi nilai-nilai kebijaksanaan yang telah diyakini, dianut, dan dipraktikkan oleh suatu masyarakat suatu tempat secara turun temurun.
Nah, kearifan lokal ini berfungsi untuk membentengi masyarakat dari berbagai pengaruh buruk budaya asing.
Selain itu, kearifan lokal juga dimanfaatkan untuk menjaga kebudayaan asli masyarakat agar dapat selalu eksis dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Contoh kearifan lokal misalnya Bebie yang berkembang di daerah Muara Enim, Sumatera Selatan. Bentuk kearifan lokal yang satu ini yaitu melakukan kegiatan menanam sekaligus memanen padi bersama-sama.
Berdasarkan contoh di atas, pihak pemberdaya dapat mengadakan program penyuluhan pertanian, mulai dari pencegahan dan penanggulangan penyakit serta hama.
5. Memberikan Bantuan Sarana
Pemberdayaan komunitas juga bertujuan untuk memandirikan masyarakat khususnya secara ekonomi.
Namun, pada tahap awal, hendaknya fasilitator dapat memberikan bantuan sarana dan prasarana yang mampu mendukung proses pemberdayaan.
Misalnya, agar program pemberdayaan perempuan di bidang wirausaha pembuatan roti dapat berhasil dengan baik, maka diperlukan bantuan berupa kelengkapan alat dan bahan membuat kue.
Mulai dari, mixer, timbangan, tepung, telur, mentega, oven dan lain-lain.
Tahapan Pelaksanaan Pemberdayaan Komunitas
Nah, dalam praktiknya, sederet strategi-strategi pemberdayaan komunitas di atas dilaksanakan secara bertahap. Adapun tahapan pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan
Agar dapat mencapai kualitas perencanaan yang baik, tentu perlu adanya keterlibatan komunitas sebagai pihak yang memahami prioritas kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam perencanaan, pihak pemberdaya dapat menerapkan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) di mana merupakan metode penelitian atau kajian untuk menggali potensi dan permasalahan dalam masyarakat.
Masyarakat diberikan kesempatan ambil bagian dalam proses analisis kondisi, potensi, masalah, dan perencanaan.
Dengan tujuan agar masyarakat mampu dan terampil dalam menganalisis masalah, mencari solusi serta membuat rencana untuk dirinya dan komunitas (Sri Najiyati; 2005:81)
2. Pelaksanaan
Sebagai pihak yang turut merencanakan program pembangunan, komunitas tentu memiliki pengetahuan yang cukup untuk melaksanakan program tersebut.
Pada tahap pelaksanaan biasanya dilakukan dengan pendampingan dengan mengadakan kegiatan yang memfasilitasi program pemberdayaan.
Halaman:
