Advertisement
Source : Canva/@siriwannapatphotos

6 Contoh Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama dan Sampingan dalam Cerpen

Sudut pandang atau point of view merupakan unsur penting dalam sebuah karya sastra termasuk cerpen. Pelajari perbedaan sudut pandang orang pertama pelaku utama dan sampingan di sini.

27 Oktober 2025 Uyo Yahya

Sudut pandang merupakan salah satu unsur intrinsik dalam sebuah karya sastra.

Cerpen sebagai karya sastra pun memiliki unsur ini. Dalam cerpen modern, sudut pandang orang pertama pelaku utama adalah yang paling populer tapi ternyata ada juga yang pelaku sampingan.

Seperti apa perbedaannya? Simak contoh sudut pandang orang pertama pelaku utama dan sampingan di artikel ini! 📖😊✨

Ini Contoh Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama dan Sampingan

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama dan Sampingan dalam Cerpen
freepik.com/8photo

Tema, plot, karakter dan penokohan, latar belakang, dan sudut pandang merupakan unsur intrinsik sebuah karya sastra termasuk cerpen.

Unsur-unsur inilah yang sudah pasti ada dalam cerpen. Sudut pandang yang menarik bisa membuat satu cerita lebih asyik dibanding saat cerita ditulis dari sudut pandang berbeda. 

7 Contoh Cerpen tentang Hewan dan Pesan Moralnya Terbaru

Macam-macam Sudut Pandang

Sudut pandang yang berbeda memiliki efek yang berbeda terhadap sebuah cerpen.

Misalnya, sudut pandang orang pertama pelaku utama akan membuat kita sebagai pembaca seakan-akan menjadi tokoh aku yang ada dalam cerpen.

Berikut ini beberapa sudut pandang dalam karya sastra yang perlu diketahui:

  1. Orang pertama tunggal, dalam sudut pandang ini, penulis menempatkan dirinya sebagai narator dan juga pelaku dengan menggunakan kata ganti seperti saya, aku, atau gue. Penulis bisa menjadi pelaku utama maupun pelaku sampingan yang hanya menceritakan satu kejadian dari sudut pandangnya.
  2. Orang pertama jamak, tak jauh berbeda dengan sudut pandang orang pertama tunggal hanya saja dalam sudut pandang ini digunakan kata ganti seperti kita atau kami.
  3. Orang kedua, penulis menempatkan pembaca sebagai tokoh kamu sehingga membuat para pembaca merasa dekat dan sebagai pelaku utama. Bisa juga diganti dengan kata ganti lain seperti kau dan anda.
  4. Orang ketiga tunggal, penulis tidak berada di dalam cerita melainkan sebagai pendongeng yang menggunakan kata ganti dia saat menceritakan tokoh dalam cerita.
  5. Orang ketiga jamak, penulis bercerita menggunakan persepsi kelompok atau kacamata kolektif. Sudut pandang ini ditandai dengan penggunaan kata ganti mereka.
  6. Sudut pandang campuran, penulis bisa menjadi siapa saja dalam sudut pandang campuran. Ia bisa menjadi tokoh berbeda dengan menggunakan aku, kamu, dia, mereka, dan kami.

Itulah jenis-jenis sudut pandang yang ada dalam dunia literasi. Setiap sudut pandang bisa menempatkan pembaca maupun penulis sebagai tokoh utama maupun orang asing dalam sebuah cerita.

Contoh Cerpen beserta Sinopsis dan Strukturnya Lengkap

Perbedaan Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama dan Sampingan

Contoh sudut pandang orang pertama pelaku utama dan sampingan yang paling sederhana adalah “aku” sebagai tokoh utama yang mengalami sebuah kecelakaan dan “aku” orang pertama pelaku sampingan yang melihat kejadian kecelakaan tersebut.

Sudut pandang orang pertama pelaku utama akan mendeskripsikan semua hal mengenai kejadian itu dari apa yang dirasakannya seperti suasana hati, apa yang dilihat, dan runutan kejadian sebelum kejadian utama.

Selain itu, juga apa yang diingatnya. Semantara orang pertama pelaku sampingan memiliki pandangan terbatas mengenai kejadian karena hanya melihat pada saat kejadian saja.

Itulah perbedaan mendasar sudut pandang pertama pelaku utama dan sampingan.

Yang utama adalah sebagai pelaku utama sementara sampingan adalah sebagai saksi sebuah kejadian.

Untuk bisa lebih memahaminya, kamu bisa membaca contoh sudut pandang orang pertama pelaku utama dan sampingan dalam beberapa cerpen di bagian berikutnya! 

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama dalam Cerpen

Cerpen 1

Berikut ini penggalan cerpen dengan tokoh aku sebagai pelaku utama:

Aku menganggap diriku beruntung. Saat semua departemen lain memiliki konsentrasi dan penelitian yang begitu berbahaya, departemen tempatku bekerja hanyalah bagian kesejahteraan dari semua yang bekerja di sini.

Semua pekerja dari seluruh departemen yang membutuhkan pertolongan kesehatan bisa langsung mengunjungi klinik yang tak pernah tutup ini.

Pekerjaan harianku hanyalah melayani pasien, membuat resep dari dokter, mengecek persediaan obat, membersihkan peralatan pengobatan, dan satu yang paling kusenangi yaitu mengantarkan multivitamin dan suplemen ke semua departemen.

Itulah waktu di mana aku bisa melihat sedikit apa yang orang-orang berwajah serius ini lakukan di ruangan serba putih tertutup itu.

Troli setinggi pinggang yang kudorong saat ini untuk menjalankan tugas tersebut dirancang agar sama sekali tidak menimbulkan bunyi.

Entah apa yang dilakukan para engineer perancangnya di departemen ask and build namun benar-benar tak sedikit pun suara gesekan dari empat rodanya terdengar.

Dengannya saat aku membawa masuk troli ke setiap departemen, tak ada yang menyadari kehadiranku.

Pekerjaan ini memakan waktu tidak lebih dari dua jam sampai semua departemen mendapatkan stok multivitamin dan suplemen. Bahkan kadang aku bisa menyelesaikannya lebih cepat.

Waktu yang tersisa terkadang aku manfaatkan untuk berlama-lama di dua departemen terakhir di lantai enam dan tujuh.

Lantai enam adalah lantai departemen trans & energy yang merupakan tempat meninggalnya dua ilmuwan India. Sementara lantai tujuh merupakan departemen neuroscience.

Departemen paling atas merupakan tempat ternyaman bagiku. Karena yang diteliti adalah semua kompleksitas otak manusia, semua instrumen di laboratorium terkesan sederhana.

Ada tempat untuk melihat koleksi foto, beberapa sofa nyaman untuk melihat video, dan ada juga ruangan serba putih dengan dinding yang terlihat sepertinya empuk dengan lantai yang juga terlihat nyamannya seperti bantalan sofa. 

Halaman:

Advertisement