Advertisement
Source : warta.jogjakota.go.id

13 Contoh Teater Tradisional di Indonesia beserta Asal Daerahnya Lengkap

Teater tradisional merupakan salah satu wujud kekayaan budaya bangsa Indonesia. Berikut adalah contoh-contoh teater tradisional yang ada di Indonesia.

29 Oktober 2023 Fajar Laksana

Teater Transisi 

Teater transisi merupakan jenis pertunjukan yang memadukan sebuah unsur tradisional dengan unsur modern.

Sehingga penonton dapat menemukan kombinasi antara ketradisionalan dengan isu-isu urban yang dipadukan dalam satu pertunjukan yang sama. 

Fungsi dan Urgensi Melestarikan 

Terdapat beberapa poin fungsi dari teater tradisional sebagai upaya untuk melestarikan;

  • Sebagai sarana hiburan untuk menarik wisatawan dengan kekhasan budaya setiap daerah yang dimiliki
  • Sebagai bentuk apresiasi serta upaya melestarikan peninggalan leluhur
  • Memiliki fungsi spiritual seperti memanggil maupun mengusir kekuatan gaib tertentu 
  • Sebagai pelengkap acara selamatan, upacara adat, pernikahan, khitanan, dan acara-acara sakral atau informal lainnya. 

Teater Tradisional di Indonesia

Di setiap daerah di Indonesia memiliki teater tradisionalnya masing-masing yang pastinya memiliki makna tersendiri di setiap daerah.

1. Wayang Wong dari Jawa

Wayang wong juga disebut dengan wayang orang yakni seni teater tradisional yang sangat berkembang pesat di Pulau Jawa seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan juga di daerah Yogyakarta.

Untuk cerita wayang wong sendiri diadaptasi dari kisah pewayangan dengan alur cerita tertentu yang bersifat tetap.

Semua pemain wayang wong ini menggunakan busana yang menyerupai boneka wayang yang sangat khas dan unik.

Contoh kisah wayang yang biasa dimainkan pada sebuah pertunjukan wayang orang adalah kisah kisah dari Ramayana.

2. Ketoprak dari Yogyakarta

Ketoprak merupakan contoh teater tradisional di Indonesia yang berasal dari Yogyakarta, awal mula kehadiran seni teater ketoprak  dipercaya berasal dari daerah Surakarta.

Hal inilah yang menyebabkan mengapa teater ini sering disebut sebagai Ketoprak Mataram.

Pada mulanya pertunjukan ketoprak menggunakan alat penumbuk padi serta kendang sebagai alat musik pengiring pertunjukan.

Akan tetapi dengan seiring perkembangan zaman maka pertunjukan ketoprak mulai diiringi dengan gamelan Jawa.

Ada begitu banyak jenis cerita yang ditampilkan dalam pertunjukan seperti Kisah 1001 Malam serta cerita Epos Ramayana dengan keunikan yang ada.

Ketoprak mempunyai sebuah kemiripan dengan pertunjukan ludruk, yaitu sama-sama mempertunjukkan teatrikal dengan pertunjukan musikal.

Awal mulanya pertunjukan ini hanyalah merupakan hiburan rakyat biasa, bahkan hanya diadakan di tanah lapang maupun alun-alun. 

Halaman:

Advertisement