Advertisement
Source : Getty Images/feedough

21+ Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya, Kaidah Kebahasaan & Cara Membuatnya

Penasaran bagaimana cara untuk membuat sebuah contoh teks anekdot beserta strukturnya? Simak uraian di bawah ini.

2 September 2025 Anang

6. Editing Teks

Jika semua unsur di atas sudah Anda penuhi, maka langkah selanjutnya adalah melakukan editing dari teks yang sudah dibuat.

Fungsinya adalah untuk memastikan semua alur cerita sesuai tema dan struktur.

Selain itu, juga sesuai dengan kaidah kebahasaan dan tidak bertele-tele, karena bisa berujung sulitnya cerita dimengerti apalagi dijadikan lelucon renyah.

Anda bisa membaca teks yang sudah dibuat, kemudian coba resapi semua kata demi kata apakah sudah sesuai.

Jika belum tentu perlu sedikit perubahan penggunaan kata, ungkapan, serta komponen lainnya dalam cerita.

7. Endapkan Sejenak

Mau hasil yang lebih maksimal? Coba Anda diamkan terlebih dahulu teks yang sudah dibuat dan diedit sebelumnya. Bacalah kembali setelah beberapa jam, apakah masih terdapat kekurangan atau tidak.

Mengendapkannya sejenak, akan membuat pikiran Anda kembali fresh dan bisa melihat sebuah teks dari sudut pandang yang netral.

Contoh-contoh Teks Anekdot tentang Lingkungan Rumah dan Sekolah

Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya

Agar Anda lebih paham seperti apa sebenarnya teks anekdot tersebut, berikut ini contoh teks anekdot beserta strukturnya. Jika sudah mengerti, maka akan lebih mudah untuk membuatnya dengan versi Anda sendiri.

1. Laundry

Abstraksi

Pada suatu sore, di kompleks perumahan A terjadi percakapan yang seru antara bapak-bapak yang sedang duduk di pos ronda.

Orientasi

Kali ini, topik pembahasanya adalah seputar laundry yang baru buka di kawasan tersebut.

Krisis

Bapak A: “Bapak-bapak sudah tahu belum kalau di Laundry baru depan gang itu orang sering dapat baju baru.”

Reaksi

Bapak B: “Iya, katanya ada yang dapat celana jeans dan jaket kulit. Saya juga mau coba nyuci pakaian di sana, siapa tahu dapat pakaian kerja, lumayan untuk menambah stok pakaian kantor.”

Koda

Bapak A: “Lha gimana tidak dapat baju baru, wong yang punya laundry itu saja punya penyakit lupa ingatan. Makanya baju orang sering tertukar, bukan dikasih baju baru pak!”

Bapak B: “Walaaah, kirain beneran.” 

Koda

Bapak A dan semua yang ada di sana tertawa mendengar Bapak B yang kebingungan dan malu.

2. Teman Arab

Abstraksi

Suatu sore, Pak Abdul datang berkunjung ke rumah Pak Muh. Saat itu, Pak Muh sedang merapikan rumahnya karena baru saja ditinggal pulang oleh rombongan sahabatnya dari Arab.

Orientasi

Suasana rumah tampak agak berantakan, sehingga perlu dibereskan kembali.

Pak Abdul : “Selamat sore, Pak Muh. Bagaimana kabarnya? Sehat-sehat saja kan? Akhir-akhir ini terlihat sibuk, ya?”

Pak Muh : “Wah, sore juga Pak Abdul. Betul sekali, pekerjaan lagi menumpuk, jadi jarang sempat berinteraksi dengan tetangga, termasuk bapak. Ada perlu apa nih?”

Krisis

Pak Abdul : “Ya saya sekalian mampir, soalnya saya dengar Pak Muh baru menerima tamu dari Arab. Kok saya nggak diajak main? Padahal saya penasaran sekali ingin berkunjung saat tamu itu ada.”

Pak Muh : “Hehehe, maaf ya pak. Waktu itu memang lagi repot ngurus proyek yang sempat tertunda.”

Pak Abdul : “Kalau nanti ada kunjungan lagi, jangan lupa undang saya. Soalnya saya ini punya gelar sebagai pria paling bijaksana dalam dunia Islam, lho. Selain itu, saya juga bisa bahasa Arab karena sering terlibat dalam urusan agama dan perdamaian.”

Reaksi dan Koda

Pak Muh : “Hahaha, justru itu pak, saya khawatir bapak salah paham. Karena bapak sering ke Arab, saya takut bapak bosan kalau saya pertemukan dengan teman-teman Arab saya. Lagi pula, yang kami obrolkan waktu itu hanya soal bisnis, tidak ada hubungannya dengan urusan agama.”

3. Ekstrakurikuler

Abstraksi

Saat tahun ajaran baru dimulai, seorang guru menyampaikan kepada murid-muridnya tentang pentingnya ikut kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Orientasi

“Anak-anak, selain belajar di kelas, kalian juga dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang dapat meningkatkan kemampuan akademik maupun non-akademik, seperti kepemimpinan, kerjasama tim, kepercayaan diri, dan sebagainya.” jelas ibu guru.

“Ada beragam kegiatan ekstrakurikuler yang dapat kamu pilih, seperti pramuka, PMR, marching band, paduan suara, basket, voli, dan lainnya.” tambah guru tersebut.

Krisis

Setelah mendengar penjelasan guru, para murid semakin penasaran dengan kegiatan ekstrakurikuler dan mulai mengajukan berbagai pertanyaan. “Bu, sebenarnya apa sih kegunaan ikut kegiatan ekstrakurikuler?” tanya Raka kepada gurunya.Reaksi

Guru itu pun melanjutkan penjelasannya, “Ada banyak manfaatnya, misalnya melatih kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, juga bisa bersenang-senang dengan teman-teman.” “Termasuk tambahan uang saku kan ya bu?” Timpal Benny.

Koda

Ibu guru yang mendengarnya hanya dapat tersenyum. 

4. Soal yang Mudah

Abstraksi

Pada suatu hari, SD Gemilang sedang menyelenggarakan Ulangan Akhir Semester (UAS).

Orientasi

Seorang guru bernama Emma bertugas untuk mengawasi jalannya ujian.

Sejak ujian dimulai pada 20 menit yang lalu, suasana kelas pun berlangsung tegang. Oleh karena itu, Bu Emma ingin mengubah suasana menjadi lebih rileks.

Krisis

Bu Emma: “Anak-anakku sekalian, bagaimana soalnya? Mudah, ya?”

Murid-murid: “Wah, mudah kok, mudah banget malah bu Emma.”

Bu Indri: “Syukurlah kalau kalian mudah mengerjakannya.”

Riki: “Ya.. Betul mudah sih bu soalnya, tetapi jawabannya itu lho, susah.” Reaksi Bu Emma: “Lho, kok bisa? Memangnya kamu tidak belajar ya, Riki?”

Koda

Ian: “Kalau Riki sih memang tidak pernah belajar bu, soalnya tiap malam selalu ngajakin mabar Mobile Legends.” Bu Emma: “Oalah, pantesan.” 

5. Stasiun Kereta Api

Abstraksi

Siang hari di Stasiun Kencana, ada seorang petugas yang tengah berjaga di tepi rel kereta api.

Orientasi

Tak lama kemudian, rombongan orang pun menghampiri petugas tersebut dan bertanya “Nyuwun sewu pak, mau bertanya, kereta api tujuan Surabaya lewatnya jam berapa ya pak?”

Krisis

Petugas: “Jurusan Surabaya nanti jam 3 sore keretanya baru tiba, pak.”

Rombongan: “Oh gitu, kalau jurusan Semarang lewatnya jam berapa tuh pak?”

Petugas: “Sekitar jam 1 dini hari, pak.”

Rombongan: “Kalau kereta jurusan Yogyakarta?”

Petugas: “Oh, kereta api jurusan Yogyakarta tidak lewat sini, pak. Maaf pak, sebenarnya bapak mau kemana ya?”

Rombongan: “Enggak kemana-mana kok pak, cuma mau nyebrang saja.”

Reaksi dan Koda

Petugas pun hanya bisa geleng-geleng kepala sambil mengumpat dalam hati. 

6. Penyuluhan Peduli Lingkungan

Abstraksi Pada Minggu pagi yang cerah, Balai Desa mengadakan penyuluhan mengenai kebersihan lingkungan dari sampah.

Orientasi

Dalam penyuluhan itu, kepala desa menyampaikan arahan tentang bahaya sampah plastik yang dapat merusak lingkungan. “Bapak-Ibu, mari kita buang sampah plastik di tempat yang benar.”

Lalu, ia menambahkan, “Karena plastik susah terurai, alangkah baiknya kalau bisa didaur ulang atau digunakan kembali.”

Krisis

Setelah kegiatan berakhir, panitia menyajikan hidangan berupa makanan dan minuman dengan tempat plastik. Warga dengan sigap mengumpulkan sisa wadah tersebut, lalu menyerahkannya untuk dikemas ke dalam tas milik kepala desa.

Kepala desa dibuat heran dengan tingkah warganya. Ia pun bertanya dengan bingung, “Lho, kenapa sampah plastik ini malah dimasukkan ke dalam tas saya?”

Reaksi

Warga kompak berkata, “Bukannya tadi Bapak sendiri yang bilang sampah plastik berbahaya? Jadi, kami kumpulkan semua biar Bapak bisa langsung daur ulang.”

Koda

Seketika wajah kepala desa memerah, ia pun langsung memilih pulang. 

Halaman:

Advertisement