Advertisement
Source : pexels.com/@karolina-grabowska

Contoh Teks Anekdot Politik, Ekonomi, dan Pejabat serta Strukturnya

Berikut ini contoh teks anekdot politik, ekonomi, dan pejabat yang dilengkapi dengan strukturnya dapat kamu jadikan sebagai acuan dalam membuat karya.

3 September 2025 Ikki Riskiana

Reaksi contoh teks anekdot politik, ekonomi, dan pejabat

Samijan tertawa ketika mobil mercy tersebut mulai dihidupkan untuk beranjak pergi. Pria rapi tadi masih menggerutu karena perlakuan dari Samijan yang berani menjahilinya.

Samijan : “Hahahahaha, yang gila itu justru bapak, masak orang kaya minta rokok ke orang gila, hahahaha.”

Tanpa ada kata apapun dari pengendara mobil mercy tersebut dia langsung tancap gas. Sementara itu samijan menikmati puntung rokok yang masih cukup panjang dari pengendara mercy tadi.

5 Contoh Teks Anekdot dalam Kehidupan Sehari-Hari

Contoh Teks Anekdot Tema Pejabat

Selain dua tema di atas, berikut ini ada contoh teks anekdot dengan tema pejabat.

Abstrak contoh teks anekdot politik, ekonomi, dan pejabat

Minggu pagi itu terlihat sangat cerah, tentu saja Maryono sangat riang gembira. Buruh pabrik tersebut bisa beristirahat sambil menikmat paginya dengan secangkir kopi tidak lupa sebatang rokok.

Sambil asyik membaca surat kabar online minggu pagi maryono terlihat sangat bahagia. Kapan lagi buruh pabrik bisa berlagak seperti bos, meskipun hidupnya masih di rumah kontrakan.

Komplikasi contoh teks anekdot politik, ekonomi, dan pejabat

Maryono mengangkat gelas untuk menyeruput kopi hangat, namun belum sampai menyentuh bibir. Sudah terdengar suara rombongan mobil dengan sirine kencang yang mengagetkannya.

Tentu saja seruputan pertama kopi Maryono harus berceceran karena kaget dengan suara tadi. Dalam hati Maryono merasa gusar mengapa harus ada ramai-ramai di hari minggu seperti ini.

Waktu minggu pagi seperti ini kebanyakan orang juga masih di sawah. Sementara ibu-ibu juga belum selesai mencuci di sungai, mengapa sudah ada rombongan mobil iring-iringan masuk.

Ternyata setelah dia melongokkan kepalanya keluar jendela, terlihat mobil plat merah bersama rombongannya. Mulai turun seorang pria memakai peci hitam, ternyata adalah bupati petahana.

Memang sekarang waktu menjelang pemilu sehingga wajar saja ada rombongan seperti ini. Padahal, selama lima tahun Maryono mengontrak di desa ini belum pernah ada tokoh atas datang.

Lanjutan contoh teks anekdot politik, ekonomi, dan pejabat

Dia kembali menikmati kopi di ruang tamu dan melanjutkan aktivitas santainya. Sampai seseorang berbadan tegap menghampiri kontrakan Maryanto kemudian menyuruhnya keluar.

Lelaki berbadan tegap : “Pak mohon keluar sebentar ada kunjungan dari bupati ke desa adem ayem.”

Maryanto hanya menjawab dengan anggukan lalu lelaki berbadan tegap tadi langsung pergi begitu saja. Mungkin untuk memberitahu rumah sebelah terkait perkara serupa.

Maryanto membetulkan sarung lalu keluar sambil menenteng kopi di tangan. Tidak lupa batang rokok tetap nangkring di mulutnya karena mubazir ketika harus dibuang begitu saja.

Maryanto menyaksikan orasi dari bupati kepada beberapa warga yang berkumpul di jalan. Mayoritas ibu-ibu dan anak muda karena bapak-bapak biasanya memang masih ada di sawah.

Janji manis keluar dari mulut bupati dengan mudahnya seperti seorang sales rokok ketika menawarkan produk baru. Baginya ini adalah sebuah janji belaka yang nantinya juga dilupakan lagi.

Sebagai seorang pria ekonomi menengah memang Maryanto tidak pernah memikirkan politik. Dia memang bukan orang miskin, namun dibilang kaya juga jauh dari kata itu.

Lanjutan contoh teks anekdot politik, ekonomi, dan pejabat

Sampai ketika bupati mengucapkan kalimat “Saya akan sejahterakan semua orang miskin di desa ini”. Maryanto seolah tersadar dari percakapan dengan pikirannya sendiri.

Maryanto : “Percuma pak disini semua orangnya tidak ada yang miskin, meskipun rumahnya jelek setidaknya bersyukur dan bisa bekerja sendiri tanpa minta bantuan pemerintah.”

Teriakan Maryanto tentu langsung menghentikan orasi bupati lalu dia menjadi sorotan sekarang. 

Bupati : “Maksud bapak apa?”

Maryanto : “Ya bapak hanya berjanji mensejahterakan orang miskin itu percuma. Sekarang orang di desa ini hidupnya sudah menengah pak, artinya janji bapak hanya omong kosong belaka dan tidak akan pernah dipenuhi.”

Reaksi contoh teks anekdot politik, ekonomi, dan pejabat

Sontak ibu-ibu juga bersorak mendukung gagasan maryanto karena kenyataannya memang begitu. Sudah puluhan tahun desa tersebut tidak pernah tersentuh sama sekali bantuan pemerintah.

Bahkan kantor desanya sendiri kondisinya tidak terawat karena kurangnya perhatian pemerintah. Meskipun banyak rumah kayu di desa tersebut, namun semua orang masih mampu hidup mandiri.

Contoh Teks Anekdot Dialog Singkat beserta Strukturnya yang Baik dan Benar

Penutup

Ketiga contoh teks anekdot politik, ekonomi, dan pejabat sudah Mamikos berikan sehingga kamu dapat menjadikannya referensi ketika hendak membuat sendiri. Semoga bermanfaat, ya.


Halaman:

Advertisement