Advertisement
Source : unsplash.com/id/@stereophototyp

5 Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Sosial, Budaya, Alam, dan Gotong Royong

Pelajari contoh teks eksplanasi fenomena sosial, budaya, alam, dan gotong royong lengkap dengan struktur serta kaidah kebahasaannya.

29 Juli 2026 Lailla

Pernahkah kamu diminta untuk menulis teks eksplanasi? Ada banyak topik yang bisa kamu angkat, termasuk contoh teks eksplanasi fenomena sosial, budaya, alam, dan gotong royong. 🌋🏔️

Jika kamu ingin mempelajari teks eksplanasi terkait tema-tema tersebut, simak informasi contoh-contohnya pada artikel berikut ini.

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Sosial, Budaya, Alam, dan Gotong Royong

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Sosial, Budaya, Alam, dan Gotong Royong
unsplash.com/id/@stereophototyp
Contoh Teks Eksplanasi tentang Covid-19 beserta Strukturnya

Sebelum membahas berbagai contoh teks eksplanasi, ketahui terlebih dahulu definisi teks eksplanasi.

Secara etimologis, eksplanasi berasal dari bahasa Inggris ‘explanation’ yang artinya penjelasan atau pemaparan.

Dalam konteks bahasa Indonesia, teks eksplanasi merupakan jenis teks nonfiksi yang menjelaskan proses terjadi atau terbentuknya suatu fenomena, seperti fenomena alam, fenomena sosial, dan budaya, yang didasarkan hubungan sebab akibat serta urutan waktu.

Saat membaca teks eksplanasi, kamu akan menjumpai informasi faktual yang menyajikan fakta-fakta objektif tanpa dibumbui opini subjektif penulis. Adapun ciri-ciri teks eksplanasi:

  1. Faktual dan logis, didasarkan fakta ilmiah, data empiris, atau realitas sosial yang dapat dibuktikan.
  2. Fokus pada fenomena dan peristiwa, bukan manusia secara spesifik, contoh: inflasi, salju, tradisi.
  3. Menggunakan konjungsi kausalitas dan kronologis, seperti sebab, akibat, karena, oleh karena itu, sehingga, kemudian, selanjutnya, dsb.
  4. Menggunakan kata kerja pasif dan istilah ilmiah, terutama pada teks yang sifatnya ilmiah.
  5. Bersifat informatif, bukan persuasif.

Tujuan teks eksplanasi adalah menjawab pertanyaan “mengapa” (alasan terjadinya suatu fenomena) dan “bagaimana” (proses terjadinya suatu fenomena).

Contoh Teks Eksplanasi dalam Kehidupan Sehari-Hari di Lingkungan Sekitar Rumah

Untuk menulis teks eksplanasi, kamu perlu mengikuti struktur penulisan teks tersebut

  1. Identifikasi fenomena yang menyatakan latar belakang serta definisi fenomena. Pada bagian ini, kamu bisa mengenalkan topik yang akan dibahas, definisi dasar, dan alasan pentingnya membahas fenomena tersebut.
  2. Rangkaian kejadian yang memaparkan proses sebab-akibat, sehingga kamu bisa menjelaskan rentetan peristiwa. Bagian ini bisa dipakai untuk menjawab pertanyaan ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ alur prosesnya dari awal hingga selesai.
  3. Ulasan atau interpretasi, berupa penutup yang memuat ringkasan, pandangan singkat, atau penegasan ulang terkait dampak fenomena tersebut.
Contoh Teks Eksplanasi tentang Fenomena Alam Hujan dan Kemarau

Nah, kini saatnya kamu mencari tahu contoh teks eksplanasi fenomena sosial, budaya, alam, dan gotong royong berikut ini.

Teks Eksplanasi Fenomena Alam

Teks eksplanasi yang berkaitan dengan fenomena alam banyak menggunakan konjungsi kausalitas dan kronologis. Pada teks ini, kamu akan banyak menjumpai istilah teknikal di bidang fisika, kimia, biologi, dan geologi.

1. Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam: Proses Terjadinya Hujan Asam

Identifikasi Fenomena

Hujan asam adalah hujan dengan tingkat keasaman (pH) di bawah 5,6, lebih rendah dibandingkan hujan normal dengan ber-pH sekitar 6. Fenomena ini penting diwaspadai karena hujan asam bisa merusak ekosistem perairan, tanaman, hingga bangunan.

Rangkaian Kejadian

Hujan asam diawali dari pembakaran bahan bakar fosil, baik pada kendaraan bermotor, pembangkit listrik, maupun aktivitas industri yang melepaskan gas sulfur dioksida (SO₂) dan nitrogen oksida (NOx) ke udara.

Sebagian gas ini mengendap ke tanah lewat deposisi kering, sementara sebagian lagi naik ke atmosfer dan bereaksi dengan uap air serta oksigen. Dengan bantuan sinar matahari, reaksi kimia tersebut mengubah SO₂ dan NOx menjadi butiran asam sulfat (H₂SO₄) dan asam nitrat. Butiran asam inilah yang kemudian turun ke bumi bersama air hujan, salju, atau kabut sebagai deposisi basah.

Ulasan/interpretasi

Saat jatuh ke permukaan, hujan asam meresap ke tanah dan mengikuti aliran air, sehingga menurunkan pH sungai dan danau yang berakibat terganggunya kehidupan biota air, mempercepat korosi pada logam dan bangunan, serta memicu gangguan pernapasan pada manusia.
Penyebab utama hujan asam adalah aktivitas industri dan transportasi, sehingga langkah mitigasi yang bisa dilakukan adalah mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan beralih ke energi terbarukan.

2. Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam: Fenomena El Nino dan Kemarau Panjang 2026

Identifikasi Fenomena

El Nino adalah fenomena iklim global yang ditandai oleh menghangatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur secara tidak normal. Bagi Indonesia, fenomena ini sangat penting dipantau karena berdampak langsung pada pola curah hujan dan musim kemarau.

Rangkaian Kejadian

Fenomena El Nino bermula ketika angin pasat yang biasanya bertiup dari timur ke barat Pasifik melemah. Pelemahan angin ini membuat massa air hangat yang biasanya terkumpul di Pasifik barat (dekat Indonesia) bergeser dan menumpuk di Pasifik tengah-timur.

Berdasarkan pemantauan BMKG hingga akhir Maret 2026, kondisi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) sempat berada pada fase netral, namun pemodelan iklim menunjukkan potensi berkembang menjadi fase El Nino pada semester kedua tahun tersebut.

BMKG kemudian memprediksi El Nino mulai aktif pertengahan 2026 dan bertahan hingga awal 2027, dengan peluang mencapai intensitas moderat sebesar 98 persen dan intensitas kuat 62 persen.

Menghangatnya suhu laut di timur memicu penurunan aktivitas penguapan dan pembentukan awan hujan di wilayah barat Pasifik, termasuk Indonesia, sehingga curah hujan di sebagian besar wilayah menurun drastis.

Ulasan/interpretasi

BMKG memperkirakan puncak musim kemarau 2026 terjadi pada bulan Juli-September, dengan dampak yang paling terasa hingga Oktober 2026, berupa risiko kekeringan, penurunan hasil pertanian, dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.

Karena dampaknya terjadi lintas sektor, kesiapsiagaan berupa penghematan air, penyesuaian pola tanam, dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi langkah antisipasi yang perlu dilakukan pemerintah dan masyarakat.

Contoh Teks Eksplanasi Gunung Meletus Pendek beserta Strukturnya Lengkap

Teks Eksplanasi Fenomena Sosial

Teks eksplanasi tentang fenomena sosial banyak menggunakan konjungsi kausalitas (sebab-akibat atau dampak). Pada teks ini, kamu akan banyak menjumpai istilah di bidang sosiologi, ekonomi, dan psikologi.

3. Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Sosial: Fenomena Judi Online yang Semakin Marak

Identifikasi Fenomena

Judi online adalah aktivitas perjudian yang dilakukan melalui platform digital. Aktivitas ini merupakan salah satu masalah sosial-ekonomi paling serius di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Rangkaian Kejadian

Kemudahan akses internet, promosi agresif melalui media sosial, dan metode pembayaran digital yang praktis seperti dompet elektronik dan QRIS memudahkan masyarakat mengakses situs maupun aplikasi judi online, bahkan lintas negara sehingga sulit diberantas sepenuhnya oleh aparat satu negara saja.

Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat nilai perputaran dana judi online sepanjang 2025 turun sekitar 20 persen menjadi Rp286,84 triliun, dari Rp359,81 triliun pada 2024.

Ulasan/interpretasi

Perjudian tetap menjadi kasus dengan laporan transaksi keuangan mencurigakan terbanyak di Indonesia. Dampaknya tidak hanya terlihat di bidang ekonomi rumah tangga yang kacau, tetapi juga meningkatnya risiko pinjaman online ilegal dan gangguan psikologis akibat kecanduan berjudi. Pemberantasan yang efektif memerlukan kombinasi penegakan hukum, pemblokiran akses, dan edukasi literasi keuangan masyarakat.

Teks Eksplanasi Fenomena Budaya

Teks eksplanasi fenomena budaya banyak menggunakan konjungsi historis dan kausalitas. Pada teks ini, istilah yang dipakai seringkali dari bidang kebudayaan, antropologi, dan linguistik.

4. Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Budaya: Pergeseran Bahasa Daerah Akibat Penggunaan Bahasa Indonesia dan Asing

Identifikasi Fenomena

Pergeseran bahasa daerah merupakan fenomena menurunnya penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa sehari-hari yang digantikan oleh bahasa Indonesia atau bahasa asing, khususnya di kalangan generasi muda perkotaan.

Rangkaian Kejadian

Urbanisasi memungkinkan masyarakat dari berbagai daerah bertemu di kota besar, sehingga peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dianggap lebih praktis dibandingkan bahasa daerah yang beragam.

Di ranah pendidikan, bahasa Indonesia dan bahasa asing (terutama Inggris) dijadikan bahasa pengantar utama, sementara bahasa daerah umumnya diajarkan sebagai muatan lokal dengan porsi terbatas.

Ditambah lagi, orang tua di kota besar cenderung membiasakan anak berbahasa Indonesia dan Inggris sejak dini agar dianggap lebih “maju” atau agar anak tidak kesulitan bersosialisasi di lingkungan yang beragam.

Ulasan/interpretasi

Akibatnya, sejumlah bahasa daerah kehilangan penutur aktif dari generasi muda dan berisiko mengalami kepunahan dalam jangka panjang.

Untuk tetap melestarikan bahasa daerah, program pendidikan bahasa daerah di sekolah, konten digital berbahasa daerah, serta kebiasaan berbahasa daerah menjadi langkah konkret yang harus segera dilakukan.

Teks Eksplanasi Gotong Royong

Teks eksplanasi gotong royong seringkali memakai konjungsi fungsi-organisasional. Pada teks ini, istilah yang sering dipakai ada di bidang sosiologi pedesaan dan bidang sosial.

5. Contoh Teks Eksplanasi Gotong Royong: Gerakan Dapur Umum Swadaya Saat Bencana Alam

Identifikasi Fenomena

Dapur umum swadaya merupakan bentuk gotong royong spontan masyarakat dalam menyediakan kebutuhan pangan bagi korban bencana alam.

Berbeda dengan dapur umum yang didirikan lembaga resmi seperti BNPB atau BPBD, dapur umum swadaya seringkali muncul dari inisiatif warga sendiri menggunakan peralatan, bahan makanan, dan tenaga yang berasal dari masyarakat.

Rangkaian Kejadian

Begitu bencana terjadi dan jalur logistik resmi belum sempat masuk, warga di sekitar lokasi bencana biasanya bergerak lebih dulu.

Pada bencana banjir bandang di Bener Meriah, Aceh, warga berinisiatif mendirikan dapur umum secara mandiri bersama TNI-Polri setelah melihat banyak penyintas berjalan kaki berhari-hari tanpa stok makanan layak. Dapur tersebut menghabiskan 25 hingga 30 dandang nasi per hari dengan lauk yang memanfaatkan hasil kebun warga dan sumbangan bumbu dari tetangga sekitar.

Pembagian peran pada dapur tersebut juga gotong royong. Misalnya warga menyediakan alat masak, tempat, dan tenaga sukarela secara swadaya, sementara pemerintah daerah biasanya memastikan pasokan bahan makanan tetap tercukupi.

Ulasan/interpretasi

Fenomena hadirnya dapur umum swadaya menunjukkan bahwa gotong royong bukan sekadar nilai budaya, melainkan mekanisme tanggap darurat yang bergerak cepat tidak hanya mengandalkan bantuan formal. Dapur umum swadaya juga memiliki fungsi sosial, seperti menjadi ruang berkumpul bagi penyintas untuk saling bercerita dan menguatkan satu sama lain di tengah situasi pascabencana.

Penutup

Demikian informasi terkait contoh teks eksplanasi fenomena sosial, budaya, alam, dan gotong royong yang bisa menjadi referensimu.

Jangan lupa untuk selalu menggunakan struktur penulisan teks eksplanasi karena itu lah yang membedakannya dengan jenis teks lainnya.

Kamu juga bisa mendapatkan contoh teks eksplanasi lainnya di blog Mamikos. Selamat belajar dan semoga bermanfaat. 📚✍️

Referensi:


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Advertisement