Advertisement
Source : https://okezone.com/

Contoh Teks Eksplanasi tentang Tsunami, Tanah Longsor, Angin Puting Beliung

Perhatikan susunan teks eksplanasi yang mengulas tentang peristiwa bencana alam berikut ini sebagai referensi.

29 Oktober 2023 Nana

1. Berdasarkan Tujuan Penulisan

Kedua jenis tulisan tersebut memiliki tujuan penulisan yang berbeda. Teks eksplanasi bertujuan untuk menyampaikan informasi, memberikan wawasan dan pemahaman baru kepada pembaca tentang bagaimana proses terjadinya suatu fenomena.

Sedangkan eksposisi adalah tulisan yang dibuat untuk menyampaikan informasi, penjelasan mengenai suatu ide, pendapat, atau pokok pikiran tanpa mempengaruhi orang lain agar menerima dan setuju dengan gagasan yang disampaikan.

Pertanyaan: Urutan Struktur Teks Eksplanasi yang Tepat adalah Sebagai Berikut

2. Berdasarkan Struktur

Penulisan contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung maupun fenomena lainnya memiliki struktur yang berbeda dari naskah eksposisi.

Pada naskah eksplanasi, susunan strukturnya terdiri dari pernyataan umum, penjelasan, dan interpretasi.

Sedangkan susunan struktur penulisan pada naskah eksposisi terdiri dari bagian tesis (pernyataan ide atau pendapat), argumentasi (berisi bukti untuk mendukung tesis), dan reinterasi (penegasan ulang pendapat).

3. Berdasarkan Kaidah Kebahasaan

Penulisan contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung, dan fenomena lainnya menggunakan kaidah kebahasaan yang khas serta berbeda dari naskah eksposisi.

Kaidah kebahasaan pada penulisan eksposisi di antaranya:

  1. Menggunakan kata keterangan (adverbia)
  2. Banyak menggunakan konjungsi seperti dan, atau, serta, dan lainnya
  3. Melibatkan penggunaan kata kerja material (kata kerja yang menunjukkan aktivitas fisik terlihat)
  4. Menggunakan kata kerja relasional
  5. Menggunakan kata kerja yang menjelaskan persepsi
  6. Menggunakan kata kerja yang menjelaskan afeksi
  7. Menggunakan kata kerja yang menjelaskan kognisi

Sedangkan kaidah kebahasaan pada penulisan contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung di antaranya:

  1. Banyak menggunakan kata dan kalimat denotatif
  2. Banyak menggunakan konjungsi kausalitas yang menyatakan hubungan sebab akibat
  3. Memakai alur kronologis dan keterangan waktu, misalnya kata kemudian, lalu, setelah, dan lainnya

Contoh Teks Eksplanasi Tsunami, Tanah Longsor, Angin Puting Beliung dan Pembahasannya

Setelah mengetahui pengertian serta struktur yang menyusunnya, kamu bisa mulai berlatih untuk membuat explanation text.

Agar tidak bingung, Mamikos akan memberikan 3 contoh explanation text tentang fenomena bencana alam beserta pembahasannya.

1. Contoh Teks Eksplanasi Tsunami

Tsunami

Tsunami merupakan kata serapan dari bahasa Jepang yang makna harfiahnya yaitu “ombak besar di pelabuhan”. Ini merupakan fenomena alam berupa gelombang air laut besar yang terjadi akibat adanya gangguan di dasar laut.

Gangguan tersebut bisa berupa pergeseran lempeng tektonik bumi, tanah longsor bawah laut, erupsi gunung api bawah laut, hingga hantaman meteor. Akibat yang ditimbulkan gangguan tersebut adalah gelombang air besar merambat ke segala arah.

Gelombang tsunami bisa mencapai kecepatan 600-900 km/jam dengan ketinggian hingga 30 meter. Pada awalnya, gelombang yang dihasilkan memiliki amplitudo relatif kecil, yakni berkisar 30-60 cm sehingga saat di laut lepas efeknya tidak begitu terasa.

Namun semakin mendekati pantai, amplitudonya membesar. 80-90% tsunami diakibatkan oleh gempa bawah laut, terutama gempa yang terjadi pada zona subduksi atau penunjangan (zona pertemuan dua lempeng yang menunjam).

Pergerakan secara vertikal di kerak bumi berakibat pada perubahan dasar laut secara tiba-tiba baik itu naik atau turun. Ini menyebabkan kesetimbangan air terganggu.

Ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut. Pada saat mencapai pantai, gelombang akan semakin besar dan menjadi tsunami. Gerakan vertikal tersebut bisa terjadi pada daerah sesar atau patahan.

Gempa bawah laut yang terjadi di zona subduksi di mana lempeng samudera menunjam ke lempeng benua sangat berpotensi menimbulkan tsunami. Biasanya, tsunami ditimbulkan oleh gempa berkekuatan 7,0 skala magnitudo momen atau lebih.

Kesimpulannya, tsunami dapat terjadi karena gempa yang mengakibatkan gerakan vertikal di dasar laut. Tanah longsor, letusan gunung api, serta hantaman benda langit raksasa berkecepatan tinggi juga dapat mengakibatkan bencana tsunami.

Halaman:

Advertisement