Contoh Teks Eksplanasi tentang Tsunami, Tanah Longsor, Angin Puting Beliung
Perhatikan susunan teks eksplanasi yang mengulas tentang peristiwa bencana alam berikut ini sebagai referensi.
Pembahasan Struktur
Kamu telah mengetahui bahwa penulisan contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pernyataan umum, rangkaian peristiwa, dan interpretasi.
Berdasarkan teks di atas, bagian pernyataan umum ditunjukkan dengan penjelasan tentang apa itu tsunami secara umum. Disebutkan pula beberapa penyebab yang mengakibatkan terjadinya tsunami.
Bagian kedua pada contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung tema tsunami di atas memberikan informasi berupa rangkaian kronologi bagaimana serta mengapa tsunami terjadi. Poin-poin penting yang perlu diperhatikan yaitu:
- Tsunami berawal dari gerakan vertikal di dasar laut
- Gerakan vertikal mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba
- Perubahan dasar laut menyebabkan air laut tidak seimbang dan menghasilkan energi dan gelombang air laut
- Gelombang ombak semakin besar saat mendekati pantai dan terjadilah tsunami
Sementara bagian ketiga pada contoh teks eksplanasi tsunami, tanah longsor, angin puting beliung tema tsunami di atas, penulis menarik kesimpulan:
- Tsunami dapat disebabkan oleh gerakan vertikal di dasar laut akibat gempa bumi
- Tanah longsor di bawah laut juga berpotensi mengakibatkan tsunami
- Letusan gunung api bawah laut adalah penyebab lain tsunami
- Hantaman benda langit raksasa ke laut yang melaju dengan kecepatan sangat tinggi bisa menimbulkan tsunami
2. Contoh Teks Eksplanasi Tanah Longsor
Tanah Longsor
Tanah longsor dapat didefinisikan sebagai fenomena geologi yang terjadi karena pergerakan massa batuan atau tanah maupun campuran keduanya kemudian menuruni permukaan lereng.
Pergerakan massa tersebut diakibatkan oleh ketidakstabilan tanah penyusun lereng. Sehingga menghasilkan jatuhnya bebatuan maupun massa tanah dalam jumlah besar.
Secara umum, fenomena alam ini disebabkan oleh dua faktor, yakni faktor pemicu dan pendorong. Faktor pemicu adalah faktor yang berpotensi menyebabkan pergerakan material penyusun lereng itu sendiri.
Sedangkan faktor pendorong yaitu faktor yang berpengaruh terhadap kondisi material. Misalnya kemiringan lereng, intensitas hujan, pelapukan, hingga penebangan liar. Hal-hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kondisi material secara langsung.
Proses terjadinya tanah longsor sendiri bermula dari air yang meresap ke dalam tanah sehingga membuat bobot tanah bertambah. Kemudian, air menembus sampai bidang gelincir dan menyebabkan pergerakan keluar lereng.
Longsor terjadi apabila besarnya gaya pendorong pada lereng lebih kuat dibanding gaya penahannya. Gaya penahan dipengaruhi oleh faktor kekuatan batuan penyusun serta kepadatan tanah.
Sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh faktor air, beban dan berat jenis batuan penyusun, serta besarnya sudut kemiringan lereng.
Tanah longsor kerap terjadi saat musim hujan. Ketika memasuki musim kemarau, retakan tanah mempermudah air meresap.
Resapan air kemudian terakumulasi di dasar lereng dan berpotensi memicu gerakan lateral. Akibatnya, material penyusunnya lebih mudah menuruni lereng dan terjadilah tanah longsor.
Tanah longsor bisa terjadi karena faktor kondisi internal tanah dan faktor eksternal. Untuk mengurangi risiko longsor, dapat dilakukan pencegahan seperti penghijauan, tidak mendirikan bangunan di tebing, tidak membuat sawah dan kolam di atas lereng.

