Advertisement
Source : Getty Images Signature/Savushkin

Contoh Tipe Data Angka dan Bukan Angka beserta Penjelasannya Lengkap

Dapatkan penjelasan komprehensif beserta contoh dari tipe data angka dan tipe data non angka di artikel berikut.

14 Oktober 2024 Fajar Laksana

1. Tipe Data Primitif

Apa yang dimaksud dengan tipe data primitif?

Tipe data primitif adalah tipe data dasar yang telah disediakan oleh suatu bahasa pemrograman

Beberapa contoh tipe data primitif yang umum dijumpai adalah:

  • Integer: Menyimpan bilangan bulat (tanpa koma), contohnya -5, 0, 10.
  • Floating-point: Menyimpan bilangan pecahan (dengan koma), seperti 3.14, -0.5.
  • Character: Menyimpan karakter tunggal, seperti ‘a’, ‘Z’, ‘!’.
  • Boolean: Menyimpan nilai kebenaran, yaitu true atau false.

2. Tipe Data Majemuk

Selanjutnya, apa yang dimaksud tipe data majemuk?

Tipe data majemuk adalah tipe data yang dibangun dari tipe data primitif atau tipe data majemuk lainnya. 

Beberapa contoh tipe data majemuk antara lain

  • String: Urutan karakter yang diapit tanda kutip, seperti “Hello, world!”.
  • Array: Kumpulan data dengan tipe yang sama, diakses menggunakan indeks.
  • Struktur: Kumpulan data dengan tipe yang berbeda, diorganisir dalam record atau struct.
  • Union: Memungkinkan sebuah variabel menyimpan nilai dari beberapa tipe data yang berbeda pada waktu yang berbeda.
  • Pointer: Menyimpan alamat memori dari suatu data.
  • Class dan Object: Konsep dasar dalam pemrograman berorientasi objek, digunakan untuk membuat blueprint dari suatu objek.

Itulah dua tipe data yang berada dalam koridor ilmu pengetahuan informatika dan komputer. Selain dua jenis tipe data yang telah dijelaskan di atas, ada juga pembagian tipe data berdasarkan tipe data angka dan data bukan angka.

Mengenali Tipe Data Angka dan Bukan Angka

Pembahasan berikutnya sebelum sampai ke ulasan contoh tipe data angka dan bukan angka adalah mengenali terlebih dahulu yang dimaksud tipe data angka dan bukan angka.

1. Data Angka (Numerik)

Data angka merupakan data yang dinyatakan menggunakan bilangan serta bisa dioperasikan secara matematis, seperti operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian. 

Data angka kemudian diklasifikasikan lagi ke dalam dua kategori utama:

a. Data Diskrit

Data diskrit adalah data numerik yang terbatas pada nilai-nilai tertentu, biasanya berupa bilangan bulat. Data diskrit tidak memiliki nilai antara dua titik. 

Contoh data diskrit adalah jumlah orang yang ada di dalam sebuah ruangan, jumlah kendaraan merk tertentu yang melewati jalan tertentu, atau hasil pelemparan dadu. 

Semua contoh data di atas adalah contoh data angka yang tidak memiliki nilai desimal atau pecahan.

Halaman:

Advertisement