Advertisement
Source : Getty Images/xtrekx

Memahami Elastisitas Permintaan dan Penawaran beserta Faktor yang Mempengaruhinya

Yuk, pelajari elastisitas permintaan dan penawaran beserta contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari!

15 April 2025 Nuril Hidayah

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

Nah, elastisitas permintaan itu tidak berdiri sendiri. Ada beberapa hal yang memengaruhinya. Yuk mari bahas satu per satu!

1. Ketersediaan Barang Substitusi

Semakin banyak pengganti suatu barang, semakin elastis permintaannya. Barang yang memiliki banyak substitusi membuat konsumen lebih fleksibel dalam memilih. 

Saat harga satu barang naik, konsumen bisa beralih ke alternatif yang lebih murah tanpa mengorbankan kebutuhan. Inilah kenapa produk dengan banyak pesaing di pasar sering mengalami permintaan yang elastis, karena konsumen bisa berpaling ke produk lain.

Misalnya: Kalau harga teh naik, orang bisa pindah minum kopi. Tapi kalau air putih yang naik, agak susah cari gantinya, kan?

2. Kebutuhan vs Keinginan

Barang kebutuhan biasanya permintaannya inelastis, sementara barang keinginan cenderung elastis. Produk kebutuhan adalah barang-barang yang memang harus dipenuhi sehari-hari, jadi permintaannya tidak akan banyak berubah meskipun harganya fluktuatif. 

Sementara itu, barang keinginan lebih mudah dikorbankan karena tidak berpengaruh langsung pada kehidupan sehari-hari, sehingga perubahan harga sangat memengaruhi keputusan membeli.

Contoh: Harga beras naik, kamu tetap beli. Tapi harga tiket konser naik, mungkin kamu berpikir dua kali.

3. Persentase Pengeluaran Terhadap Pendapatan

Kalau barang mengambil porsi besar dari pengeluaran, biasanya kamu lebih sensitif sama perubahan harganya. Ketika sebuah barang menyedot sebagian besar dari penghasilan bulanan, maka sedikit perubahan harga bisa terasa signifikan di kantong. 

Tentu saja ini membuat permintaan menjadi lebih elastis, karena konsumen akan cenderung menunda pembelian, mencari diskon, atau memilih alternatif lain yang lebih terjangkau.

Contoh: Harga motor naik 5 juta jelas lebih membuat mikir daripada harga sabun naik seribu.

4. Jangka Waktu

Untuk jangka pendek, permintaan biasanya lebih inelastis. Tapi dalam jangka panjang, orang bisa adaptasi.

Orang belum sempat beradaptasi atau mengubah gaya hidup, jadi cenderung tetap membeli meskipun harga naik. 

Namun, jika harga tinggi bertahan lama, konsumen akan mencari solusi alternatif yang lebih hemat, seperti berpindah ke kendaraan listrik, sepeda, atau bahkan beralih ke pola hidup yang lebih ramah lingkungan.

Contoh: Harga BBM naik, awalnya tetap beli. Tapi lama-lama bisa pindah ke transportasi umum.

Jenis-jenis Elastisitas Penawaran

Jika tadi dari sisi konsumen, sekarang akan membahas dari sisi produsen, yaitu elastisitas penawaran. Ada apa saja?

1. Penawaran Elastis (Elastic Supply)

Artinya, produsen bisa dengan cepat menambah jumlah barang yang ditawarkan saat harga naik.

Biasanya ini terjadi di industri yang proses produksinya mudah diatur. Misal: Barang kerajinan tangan atau makanan ringan.

Jika permintaan tiba-tiba melonjak, produsen tinggal tambah bahan baku dan tenaga kerja untuk produksi lebih banyak.

2. Penawaran Inelastis (Inelastic Supply)

Produsen tidak bisa langsung menambah produksi walaupun harga naik. Alasannya karena proses produksi membutuhkan waktu, proses alam, atau sumber daya tertentu yang tidak bisa dipercepat. 

Contohnya: Produk pertanian seperti padi atau cabai. Tidak bisa tiba-tiba panen lebih cepat hanya karena harga naik.

3. Penawaran Unit Elastis

Sama seperti permintaan, di sini perubahan harga 1% menyebabkan perubahan jumlah penawaran sebesar 1%.

Meski jarang terjadi dalam dunia nyata, konsep ini tetap penting buat analisis dan pemodelan ekonomi secara teori.

Teori Permintaan dan Penawaran serta Faktor yang Mempengaruhinya dilengkapi Contoh

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Penawaran

Sekarang, Mamikos akan membahas faktor-faktor yang membuat penawaran bisa elastis atau tidak.

1. Waktu Produksi

Semakin cepat barang bisa diproduksi, semakin elastis penawarannya. 

Misal: Produsen makanan cepat saji bisa langsung masak lebih banyak kalau permintaan naik.

Halaman:

Advertisement