5 Faktor yang Memengaruhi Cicilan KPR beserta Cara Menghitung Estimasi Bulannya
Besaran cicilan KPR setiap bulannya ini nominalnya bervariasi setiap orangnya.
3. Memiliki jangka waktu cicilan yang panjang
Dengan menggunakan KPR, kamu bisa membeli rumah mulai dari usia muda. Karena minimal usia pengajuan KPR itu 21 tahun, maka semakin muda usia kamu mengambil KPR maka semakin lama pula tenor yang bisa kamu dapatkan.
Berapa Nominal Cicilan KPR yang Ideal?
Sebenarnya, tidak ada jumlah nominal yang pasti untuk nominal cicilan KPR yang ideal. Mengingat setiap orang memiliki penghasilan dan kebutuhan yang berbeda-beda.
Meski begitu, kamu bisa memperkirakan nominal cicilan KPR yang ideal untukmu berdasarkan batas aman pembayaran hutang terhadap pemasukan pribadi atau gabungan jika sudah menikah.
Merujuk pakar keuangan Safir Senduk, alokasi ideal untuk cicilan utang adalah maksimal 30% dari total pemasukan, meski sebagian perencana keuangan berpendapat batas aman utang maksimal adalah 1/3 atau 33,3% dari total penghasilan.
Dari pemaparan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa nominal cicilan KPR yang dibayarkan setiap bulan idealnya tidak melebihi 33,3% dari total penghasilan, ya.
Faktor yang Mempengaruhi Cicilan KPR Rumah
Tahukah kamu bahwa cicilan KPR rumah dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang menentukan besar kecilnya angsuran setiap bulan, di antaranya:
1. Uang muka (down payment/DP)
Uang muka yang lebih besar akan mengurangi jumlah pinjaman yang kamu ajukan. Hal ini membuat cicilan bulanan kamu menjadi lebih ringan dan lebih mudah dikelola.
2. Jumlah pinjaman
Besarnya pinjaman menjadi dasar utama dalam perhitungan cicilan KPR. Semakin besar nominal pinjaman kamu, maka semakin tinggi juga angsuran yang harus Anda bayarkan setiap bulan.
3. Suku bunga
Suku bunga juga ikut menentukan besaran tambahan biaya yang harus dibayar di luar pokok pinjaman. Perbedaan kecil pada bunga dapat berdampak signifikan terhadap total cicilan dalam jangka panjang.
4. Tenor kredit
Tenor yang lebih panjang akan membuat cicilan bulanan terasa lebih ringan. Namun, total bunga yang dibayarkan selama masa kredit bisa menjadi lebih besar.
Jika kamu salah memilih tenor tentu dapat membuat beban finansial terasa lebih berat, bahkan mengganggu rencana masa depan seperti investasi, dana darurat, atau pendidikan anak.
Oleh karena itu, sebelum mengambil kredit rumah, kamu perlu memahami cara kerja tenor, kelebihan dan kekurangan tenor pendek atau panjang, serta cara menentukan pilihan yang paling aman sesuai kemampuan finansial.
5. Jadwal pembayaran
Umumnya, cicilan KPR umumnya dibayarkan setiap bulan sesuai kesepakatan dengan bank. Pengaturan jadwal yang tepat dapat membantu kamu menjaga arus kas tetap stabil.
Mana yang Lebih Baik antara Cicilan dengan Tenor Pendek dan Panjang?
Jawaban untuk pertanyaan satu ini tentu akan tergantung kondisi masing-masing orang. Kalau kamu memiliki penghasilan besar, kondisi finansial stabil, dan ingin cepat lunas, maka tenor pendek bisa menjadi pilihan terbaik.
Namun jika kamu baru mulai bekerja, ingin menjaga cash flow, atau masih memiliki banyak kebutuhan lain, maka tenor panjang mungkin lebih cocok.
Yang terpenting bukan sekadar cepat lunas, namun memastikan cicilan tetap aman dan tidak mengganggu kualitas hidup yang layak.
Menghitung Estimasi Cicilan KPR Rumah
Selain faktor yang mempengaruhi, kamu juga harus mengetahui besaran DP untuk memulai cicilan KPR rumah bisa ditentukan melalui rasio Loan to Value (LTV), yaitu perbandingan antara jumlah pinjaman dengan nilai properti.
Secara sederhana, LTV dihitung dengan rumus “LTV = (Jumlah Pinjaman ÷ Nilai Properti) × 100%”.
Sebagai ilustrasi, untuk KPR 200 juta, jika bank memberikan pinjaman sebesar Rp180 juta, maka LTV = (180 juta ÷ 200 juta) × 100% = 90%.
Artinya, kamu perlu menyiapkan DP sebesar 10% atau sekitar Rp20 juta. Sementara itu, jika LTV 80%, maka pinjaman menjadi Rp160 juta dan DP sekitar Rp40 juta.
Dari plafon pinjaman tersebut, cicilan kemudian dihitung berdasarkan tenor dan suku bunga. Untuk pinjaman Rp160-180 juta dengan tenor 15-20 tahun, cicilan KPR rumah umumnya berada di kisaran Rp1,2 hingga Rp1,8 jutaan per bulan.
Sebagai perbandingan, pada KPR rumah 300 juta dengan LTV 80-90%, pinjaman berkisar Rp240-270 juta dengan DP sekitar Rp30-60 juta. Dengan tenor yang sama, cicilan per bulan biasanya berada di kisaran Rp1,8 hingga Rp2,8 jutaan.
Namun, angka tersebut hanya bersifat simulasi. Untuk mengetahui estimasi cicilan KPR rumah yang lebih akurat, kamu bisa menggunakan kalkulator simulasi KPR dari bank tujuan agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi finansial kamu.
Nah, di atas tadi adalah informasi terkait cicilan KPR rumah yang bisa Mamikos bagikan kepada kamu.
Bagi kamu yang ingin mengulik lebih banyak lagi tentang informasi menarik lainnya, kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.
Referensi:
Cicilan KPR Berapa Persen Gaji? Kupas Tuntas Semuanya di Sini [Daring]. Tautan: https://www.btnproperti.co.id/blog/cicilan-kpr-berapa-persen-gaji
Apa Itu KPR? Ketahui Jenis, Syarat, dan Keuntungannya di Sini [Daring]. Tautan: https://www.btn.co.id/About/Gallery/Article/Article/Listing/2024/05/20/Apa-Itu-KPR
Mengenal Tenor KPR agar Cicilan Rumah Lebih Ringan [Daring]. Tautan: https://www.btn.co.id/id/About/Gallery/Article/Article/Listing/2026/09/11/tenor-kpr
Simulasi Cicilan KPR dan Tips Agar Pengajuan Cepat Disetujui [Daring]. Tautan: https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/perencanaan/cicilan-kpr-rumah
Halaman:


