Hari Baik Beli Tanah Menurut Islam, Hari Apa? Ini Pandangan Islam dan Penjelasannya
Cari tahu lebih jauh mengenai hari baik untuk membeli tanah, jika dilihat dari pandangan Islam.
Di dalam memulai hal apapun, kita berharap dapat berjalan dengan baik dan hasilnya pun sesuai yang diharapkan.
Seperti memulai pekerjaan, bepergian ke suatu tempat, perjanjian, dan sebagainya. Di masyarakat, tidak sedikit yang kemudian mengaitkannya dengan penentuan hari baik, tanggal baik, dan bulan baik agar segala urusan dapat berjalan lancar.
Hal ini juga dapat kita lihat ketika hendak membeli tanah. Lalu, bagaimana dalam pandangan agama sebenarnya mengenai hari baik beli tanah menurut Islam? Berikut, penjelasannya. 🏡📅🔍
Tentang Hari Baik ketika Beli Tanah dalam Pandangan Islam
Di masyarakat Indonesia, terutama Jawa, perhitungan hari baik dan hari buruk dapat kita temukan dalam pemakaian Primbon Jawa.
Tidak sedikit masyarakat yang kemudian menyelenggarakan pernikahan, membangun rumah, mengadakan hajatan, hingga menanam komoditas pangan bergantung dari perhitungan Primbon.
Lalu, bagaimana dengan hari baik beli tanah menurut Islam?
Bersumber dari laman Sinarmas Land, diketahui ada hari yang dianjurkan yaitu hari Senin yang disebut sebagai hari penuh keberkahan karena hari Senin menjadi hari Rasulullah SAW dilahirkan, hari pertama kali menerima waktu, dan diangkat menjadi Nabi.
Kemudian, hari Kamis juga sebagai hari diangkatnya amal ibadah manusia ke langit, sehingga diharapkan membangun rumah atau dalam hal ini membeli tanah dapat membawa keberkahan dan ridha Allah SWT.
Selain itu, mengutip dari laman Jombang NU hari Rabu juga dikenal sebagai hari baik untuk memulai segala sesuatu.
Sementara itu, melansir dari laman NU Online, diketahui jika perhitungan semacam ini banyak didapati dari budaya non-Islam, contohnya seperti budaya Tiongkok dengan adanya perhitungan Feng Shui.
Sehingga, meskipun ada beberapa hari yang disebut baik namun kita juga perlu kehati-hatian sebab sebagian ulama mengharamkan secara mutlak mengenai hal ini karena sepintas menuju pada kesyirikan.
Perhitungan waktu baik dan buruk umumnya kemudian akan dipercaya sebagai suatu ramalan yang pasti terjadi di masyarakat, seakan-akan apabila tanda-tanda apapun dapat memberikan pengaruh buruk atau baik.
Secara umum, tidak ada hari khusus baik atau buruk untuk membeli tanah. Semua hari dianggap baik, sehingga yang dapat menjadi fokus utama kita dalam transaksi membeli tanah adalah transkasinya halal, jujur, dan niatnya baik.
Dikhawatirkan jika keyakinan seperti ini tampak menuju kesyirikan, berisiko tergelincirnya dalam hal aqidah, hingga berkaitan dengan khurafat dan tathayyur.
Khurafat sendiri merujuk pada kepercayaan yang karut dan tahayul. Sementara tathayyur adalah anggapan akan terjadinya kesialan yang disebabkan sesuatu seperti hewan, angka, nomor, bulan, hari, dan lainnya.
Penutup
Demikian, penjelasan mengenai hari baik dalam perkara membeli tanah yang dilihat dari pandangan Islam. 🌐🔍
Referensi:
Apakah Menghitung Hari Baik-Buruk Termasuk Syirik? [Daring]. Tautan: https://islam.nu.or.id/ilmu-tauhid/apakah-menghitung-hari-baik-buruk-termasuk-syirik-ekqpF
Hari Baik untuk Membangun Rumah Menurut Islam [Daring]. Tautan: https://ecatalog.sinarmasland.com/article/inspirasi-hunian/hari-baik-untuk-membangun-rumah-menurut-islam
Anjuran Memulai Segala Sesuatu pada Hari Rabu [Daring]. Tautan: https://jombang.nu.or.id/jatim/anjuran-memulai-segala-sesuatu-pada-hari-rabu-eMbxG
Arti Khurafat dalam Islam dan Ciri-cirinya [Daring]. Tautan: https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7482322/arti-khurafat-dalam-islam-dan-ciri-cirinya
Apa itu Tathayyur dalam Islam? Ini Hukum, Contoh, dan Dampaknya [Daring]. Tautan: https://tirto.id/apa-itu-tathayyur-dalam-islam-hukum-contoh-dan-dampaknya-g2UA
Temukan Rumah Impianmu di sini:


