4 Jenis Genteng Tanah Liat beserta Bentuk dan Ukurannya untuk Atap Rumah
Apakah kalian sedang memilih jenis genteng untuk digunakan pada hunian? Berikut kita jabarkan jenis-jenisnya.
- Genteng tanah liat adalah genteng populer di Indonesia yang dibuat dari tanah liat yang dicetak, dijemur, lalu dibakar sehingga berwarna merah; dikenal tahan panas, hujan, api, serangga, sinar UV, ramah lingkungan, berumur panjang (hingga ~100 tahun), memberi sirkulasi udara baik dan menjaga suhu dalam rumah.
- Proses pembuatan singkat: pemilihan dan penggilingan tanah liat (dicampur pasir/abu/pelumas), pencetakan, pengeringan 4–10 hari, penghalusan, lalu pembakaran di tungku hingga kuat dan siap dipasarkan.
- Jenis umum beserta ukuran/kapasitas per m2: Genteng Gojer (±23×33 cm, 2,25 kg, ≈15 pcs/m2, opsi glasur), Mantili (standar/jumbo, ≈24 atau 20 pcs/m2, warna oranye), Prentul (±29×21 cm, 1,2 kg, ≈25 pcs/m2, lekukan pengunci), dan Plentong (±27,5×22,5 cm, 1,5 kg, ≈25 pcs/m2).
Genteng adalah kerangka penting untuk sebuah bangunan rumah. Selain fungsinya untuk melindungi bagian dalam rumah, genteng juga memiliki fungsi sebagai penambah keindahan dari penampilan rumah.
Tak hanya itu, beberapa wilayah di Indonesia menggunakan genteng dengan beragam bentuk untuk menentukan kebudayaan di masing-masing daerahnya. Oleh sebab itu, genteng juga memiliki makna tersendiri.
Saat ini banyak sekali bahan yang digunakan dalam proses pembuatan genteng, salah satunya berbahan tanah liat. Kira-kira apa saja jenis genteng tanah liat beserta bentuk dan ukurannya? Yuk, simak pembahasan berikut!
Apa Itu Genteng Tanah Liat

Genteng tanah liat merupakan jenis genteng yang cukup populer di Indonesia. Jenis genteng ini mempunyai banyak kelebihan dan cocok dengan kondisi iklim Indonesia.
Genteng tanah liat mampu bertahan dari cuaca panas dan hujan yang ada di Indonesia.
Oleh sebab itu, genteng ini banyak dipilih oleh kebanyakan masyarakat Indonesia terutama masyarakat kaum ekonomi menengah ke bawah.
Genteng tanah liat tentu terbuat dari bahan tanah liat yang paling bagus dan dibakar pada kubangan api, sehingga nantinya warna dari genteng akan berubah menjadi merah cerah.
Pada umumnya, pembuatan genteng tanah liat juga biasa dicampur dengan biji pasir. Dari adonan tersebut nantinya akan dicetak menjadi genteng.
Setelah dicetak menjadi bentuk genteng yang diinginkan, kemudian dikeringkan dengan cara dijemur hingga mengeras.
Setelah genteng dijemur, warnanya akan berubah menjadi cokelat kehitaman. Proses selanjutnya adalah pembakaran menggunakan tungku.
Setelah beberapa waktu diproses dan didiamkan, maka genteng tanah liat yang memiliki warna merah terang siap untuk digunakan dan dijual.
Di beberapa wilayah Indonesia khususnya di Pulau Jawa, ada banyak daerah yang menjadi produsen dari genteng tanah liat.
Macam-macam bentuk dan model cetakan genteng tanah liat serta ketebalannya akan memengaruhi harga jualnya.
Kelebihan Genteng Tanah Liat
Genteng tanah liat memiliki banyak sekali kelebihan dan juga karakteristik yang menarik jika digunakan, berikut ini penjabarannya:
- Warna Genteng Tidak Mudah Pudar
Suhu tinggi yang digunakan dalam proses pemanggangan genteng bahan tanah liat dapat membantu merekatkan warna pada bagian permukaan genteng, sehingga warna genteng tidak mudah terkelupas atau pudar seperti halnya jenis genteng keramik.
- Memiliki Umur yang Panjang
Genteng dengan bahan tanah liat tentu memiliki umur lebih panjang dibandingkan dengan bahan genteng yang lainnya.
Menurut beberapa informasi, genteng tanah liat ini mampu bertahan hingga satu abad atau sama dengan 100 tahun.
- Perawatan Genteng yang Minim
Dibandingkan dengan genteng berbahan lainnya, genteng terakota atau tanah liat memerlukan perawatan yang lebih sedikit dan ringan.
Sehingga, kalian tidak perlu secara konstan untuk menyewa jasa pembersihan genteng yang bisa dikatakan cukup mahal biayanya.
- Daya Tahan Genteng Terjamin
Genteng tanah liat ini tahan terhadap panas api, serangga, dan angin kencang. Hal itu juga bisa meningkatkan nilai jual kembali dari rumah yang kalian jual.
Halaman:



