5 Jenis-jenis Konflik dalam Organisasi beserta Contohnya Lengkap
Konflik bukan hanya terjadi di lingkungan sosial, tetapi juga rentan terjadi di lingkungan organisasi karena beberapa penyebab.
Nah, antar kepentingan ini lah yang dapat memicu sebuah perselisihan sehingga mengakibatkan munculnya sebuah konflik.
Contoh konflik dalam organisasi ini yaitu seperti antar kelompok yang saling berselisih akibat memiliki kepentingan yang berbeda-beda dan akhirnya berkonflik.
Adanya hal ini tentu juga dapat memicu munculnya sebuah perselisihan dalam sebuah kelompok tersebut.
5. Konflik Antara Organisasi
Jenis-jenis konflik dalam organisasi beserta contohnya selanjutnya adalah konflik antara organisasi satu dengan yang lain.
Konflik ini biasanya timbul sebagai bentuk persaingan antara satu organisasi dengan organisasi lainnya.
Misalnya dalam sebuah perekonomian tentunya terdapat beragam organisasi, setiap organisasi ini lah yang saling bersaing dalam bidang perekonomian.
Dengan tujuan agar masing-masing organisasi tersebut dapat unggul dari yang lain dan merupakan usaha saling mengalahkan.
Konflik ini juga dapat memicu timbulnya barang-barang baru, teknologi baru, harga yang jauh lebih rendah hingga penggunaan sumber daya yang lebih efisien.
Sebenarnya, konflik satu ini bisa berdampak positif dan berdampak negatif bagi sebuah organisasi.
Penyebab Timbulnya Konflik dalam Organisasi
Jenis-jenis konflik dalam organisasi beserta contohnya sudah dipasarkan contoh seperti di atas namun, ada baiknya kamu juga mengetahui beberapa penyebabnya.
Kenyataannya ada beberapa faktor yang menyebabkan sebuah organisasi tersebut mengalami sebuah konflik. Berikut adalah alasan atau penyebab yang bisa kamu ketahui, antara lain:
1. Kurangnya Komunikasi
Kurangnya komunikasi yang baik bisa menyebabkan timbulnya sebuah konflik dalam organisasi karena, kenyataannya komunikasi memang cukup penting.
Terlebih dalam sebuah organisasi yang terdapat beragam individu dengan berbagai sikap pastinya diharuskan memiliki komunikasi yang baik.
Apalagi jika dalam organisasi tersebut terdapat perbedaan bahasa jika tidak diimbangi dengan komunikasi yang baik dapat memicu timbulnya kesalahpahaman.
Bisa saja masing-masing individu dalam kelompok tersebut justru tidak bisa saling memahami informasi yang disampaikan.
2. Struktur
Jenis-jenis konflik dalam organisasi beserta contohnya seperti di atas bisa saja dipengaruhi oleh adanya struktur dalam organisasi.
Dalam hal ini, struktur bisa menyebabkan konflik seperti pertarungan kekuasaan antar departemen dalam sebuah organisasi atau persaingan memperebutkan SDA yang terbatas.
Tentunya, hal ini bisa mengakibatkan kelompok dalam organisasi tersebut saling berselisih dan akhirnya timbul sebuah konflik yang merugikan.
Hal ini sudah pasti akan sangat berdampak buruk bagi organisasi tersebut bahkan bisa menyebabkan timbulnya perpecahan.
3. Pribadi
Jenis konflik dalam sebuah organisasi sebenarnya tidak hanya dipicu oleh pertentangan antara individu karena masalah pekerjaan.
Karena, kenyataannya konflik ink biasa saja terjadi karena adanya permasalahan pribadi antara individu dalam organisasi.
Meskipun sebenarnya hal seperti ini dilarang untuk masuk dalam sebuah organisasi karena pasti akan sangat mengganggu pekerjaan.
Namun, kenyataannya masalah seperti ini masih cukup sering terjadi dan akhirnya menyebabkan sebuah konflik.
4. Kelangkaan Sumber Daya
Jenis-jenis konflik dalam organisasi beserta contohnya adanya kelangkaan sumber daya. Ternyata hal ini juga dapat memicu timbulnya konflik.
Sumber daya yang langka terlebih soal keuangan dapat memicu ketegangan karena membuat setiap kelompok dalam organisasi akan saling berebut.
Karena itulah keterbatasan sumber daya maupun dana bisa saja memicu timbulnya sebuah konflik dan akhirnya menyebabkan perpecahan.
Kemungkinan hal ini masih cukup sering terjadi dalam sebuah organisasi terlebih tidak semua yang dibutuhkan memang dapat diperoleh.
5. Ketidakjelasan Tanggung Jawab
Jenis-jenis konflik dalam organisasi beserta contohnya ketidakjelasan tanggung jawab dalam sebuah organisasi juga dapat memicu timbulnya sebuah konflik yang berkepanjangan.
Apalagi pada dasarnya setiap individu memang tidak mau bertanggung jawab untuk hal-hal yang kurang menguntungkan untuk mereka.
Ketidakjelasan tanggung jawab ini bisa memicu sikap saling melempar tugas dan kewajiban sehingga memicu timbulnya konflik.
Sudah pasti hal ini akan sangat merugikan organisasi dan mengakibatkan timbulnya perpecahan dalam sebuah organisasi.
Halaman:

