Advertisement
Source : nevadasmallbusiness.com

5 Jenis-jenis Konflik dalam Organisasi beserta Contohnya Lengkap

Konflik bukan hanya terjadi di lingkungan sosial, tetapi juga rentan terjadi di lingkungan organisasi karena beberapa penyebab.

8 Januari 2026 Ikki Riskiana

6. Sikap Saling Tidak Percaya

Jenis-jenis konflik dalam organisasi beserta contohnya adanya sikap saling tidak percaya juga bisa mengakibatkan timbulnya sebuah konflik.

Karena pastinya ketika setiap individu saling tidak percaya akan mengakibatkan mereka saling berselisih atau saling menuduh.

Bahkan kondisi ini dapat memicu perselisihan hingga pertengkaran antar individu yang tentunya akan mengurangi kinerjanya.

Karena itu, setiap individu dalam sebuah kelompok memang harus dituntut untuk saling percaya satu sama lain dengan tujuan mencegah perselisihan.

7. Pemimpin yang tidak Responsif

Dalam sebuah organisasi, konflik tidak hanya bisa terjadi antar individu karena, nyatanya konflik juga bisa terjadi antara pemimpin dan bawahan.

Hal ini sudah pasti akan sangat mempengaruhi kinerja dalam sebuah kelompok karena atasan dan bawahan yang berselisih.

Padahal seharusnya seorang pemimpin harus bisa responsif dengan bawahannya demi kemajuan sebuah organisasi.

Jika hal ini tidak ada tentunya tujuan organisasi juga akan sulit tercapai karena antara atasan dan bawahan yang tidak kompak.

8. Ketidakjelasan Pengambilan Keputusan

Jenis-jenis konflik dalam organisasi beserta contohnya juga bisa terjadi karena adanya ketidakjelasan dalam pengambilan keputusan.

Misalnya dalam pengambilan keputusan pembagian kerja jika tidak ada kejelasan pasti akan menghambat pekerjaan.

Ketidakjelasan ini akan membuat setiap individu merasa bingung dalam mengerjakan pekerjaannya dan membuat pekerjaan tidak tertata.

Apalagi jika ada perebutan kerja dalam sebuah organisasi yang melibatkan masing-masing individu.

9. Sikap Saling Mempertahankan Pendapat

Terkadang sikap saling mempertahankan pendapat satu sama lain juga bisa memicu timbulnya sebuah konflik dalam sebuah organisasi.

Biasanya setiap individu pasti memiliki pendapat masing-masing dan saling bertentangan hal ini bisa memicu timbulnya konflik.

Apalagi jika dalam hal mempertahankan sebuah pendapat tidak jarang setiap individu melakukan berbagai cara untuk mempertahankan pendapatnya.

Sikap kurang mengalah dan memusyawarahkan pendapat terbaik ini bisa memicu timbulnya perselisihan.

10. Adanya Rasa Ketidakpuasan

Ketidakpuasan yang dirasakan oleh seorang individu dalam sebuah kelompok nyatanya juga salah satu pemicu sebuah konflik.

Mereka pasti akan merasa kurang puas dan jengkel dengan kinerja atau sebuah keputusan sehingga memicu saling adu pendapat.

11. Perbedaan Tujuan atau Prioritas

Konflik dapat muncul ketika setiap individu atau departemen dalam organisasi memiliki tujuan atau prioritas yang berbeda dan tidak ada penyelarasan yang jelas.

12. Perbedaan Nilai atau Budaya Kerja

Perbedaan latar belakang, nilai, atau budaya kerja antar individu dapat menimbulkan ketegangan karena cara kerja atau pandangan yang berbeda.

13. Kurangnya Penghargaan atau Pengakuan

Ketika kontribusi individu tidak dihargai atau tidak diakui, rasa kecewa dan frustrasi dapat muncul yang memicu konflik.

14. Perubahan Kebijakan Organisasi yang Mendadak

Kebijakan atau aturan baru yang diberlakukan secara tiba-tiba tanpa sosialisasi dapat menimbulkan ketidakpuasan dan konflik.

15. Kompetisi Internal yang Berlebihan

Persaingan yang terlalu ketat antar anggota organisasi dapat menimbulkan ketegangan dan perselisihan.

16. Kurangnya Sumber Informasi yang Transparan

Kurangnya keterbukaan informasi atau komunikasi yang tidak jelas dapat memicu salah paham dan konflik antar individu maupun kelompok.

17. Ekspektasi yang Tidak Realistis

Tuntutan atau target yang terlalu tinggi dan sulit dicapai dapat membuat individu tertekan sehingga muncul konflik.

Jenis-jenis konflik dalam organisasi beserta contohnya ini bisa saja terjadi dan membuat masing-masing individu saling berseteru.

Jika hal ini terjadi otomatis juga dapat memicu timbulnya sebuah konflik dan memecah belah individu dalam kelompok tersebut. 

Referensi:


Halaman:

Advertisement