21 Jenis Majas dalam Hikayat yang Sering Digunakan beserta Penjelasannya Lengkap
Sudah tahu jenis-jenis majas apa yang sering digunakan dalam penulisan hikayat? Simak informasinya berikut ini.
21 Jenis Majas dalam Hikayat yang Sering Digunakan beserta Penjelasannya Lengkap – Pernah membaca hikayat?
Pada suatu hikayat, terdapat penggunaan kalimat dan pemilihan kata yang berbeda dari karya sastra lainnya, termasuk dengan adanya majas.
Yuk, simak ulasan lengkap mengenai jenis majas dalam hikayat yang sering digunakan berikut ini!
Jenis-jenis Majas dalam Hikayat dan Penjelasannya
Daftar Isi [hide]

Suatu hikayat bisa menjadi menarik apabila menggunakan bahasa serta majas yang tepat. Tapi, apakah kamu sudah tahu majas apa saja yang biasa digunakan dalam menulis hikayat?
Majas dalam hikayat akan membuat cerita semakin menarik, tidak membosankan, bahkan membuat pembaca bisa membayangkan seakan-akan berada di dalam cerita dan mengalami kejadian yang diceritakan.
Pada artikel berikut, Mamikos akan memberikan informasi terkait jenis majas yang sering dipakai dalam hikayat beserta penjelasannya secara lengkap.
Apa Itu Majas dalam Hikayat?
Pada suatu karya sastra seperti hikayat, majas merupakan gaya bahasa untuk mendapatkan efek tertentu, sehingga hikayat bisa menjadi lebih hidup.
Majas juga menjadi keseluruhan ciri bahasa seorang penulis sehingga cara penyampaian ceritan, pikiran, perasaan, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan semakin khas.
Penggunaan majas pada hikayat disesuaikan dengan cerita yang akan disampaikan.

Advertisement
Secara umum, terdapat majas perbandingan, majas pertentangan, majas penegasan, dan majas sindiran yang sering digunakan dalam hikayat.
Masing-masing majas tersebut masih dijabarkan lebih lanjut ke dalam beberapa contoh.
Majas Perbandingan
Pada hikayat, majas perbandingan adalah kata-kata kiasan yang memunculkan perbandingan sehingga pembaca mendapatkan kesan atau pengaruh tertentu.
Ciri-ciri majas perbandingan adalah adanya hal-hal yang dibandingkan secara langsung ataupun secara tidak langsung.
Majas perbandingan terdiri dari beberapa jenis, seperti:
1. Majas Asosiasi
Majas asosiasi yaitu majas perumpamaan adalah majas yang tujuannya membandingkan kedua hal yang karakteristiknya berbeda, namun dianggap sama.
Ciri majas asosiasi adalah mengandung unsur kata “bak”, “laksana”, “bagai”, “bagaikan”, “seperti”, “seumpama”.
Contoh: Tabiat raja dan ratu sangat keras seperti batu.
2. Majas Metafora
Majas metafora adalah majas yang digunakan untuk membandingkan dua hal secara langsung dalam bentuk perbandingan analogis.
Untuk membedakan jenis majas metafora dengan majas perbandingan yang lainnya adalah pada majas metafora tidak ada kata hubung (konjungsi) dalam kalimatnya.
Contoh: Sudah bukan hal yang aneh jika sang putri adalah anak emas sang raja.