Advertisement
Source : https://unsplash.com/@martenbjork

3 Jenis Teks Editorial Beserta Contohnya Lengkap dalam Bahasa Indonesia

Apakah kamu tahu jenis-jenis teks editorial dalam bahasa Indonesia? Simak artikel jenis dan contoh teks editorial berikut ini.

18 September 2023 Lailla

1.Contoh Teks Editorial Kontroversial

Judul: Bahaya Begadang Bagi Kesehatan Remaja

Tesis

Budaya begadang bagi remaja bukan lagi hal yang aneh, apalagi saat ini ada banyak distraksi yang membuat remaja mengulur waktu tidur. Padahal, dampak begadang bagi kesehatan remaja sangat berbahaya dan jika menjadi kebiasaan bisa mengganggu konsentrasi serta kecerdasan emosi.

Argumentasi

Misalnya saja karena ada notifikasi di handphone, berita tentang hari itu yang belum dibaca, hingga tayangan-tayangan seru via aplikasi streaming yang sayang untuk diabaikan.

Waktu tidur yang seharusnya bisa dijalankan tepat waktu menjadi lebih lama karena adanya agenda tambahan tersebut. Alhasil, baik kualitas maupun kuantitas waktu tidur lah yang akan terdampak.

Rekomendasi waktu tidur yang ideal bagi remaja menurut National Sleep Foundation adalah 8 hingga 10 jam per malam. Namun, hasil analisis yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa rata-rata remaja di Indonesia mempunyai waktu tidur kurang lebih 7,35 jam saja.

Apabila merujuk pada hasil penelitian tersebut dan membandingkannya dengan waktu ideal, jelas bahwa waktu tidur remaja masih belum memenuhi standar.

Kekurangan waktu tidur tidak hanya berdampak pada rasa lelah dan penurunan konsentrasi. Lebih dari itu, remaja bisa mengalami gangguan penyakit kronis, misalnya tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes, serta depresi jika dibiarkan terus-menerus.

Agar hal tersebut tidak terjadi, remaja bisa lebih disiplin dalam melakukan manajemen waktu, tidak terkecuali waktu tidur.

Sebaiknya kegiatan yang membuat waktu tidur tertunda, seperti bermain ponsel, mengobrol dengan orang lain, dan makan terlalu kenyang dikurangi.

Penegasan Ulang

Masalah waktu tidur yang dimiliki remaja memang banyak ditemukan di sekitar. Namun, dengan mengetahui cara pencegahannya, dampak negatif yang diakibatkan oleh kekurangan tidur tersebut dapat diatasi.

2. Contoh Teks Editorial Eksplanatori

Judul: Perlukah Mengenalkan Gadget pada Anak Sejak Dini

Tesis

Kemajuan teknologi membuat banyak hal yang terasa sulit menjadi lebih mudah, tidak terkecuali dalam hal mendidik anak. Sudah bukan fenomena yang aneh lagi jika orang tua memberikan anaknya gadget agar lebih tenang dan orang tua bisa menjalankan aktivitas seperti biasa.

Padahal, pemberian gadget bagi anak-anak, khususnya balita dianggap kurang baik karena memberikan dampak negatif, baik secara fisik maupun mental.

Argumentasi

Gadget yang diberikan pada anak-anak atau balita bisa berpengaruh pada kesehatan mental dan fisik anak, bahkan emosionalnya. Menurut Diskominfo, anak yang terus dipaparkan pada gadget dan kecanduan berpotensi mengalami kesulitan tidur dan penurunan fokus.

Gadget yang diberikan pada anak meliputi handphone dan tablet. Apabila orang tua tidak mengantisipasi kebiasaan buruk tersebut, anak-anak dapat bisa mengalami gangguan kecemasan, kesepian, hingga perubahan mood yang sulit dikontrol.

Tidak menutup kemungkinan pula bahwa anak yang terus terpapar pada gadget bisa mengalami autisme.

Gangguan akibat pemberian gadget bisa berdampak pada perkembangan masa kini dan masa depan anak. Bagi balita yang terus dipaparkan gadget, otak anak bisa mengalami kelainan fungsi. Misalnya saja balita berpotensi mengalami kesulitan mengontrol diri sendiri, hambatan kognitif, gangguan fokus, dan sebagainya.

Penegasan Ulang

Penggunaan gadget bagi anak-anak atau balita yang tidak terkontrol memberikan dampak negatif. Oleh karena itu, sudah semestinya orang tua melakukan kontrol dan pembatasan agar anak tidak terus terjebak pada kebiasaan buruk.

Halaman:

Advertisement