4 Jenis Tindakan Sosial beserta Contoh dan Penjelasannya Lengkap
Tanpa kamu sadari, setiap orang tanpa terkecuali setiap harinya bahkan setiap detiknya sudah melakukan tindakan sosial. Simak penjelasan terkait jenis-jenis tindakan sosial dalam artikel ini.
Jenis-jenis Tindakan Sosial dan Contohnya
Max Weber membagi tindakan sosial menjadi empat jenis, yakni:
1. Tindakan Rasional Berorientasi Instrumental (Zwerkrationale)
Tindakan rasional instrumental ini berfokus pada rasionalitas manusia, planning, untung dan rugi, serta risiko, Individu mengetahui apa saja yang harus mereka lakukan, dampaknya, hingga hasil dan proses-proses yang mengikutinya.
Misalnya, tindakan untuk mengikuti SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes) yang harus dilakukan oleh lulusan SMA/SMK. Tentunya siswa/i yang bersangkutan harus mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan belajar di rumah, mengikuti bimbel, mengikuti tryout, dan lain sebagainya.
Secara rasional, siswa/i tersebut akan menerima risiko kesuksesan (masuk perguruan tinggi negeri) ataupun risiko kegagalan (tidak diterima di perguruan tinggi negeri).
Contoh lainnya dari tindakan rasional berorientasi instrumental ini antara lain:
- Kakak memutuskan untuk tidur lebih awal supaya keesokan harinya bisa bangun untuk sholat tahajud di jam 3 pagi. (Tidur lebih awal adalah tindakan, sementara tujuannya agar bisa bangun jam 3 pagi – bangun lebih dini untuk sholat).
- Ibu menyapu halaman depan tiga kali dalam sehari agar rumah tampak selalu bersih. (Menyapu adalah tindakan sosial dan tujuannya adalah agar rumah selalu bersih).
- Adik makan dengan cepat karena tidak ingin terlambat sampai ke sekolah. (Makan dengan cepat adalah tindakan sosial, dan tujuannya adalah untuk sampai ke sekolah tepat waktu).
- Rani belajar hingga larut malam agar bisa mendapatkan nilai terbaik di ujian akhir. (Belajar adalah tindakan sosial, tujuannya adalah memperoleh nilai tinggi).
- Seorang pedagang memberikan potongan harga besar saat akhir pekan agar menarik lebih banyak pembeli. (Memberikan potongan harga adalah tindakan sosial, tujuannya untuk meningkatkan penjualan).
2. Tindakan Rasional Berorientasi Nilai (Wertrational)
Tindakan rasional berorientasi kepada nilai fokus terhadap apa yuang individu anggap sebagai nilai, norma, atau keyakinan.
Misalnya, seorang istri mencium tangan suaminya sebagai bentuk penghormatan.
Atau, contoh lainnya seperti pergi ke Gereja yang dilakukan oleh umat Kristen untuk beribadah pada setiap hari Minggu.
Semua hal tersebut dilakukan secara sadar dan rasional untuk suatu tujuan yang luhur, yakni nilai-nilai atau apa yang diyakini baik oleh individu maupun masyarakat.
Namun, perlu kamu ketahui bahwa suatu tindakan berdasarkan nilai tanpa melihat nilai lainnya yang juga penting dapat dianggap tidak rasional.
Misalnya, perilaku para teroris yang melakukan tindak terorisme dengan menyangkutkan nilai agama tertentu.
Halaman:

