Contoh Kearifan Lokal Masyarakat Lampung yang Perlu Kamu Ketahui dan Keterangannya
Kearifan Lokal Lampung sangat menarik untuk diketahui terutama untuk menjaga kelestariannya. Yuk, simak beberapa contoh kearifan lokal yang berkembang di masyarakat Lampung berikut!
4. Kearifan Lokal Lampung: Djujor

Djujor terjadi ketika seorang bujangan, disebut “Mekhanai,” mengambil seorang gadis, yang disebut “Muli,” untuk menjadi istrinya.
Dalam rangka meminang Muli, Mekhanai dan keluarganya harus membayar uang adat yang disebut “Bandi Lunik” kepada wali atau ahli Muli sesuai permintaan dari keluarga Muli.
Di sisi lain, Muli juga memiliki permintaan kepada Mekhanai yang disebut “Kiluan,” yang harus dipenuhi oleh Mekhanai sesuai dengan hak-haknya.
Pelaksanaan Djujor dapat dilakukan melalui dua cara yang berbeda. Pertama, “Cara Sabambangan,” di mana Muli dilarikan dari rumahnya oleh Mekhanai dan kemudian disambut oleh keluarga Mekhanai.
Tanda-tanda penting seperti surat perpisahan dan uang pengepik diletakkan oleh Muli.
Setelah Muli tiba di rumah Mekhanai, kepala adat pihak Mekhanai memberitahu secara resmi kepada keluarga Muli bahwa anak gadis mereka telah berada di rumah Mekhanai dengan tujuan pernikahan.
Setelah itu, perundingan adat dilakukan untuk menyelesaikan segala ketentuan, dan pihak Mekhanai membayar uang penggalang sila kepada kelompok adat Muli.
Cara kedua adalah “Cara Tekahang (Sakicik Betik),” yang lebih terbuka. Pihak keluarga Mekhanai langsung melamar Muli setelah menerima persetujuan dari kedua belah pihak.
Pada saat lamaran, segala ketentuan pernikahan, termasuk uang Djujor, uang mas kawin (Bandi Balak), dan detail-detail lainnya, ditentukan.
Setelah itu, pengantin putri dinaikan ke rumah kepala adat atau jukhagan, dan pernikahan dirayakan dengan meriah.
Dalam sistem Djujor, kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi adalah tanggung jawab pihak Mekhanai, termasuk pembayaran uang jujur kepada keluarga Muli dan uang mas kawin sesuai kesepakatan.
Selain itu, pihak Mekhanai juga memberikan berbagai barang kepada keluarga Muli sebagai sesan atau benatok.
5. Kearifan Lokal Lampung: Balimau

Balimau adalah upacara penyucian diri yang melibatkan mandi di sungai atau sumber air.
Kearifan lokal masyarakat Lampung ini sering diikuti dengan doa dan ritual adat untuk membersihkan diri dari energi negatif dan memulai yang baru.
Untuk melaksanakan Balimau, seseorang perlu pergi ke sungai, laut atau sumber air yang telah ditentukan.
Di sana, mereka akan mandi sambil sambil mencampurkan wewangian alami seperti bunga-bungaan dan jeruk limau ke air. Balimau biasa dilakukan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.
Halaman:

