Advertisement
Source : Instagram.com/@adatsenibudayalampung

Contoh Kearifan Lokal Masyarakat Lampung yang Perlu Kamu Ketahui dan Keterangannya

Kearifan Lokal Lampung sangat menarik untuk diketahui terutama untuk menjaga kelestariannya. Yuk, simak beberapa contoh kearifan lokal yang berkembang di masyarakat Lampung berikut!

3 Januari 2024 Citra

6. Kearifan Lokal Lampung: Ngumbai Lawok

Ngumbai Lawok
rctiplus.com

Upacara adat ini dijalankan sebagai ungkapan rasa terima kasih para nelayan atas kelimpahan hasil laut yang mereka dapatkan.

Selain itu, mereka juga memohon keselamatan dan perlindungan dari Sang Pencipta ketika mereka berlayar.

Pelaksanaan tradisi ini melibatkan menghanyutkan kepala kerbau yang dilarung ke laut sebagai simbol pengorbanan.

Ritual yang sangat khas ini mampu menarik perhatian wisatawan yang mengunjungi Lampung.

Contoh Kearifan Lokal di Jawa Tengah beserta Maknanya Lengkap

7. Kearifan Lokal Lampung: Ngambabekha

Ngambabekha
Budaya-indonesia.org/@Roro

Upacara ini merupakan bagian dari kearifan lokal Lampung yang memiliki tujuan untuk membuka hutan atau lahan baru yang akan digunakan untuk berbagai keperluan seperti perladangan, perkebunan, atau pemukiman.

Upacara Ngambabheka bertujuan untuk mendapatkan berkah dan perlindungan dari roh atau entitas spiritual yang diyakini menghuni hutan atau lahan yang akan dibuka.

Selain itu, upacara ini juga menjadi wujud rasa hormat terhadap alam dan lingkungan sekitar.

Upacara Ngambabheka biasanya melibatkan pemuka adat atau tokoh agama setempat yang memimpin ritual.

Para peserta upacara akan berkumpul di lokasi yang akan dibuka, seringkali di hutan atau lahan yang masih alami.

Selama upacara, doa-doa dan nyanyian khusus dilantunkan untuk memohon berkah dan perlindungan.

Ngambabheka bukan hanya sekadar upacara adat, tetapi juga mencerminkan hubungan yang dalam antara masyarakat Lampung dengan alam dan lingkungannya.

8 Contoh Kearifan Lokal yang Ada di Jawa Timur dan Penjelasannya

8. Kearifan Lokal Lampung: Kukhuk Limau

Kukhuk Limau
Canva.com/@Rizky Sabriansyah

Kukhuk Limau adalah salah satu tradisi adat syukuran kehamilan yang khas dari masyarakat Lampung, biasanya dilakukan saat usia kehamilan berada di umur 5-8 bulan.

Tradisi ini merupakan ekspresi rasa syukur dan kegembiraan atas kehamilan seorang wanita.

Tujuan utama dari Kukhuk Limau adalah untuk merayakan dan mengungkapkan rasa syukur atas kehamilan.

Sebab momen ini adalah momen penting dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Sehingga momen ini harus dirayakan dengan penuh kebahagiaan.

Kearifan lokal masyarakat Lampung ini melibatkan berbagai kegiatan seperti doa bersama, nyanyian, tarian tradisional, dan perayaan bersama.

Limau sebagai Simbol: Kata “Limau” dalam Kukhuk Limau merujuk pada buah jeruk atau jeruk nipis yang memiliki makna khusus dalam tradisi ini.

Jeruk atau jeruk nipis dianggap sebagai simbol kesuburan, kebahagiaan, dan kelimpahan.

Oleh karena itu, buah jeruk atau jeruk nipis sering kali menjadi elemen penting dalam dekorasi dan makanan yang disajikan selama acara ini.

Kukhuk Limau adalah momen di mana keluarga dan teman-teman berkumpul untuk berbagi kebahagiaan dengan wanita hamil dan keluarganya.

Mereka memberikan doa-doa baik, ucapan selamat, serta hadiah-hadiah untuk mendukung perjalanan kehamilan wanita tersebut.

Halaman:

Advertisement