Kisah-Kisah Horor Anak Kost yang Bakal Bikin Kamu Susah Tidur!
Kisah Horor Anak Kost yang Bakal Bikin Kamu Susah Tidur – Jadi anak kost itu emang seru. Tinggal jauh di kota rantau dan gak jadi satu sama ortu kadang benar-benar menyenangkan. Anak kost terkadang bisa melakukan apa pun sesuka hati asal masih dalam batas-batas kewajaran dan justru hal-hal itulah yang mendatangkan pengalaman seru dan tak […]
3. Penghuni Kamar Paling Ujung

Kisah horor ini dialami oleh temanku. Sebut saja namanya Anita. Anita ini adalah seorang mahasiswi di sebuah univesitas swata. Dari kecil Anita emang orangnya pendiam sih, temannya juga gak banyak. Gak heran kalau selama menetap di tempat kost-nya, Anita jarang banget, bahkan gak pernah bergaul dengan tetangga-tetangga kost atau orang-orang di sekitar kamarnya. Bukannya sombong, Anita memang buka tipe mahasiswi yang suka bergaul dan ngobrol dengan orang lain. Selama kuliah, kegiatan sehari-harinya ya hanya kuliah, kemudian pulang, berdiam diri di kamar kostnya.
Malam itu, Anita sedang mengerjakan tugas kuliahnya. Jam di dinding udah menunjukkan pukul 10 malam. Tiba-tiba saja pintu kamar kost-nya diketuk seseorang. Jelas Anita kaget. Siapa yang mengetuk kamarnya malam-malam begini. Dia gak punya banyak kenalan dan teman yang akan bertamu di larut malam seperti ini. Apa mungkin itu ibu kost yang ingin menagih uang sewa? Tapi masa iya malam-malam begini?
Karena penasaran, Anita pun segera beranjak untuk membukakan pintu. Dengan hati-hati ia membuka pintu. Ketika pintu dibuka, di depan pintu berdiri seorang wanita. Kira-kira umurnya sama lah dengan Anita. Dia mengenakan baju setelah seperti piyama. Wajahnya pucat, pandangannya sayu, dan Anita melihat ada luka lebam di wajahnya.
Anita terdiam karena merasa tidak kenal dengan wanita itu. Melihat Anita yang sepertinya bingung, wanita itu pun tersenyum sambil menyodorkan cangkir dan bertanya, “Permisi mbak, Saya boleh minta air hangat?” Anita pun mengangguk dan mempersilakan wanita itu masuk ke dalam kamarnya.
Setelah keduanya masuk ke dalam kamar, Anita segera menyalakan pemanas pada dispenser untuk membuat air panas. Sambil menunggu air dalam galon memanas, Anita berusaha mengajak ngobrol wanita yang duduk di sebelahnya itu. Wanita tersebut memperkenalkan diri dengan nama Tari. Katanya dia tinggal di kamar yang berada di ujung lorong. Anita hanya mengangguk karena memang selama ini dia tidak pernah tau siapa-siapa saja yang tinggal di kos-kosan ini.
Karena gak tau mau tanya apa lagi, Anta akhirnya menanyakan soal luka lebam di wajah Tari. Tari menjawab bahwa ia sedang bertengkar dengan pacarnya dan akhirnya pacarnya memukul wajahnya. Mendengar hal itu, Anita menjadi kasihan dengan Tari dan menyarakannnya untuk segera lapor polisi atau setidaknya lapor ke ibu kost. Tari tidak menjawab, ia hanya tersenyum getir.
Setelah air di dispenser panas, Anita mengisi cangkir yang dibawa Tari dan Tari pun pamit untuk kembali ke kamarnya. Saat Tari berbalik, Anita melihat kepala belakang Tari terluka dan masih mengeluarkan darah. Anita bertambah kesal pada pacar Tari. Baru jadi pacar saja sudah berani menyiksa seperti itu, gimana nanti kalau udah jadi suaminya? Anita pun bertekad untuk melaporkan kejadian tadi pada ibu kost besok pagi.
Sayangnya, keesokan paginya Anita gak ketemu sama ibu kost. Akhirnya, ia pun berangkat ke kampus. Sampai kampus, Anita kuliah seperti biasanya dan saat makan siang, ia bertemu dengan Ruli, teman sekelasnya, di kantin. Mereka berdua bercakap-cakap dan berbasa-basi sambil menunggu pesananan makanan diantarkan ke meja. Di tengah percakapan, mungkin karena kehabisan topik, Ruli tiba-tiba bertanya, “Kamu kost di kost cewek Jalan Kenari, ya?”. Anita hanya mengangguk. “Kamu tau gak, katanya di daerah tempat kost kamu dulu pernah ada kasus cowo bunuh cewenya. Cewenya itu dipukulin, terus katanya kepalanya ditusuk pake gunting sampai meninggal. Serem pokoknya! Emang kudu ati-ati sekarang ini kalo pilih pacar!”
Anita terdiam. Ia tidak membalas cerita Ruli. Ia hanya bisa mengingat kejadian semalam di mana sesosok wanita meminta air hangat, wajahnya penuh lebam, dan ada luka di kepalanya. Jangan-jangan… Jantung Anita berdegup kencang. Apakah sosok Tari yang semalam tadi itu adalah hantu? Seluruh tubuh Anita merinding, tapi ia tetap berusaha berfikir positif dan bergegas makan siang biar bisa balik ke kost secepatnya.
Sampai di kost, Anita makin tak karuan pikirannya karena teringat sosok Tari semalam menyebut ia tinggal di kamar paling ujung. Anita melihat sendiri tadi kalau tidak ada kamar di ujung lorong tempat kost-nya. Adanya cuma gudang, dan gudang itu digembok dari luar. Gemboknya pun sudah berkarat, pertanda kalau gudang itu tidak pernah dibuka dalam waktu lama.
Sepanjang sore hingga malam, Anita hanya bisa terdiam, keringat membasahi tubuhnya. Ia tidak tau siapa sosok Tari yang ia temui kemarin malam. Mimpi buruknya tak berhenti di situ, karena malam itu tiba-tiba saja Anita mendengar ada suara langkah di depan kamar kostnya. Jantung Anita seakan berhenti berdetak. Ia ketakutan, tapi ia tetap harus memeriksa asal suara itu. Perlahan-lahan Anita membuka sedikit gorden jendela kostnya. Apa yang ia lihat membuatnya hampir pingsan.
Di depan pintu kamarnya, berdiri sosok Tari, wanita yang sama dengan yang ia temui tadi malam. Tetapi kali ini, bukan piyama yang ia kenakan, tapi gaun putih panjang nan lusuh. Tubuhnya penuh bercak darah, dan ada sebuah gunting menancap di kepalanya!
Sosok Tari menatap ke arah Anita. Ia tersenyum dan seketika itu juga darah mengalir di sela-sela bibirnya. Melihat pemandangan mengerikan itu, Anita langsung menutup tirai jendelanya tubuhnya gemetaran, dan semalaman itu Anita tidak bisa tidur. Ia hanya berdoa dan berdoa, ia melantunkan setiap ayat doa yang bisa ia ingat. Anita bisa tidur setelah hampir pagi. Setelah kejadian itu, Anita memutuskan untuk pindah kost dan berusaha berinteraksi dengan penghuni kost lainnya di tempat kost-nya yang baru, katanya, biar dapat teman dan kenalan yang “nyata”, bukan malah diajak kenalan sama yang aneh-aneh gara-gara gak ada teman. –THE END
Itu tadi beberapa kisah horor anak kost yang bisa Mami ceritakan di sini. Boleh percaya boleh tidak sih soal kisah horor anak kost di atas, tapi yang namanya mereka yang tak kasat mata itu terkadang memang ada. Tapi yah, asalkan kamu gak ganggu mereka, mereka juga pasti gak akan ganggu kamu kok. Apa kamu juga punya kisah horor anak kost punya kamu sendiri? Kalau iya, boleh deh diceritain di sini.
Dapatkan info kost, apartemen, dan lowongan kerja di Mamikos
- Apartemen Murah di Jakarta
- Apartemen Murah di Bandung
- Apartemen Murah di Surabaya
- Apartemen Murah di Jogja
- Apartemen Murah di Malang
- Apartemen Murah di Depok
- Apartemen Murah di Jakarta Selatan
- Apartemen Murah di Bali
- Apartemen Murah di Bogor
- Apartemen Murah di Semarang
- Apartemen Murah di Bekasi
- Apartemen Murah di Medan
- Apartemen Murah di Tangerang
- Apartemen Murah di Makassar
- Apartemen Murah di Batam
- Apartemen Murah di Solo Surakarta
- Aprtemen Murah di Palembang
Kunjungi mamikos.com untuk dapatkan Info Kost terupdate di berbagai kota di Indonesia
Download Aplikasi Mamikos di Play Store untuk akses yang lebih mudah disini
[sg_popup id=”8″ event=”onload”][/sg_popup]
Halaman:

