23 Macam Jenis Konjungsi beserta Contohnya + Fungsinya
Dalam menulis atau mengucapkan kalimat, tidak cukup hanya dengan menggunakan pilihan kata yang indah. Terdapat kaidah-kaidah penulisan yang perlu diterapkan agar kalimat mudah dibaca dan dipahami.
Konjungsi Antar Paragraf
Konjungsi antar paragraf menghubungkan dua paragraf sehingga paragraf menjadi koheren dan sistematis. Jenis konjungsi tersebut adalah
• terlebih lagi …
• disamping …
• oleh karena itu …
• berdasarkan …
• jadi …
Konjungsi Berdasarkan Fungsi
Ditinjau dari segi fungsinya, konjungsi dapat dibagi berdasarkan pengelompokan berikut.
1. Konjungsi Aditif (Konjungsi Gabungan)
Berfungsi untuk menggabungkan kata dengan kata, frasa, klausa, atau kalimat yang kedudukannya setara.
Contoh: dan, lagipula, lagi, serta
2. Konjungsi Pertentangan
Menghubungkan dua kalimat sederajat, tetapi mempertentangkan kalimat tersebut. Biasanya posisi kalimat kedua lebih penting dibandingkan kalimat pertama.
Contoh : tetapi, sebaliknya, padahal, melainkan, sedangkan, akan tetapi, namun.
3. Konjungsi Korelatif
Menghubungkan dua kalimat yang berkaitan sehingga kalimat akan mempengaruhi atau melengkapi kalimat lainnya.
Contoh: semakin …..semakin, bertambah……bertambah, tidak hanya….tetapi juga…, sedemikian rupa…, kian….. kian, sehingga…, baik…, maupun.
4. Konjungsi Disjungtif (Konjungsi Pilihan)
Konjungsi pilihan menghubungkan dua unsur sederajat dengan tujuan memilih salah satu dari dua hal atau lebih.
Contoh: maupun, baik…baik…, atau, entah…entah…, atau….atau,
5. Konjungsi Kausalitas
Menjelaskan bahwa peristiwa yang satu terjadi akibat sebab tertentu. Setiap kalimat berperan sebagai anak kalimat atau induk kalimat.
Contoh: sebab, karena, sebab itu, dan karena itu
6. Konjungsi Waktu (Konjungsi Temporal)
Menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa.
Contoh konjungsi temporal untuk menghubungkan kalimat tidak sederajat: apabila, seraya, bilamana, hingga, sementara, sejak, selama, ketika, semenjak, bila, sambil, sebelum, sampai, demi, sedari, waktu, setelah, sesudah, tatkala.
Contoh untuk menghubungkan kalimat yang sederajat: sebelumnya, sesudahnya
7. Konjungsi Final (Konjungsi Tujuan)
Menjelaskan maksud, tujuan peristiwa, atau tindakan.
Contoh: guna, untuk, supaya, agar
8. Konjungsi Akibat (Konjungsi Konsekutif)
Menjelaskan bahwa suatu peristiwa muncul disebabkan peristiwa lainnya. Bagian peristiwa penyebab diletakkan pada bagian induk kalimat, sedangkan bagian anak kalimat menunjukkan akibat.
Contoh: sehingga, sampai, akibatnya.
9. Konjungsi Syarat (Konjungsi Kondisional)
Menjelaskan jika terjadinya suatu hal disebabkan adanya syarat-syarat yang terpenuhi.
Contoh: Jika, jikalau, apabila, kalau, asalkan, bilamana.
10. Konjungsi Perbandingan
Menghubungkan dua hal dengan membandingkannya.
Contoh: sebagai, seakan-akan, seperti, bak, bagaikan, umpama, sebagaimana, bagai, ibarat,
Halaman:

