11 Makanan Khas Sumatera Barat yang Terkenal dan Enak beserta Daerah Asalnya
Kamu sedang berkunjung ke Sumatera Barat? Atau punya rencana ke Sumatera Barat? Pahami dulu berbagai masakan khas dari Sumatera Barat di sini.
7. Gulai Itiak

Olahan kuliner dari Sumatera Barat tidak melulu daging sapi, tapi juga daging hewan lain, salah satunya itik.
Adapun sajian kuliner khas dari Sumatera Barat yang menggunakan daging itik sebagai bahan utama adalah Gulai Itiak.
Gulai Itiak berasal dan terkenal di Koto Gadang Agam, Bukittinggi. Nama lain gulai itiak adalah tanak koto gadang.
Daging itik yang menjadi bahan primer masakan gulai itiak diolah dengan bumbu-bumbu seperti cabe hijau keriting, laos, jahe, kunyit, daun salam, dan daun jeruk.
8. Galamai

Galamai adalah salah satu makanan tradisional khas dari Sumatera Barat yang sering disebut sebagai “dodol” atau “jenang” versi Minangkabau.
Galamai mempunyai tekstur yang kenyal dan lengket dengan rasa manis yang khas.
Warna Galamai biasanya coklat gelap, berasal dari campuran bahan utamanya, yaitu tepung beras ketan, gula merah, dan santan.
Bahan yang digunakan untuk membuat galamai adalah tepung beras ketan, gula merah, satan, dan garam.
Semua bahan tersebut dicampur dalam wajan besar, lalu dimasak dengan api kecil sambil terus diaduk tanpa henti selama berjam-jam hingga adonan mengental dan berwarna mengkilap.
Setelah matang, adonan kemudian didinginkan dan dipotong-potong sesuai selera.
Galamai dipercaya berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat, dan sering disajikan dalam acara-acara adat atau sebagai oleh-oleh khas daerah.
Apabila kamu berkunjung ke Payakumbuh, Sumatera Barat, membawa Galamai sebagai oleh-oleh untuk orang rumah nampaknya merupakan pilihan yang tepat.
9. Lamang Tapai

Masih dari jenis oleh-oleh berupa makanan khas Sumatera Barat yang terkenal enak, yaitu lamang tapai.
Lamang Tapai adalah kuliner tradisional khas Sumatera Barat yang terdiri dari dua bagian: ‘lamang’ dan ‘tapai’.
‘Lamang’ adalah nasi ketan yang dimasak dalam bambu dengan santan, menghasilkan tekstur yang lembut dan harum.
Sementara ‘tapai’ adalah hasil fermentasi beras ketan hitam yang memiliki rasa manis, asam, dan sedikit alkoholik. Kombinasi ini menciptakan perpaduan rasa unik yang menggugah selera.
Proses pembuatan lamang dimulai dengan mencuci beras ketan, lalu memasukkannya ke dalam bambu yang dilapisi daun pisang.
Lamang Tapai biasanya disajikan saat acara adat atau perayaan tertentu di daerah Minangkabau, seperti pernikahan atau perayaan keagamaan, mencerminkan kekayaan tradisi kuliner Minangkabau.
