Advertisement
Source : elearning.smansadompu.com

Masa Sistem Pemerintahan Demokrasi Liberal di Indonesia, Ciri-ciri, Kondisi Politik, dan Kabinet

Bagaimana kondisi Indonesia semasa pelaksanaan demokrasi liberal di tahun 1949 sampai 1959? Temukan ulasan lengkapnya di sini.

18 September 2024 Fajar Laksana

7. Kabinet Karya (9 April 1957 s.d 10 Juli 1959)

Kabinet Karya adalah kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaja, berlangsung dari 9 April 1957 hingga 10 Juli 1959.

Kabinet Karya juga dikenal sebagai  Zaken Kabinet, sebuah kabinet dengan upaya terakhir di era demokrasi parlementer sebelum Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang mengakhiri sistem parlementer dan memulai Demokrasi Terpimpin.

Tokoh utama Kabinet Karya adalah Djuanda Kartawidjaja sebagai Perdana Menteri, didukung oleh beberapa menteri penting seperti Soenarjo Kolopaking sebagai Menteri Dalam Negeri dan Prof. Dr. Soepomo sebagai Menteri Kehakiman. 

Ir. Djuanda adalah seorang teknokrat yang dihormati karena netralitas politiknya, sehingga diharapkan dapat meredam ketidakstabilan politik yang saat itu marak.

Program utama kabinet ini dikenal dengan nama “Program Karya,” yang fokus pada stabilisasi ekonomi dan keamanan. 

Salah satu inisiatif penting adalah “Deklarasi Djuanda” (1957), yang menetapkan konsep negara kepulauan bagi Indonesia, memperluas wilayah laut Indonesia, dan memperkuat kedaulatan maritim. 

Selain itu, kabinet berusaha mengatasi ancaman gerakan separatis di berbagai daerah, seperti PRRI/Permesta.

Namun, Kabinet Karya mengalami kegagalan dalam mencapai stabilitas politik dan ekonomi yang diinginkan. 

Meningkatnya konflik politik antara partai-partai dan adanya tekanan dari militer serta gerakan separatis melemahkan kabinet. Krisis ekonomi, dengan inflasi tinggi dan defisit anggaran, juga memperburuk situasi. 

Teks Cerita Sejarah Bandung Lautan Api beserta Strukturnya Lengkap

Akhirnya, kegagalan kabinet ini menandai runtuhnya sistem Demokrasi Liberal di Indonesia, yang diakhiri dengan Dekrit Presiden Soekarno pada 1959.

Demikian pembahasan mengenai masa sistem pemerintahan demokrasi liberal di Indonesia, ciri-ciri, kondisi, dan kabinet. Semoga bermanfaat.

FAQ

Bagaimana kondisi sistem pemerintahan demokrasi liberal di Indonesia?

Pada masa sistem pemerintahan demokrasi liberal di Indonesia, iklim perpolitikan berjalan dengan begitu dinamis, bahkan bisa dikatakan terlalu dinamis. Sebab, setiap tahunnya terjadi perubahan kabinet, sehingga setiap kabinet yang digantikan belum sempat menjalankan seluruh programnya secara optimal akibat pergantian yang terlalu intens. Tahun 1949 hingga 1959 adalah masa emas bagi partai-partai politik di Indonesia, sebab mereka punya kiprah signifikan dalam berjalannya perpolitikan dan pemerintahan mengingat diberlakukannya sistem multipartai.

Apa maksudnya demokrasi liberal di Indonesia?

Demokrasi liberal adalah sebuah sistem pemerintahan yang pernah berlaku di Indonesia, dan disebut juga dengan masa pemerintahan demokrasi parlementer. Demokrasi liberal merupakan sistem perpolitikan yang memberi perlindungan terhadap kebebasan individu secara konstitusional.

Mengapa pemerintahan demokrasi liberal di Indonesia tidak stabil?

Namun, sistem multipartai tersebut, dengan dinamika pergantian kabinet yang cenderung cepat, membuat Indonesia di masa demokrasi liberal terbilang tidak stabil

Bagaimana pelaksanaan demokrasi di Indonesia pada 1949 – 1959?

Masa sistem pemerintahan demokrasi liberal di Indonesia berlangsung dari 1949 sampai dengan 1959. Artinya, selama 10 tahun, para pendiri dan elit bangsa menerapkan masa sistem pemerintahan demokrasi liberal di Indonesia.

Apa dasar hukumnya demokrasi liberal di Indonesia?

Sistem pemerintahan demokrasi liberal atau demokrasi parlementer dijalankan dengan landasan UUDS (Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia) 1950.


Halaman:

Advertisement