Materi Informatika Kelas 11 Kurikulum Merdeka beserta Penjelasannya
Informatika kini wajib dipelajari oleh siswa di bangku SMA/SMK.Tentunya, di setiap semester siswa akan mempelajari berbagai materi pelajaran yang terbagi menjadi beberapa BAB. Simak rangkuman materinya dalam artikel ini.
Bab 2 Strategi Algoritmik dan Pemrograman
Pada bab ini, siswa akan mempelajari strategi algoritmik dan pemrograman sederhana yang diikuti dengan praktik langsung di komputer.
Siswa juga akan mengetahui proses pemrograman, berpikir komputasional, rekursi, algoritma greedy hingga pemrograman dinamis yang kerap digunakan pada aplikasi di situs-situs tertentu.
Proses Pemrograman
Pemrograman menurut buku “Oxford Dictionary of Computer Science” adalah seluruh aktivitas teknis yang dilakukan untuk menghasilkan suatu program, termasuk analisis kebutuhan dan seluruh langkah desain dan implementasi suatu program.
Program dapat menjadi solusi dari suatu permasalahan. Untuk menghasilkan program yang benar dan dapat membantu manusia dalam melakukan tugasnya, ada empat langkah yang dilakukan pada saat melakukan pemrograman, yaitu:
- Menganalisis permasalahan (Analyzing)
- Mendesain solusi (Problem Solving)
- Mengimplementasikan solusi dalam bentuk program (Coding)
- Menguji program (Testing)
Berpikir Komputasional
Berpikir komputasional ini merupakan suatu kerangka dan proses berpikir yang mencakup perangkat keras, perangkat lunak, dan menalar (reasoning) mengenai sistem dan persoalan.
Moda berpikir (thinking mode) ini didukung dan dilengkapi dengan pengetahuan teoritis dan praktis, serta teknik untuk menganalisis, memodelkan dan menyelesaikan persoalan.
Bab 3 Berpikir Kritis dan Dampak Sosial Informatika
Pada bab ini, siswa diajak berpikir kritis dan mengetahui dampak sosial informatika yang dirasakan secara langsung oleh manusia.
Misalnya saja, dampak informatika terhadap kehidupan sosial manusia yang sangat cepat mengetahui tren di dunia hanya dengan akses informasi melalui media sosial.
Pengantar Berpikir Kritis
Kemampuan berpikir adalah kemampuan yang dimiliki oleh semua manusia yang sehat. Kemampuan itu membantu untuk bertahan hidup dan mengatasi berbagai persoalan yang dihadapinya.
Semakin tinggi kemampuan berpikir seseorang maka semakin berkualitas pula keputusan-keputusan yang diambil, pekerjaan yang dilakukan, dan karya yang dihasilkan.
Dalam berbagai literatur dapat ditemukan banyak ahli yang membahas tentang berpikir kritis, misalnya Paul & Elder (2006), Glasser (2017), Clarke (2019). Masing-masing mempunyai cara pandang sendiri.
Dalam buku ini, akan digunakan referensi yang ditulis oleh Paul dan Elder (2006), yang mendefinisikan berpikir kritis (critical thinking) sebagai seni menganalisis dan mengevaluasi pemikiran dengan maksud untuk memperbaikinya.
Dengan kata lain, saat orang menghadapi suatu situasi atau mendapatkan suatu informasi baik lisan maupun tertulis, orang yang berpikir kritis akan mengambil sudut pandang tertentu kemudian menganalisis situasi atau informasi tersebut untuk mengambil kesimpulan, mengambil keputusan, atau merumuskan solusi yang tepat.
Halaman:



