Materi Sejarah Peminatan Kelas 12 IPS Kurikulum Merdeka beserta Penjelasannya
Dalam artikel berikut, Mamikos akan memberikan materi sejarah peminatan kelas 12 IPS Kurikulum Merdeka yang dilengkapi dengan penjelasannya. Yuk, cek lebih lanjut dalam artikel berikut!
Selain itu, ada pula dukungan resmi dari Liga Arab pada November 1946, yang menegaskan persaudaraan dan ikatan keagamaan antara Arab dan Indonesia.
Pengakuan De Jure dari Liga Arab tidak hanya mempermasalahkan hubungan RI-Belanda, tetapi juga menjadikannya sebagai masalah internasional yang mendapat perhatian lebih luas.
Langkah-langkah diplomasi yang dilakukan, seperti pengiriman delegasi ke Mesir pada April 1946 dan kunjungan Sutan Syahrir ke Mesir pada November 1947, adalah upaya konkret untuk memperkuat dukungan internasional terhadap kemerdekaan RI.
Dengan demikian, pengakuan dan dukungan dari negara-negara serta organisasi internasional menjadi bagian penting dalam memperjuangkan kedaulatan dan keberlangsungan RI sebagai negara merdeka.
2. Pengakuan India
Pengakuan dan hubungan antara Republik Indonesia (RI) dengan India memiliki dimensi yang penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan.
Kesamaan nasib antara kedua negara menjadi landasan kuat yang melatarbelakangi hubungan baik antara Indonesia dan India.
Selain itu, Indonesia juga menunjukkan solidaritasnya dengan memberikan bantuan berupa 500 ton beras kepada India pada tanggal 20 Agustus 1946, sebagai respons atas bencana kelaparan yang melanda India.
Langkah-langkah ini menandai kerjasama yang erat antara kedua negara dalam menghadapi tantangan kemanusiaan.
Lebih lanjut, ketika Konferensi Meja Bundar (KMB) berlangsung, Indonesia telah menyiapkan strategi untuk mempertahankan kemerdekaannya.
Salah satunya dengan mendirikan pemerintahan pengasingan RI (Indonesian Government in Exile) di New Delhi, India.
Pendirian pemerintahan pengasingan di India menegaskan komitmen RI untuk terus berjuang dan memperoleh pengakuan internasional atas kedaulatannya.
Serta menunjukkan hubungan yang erat antara Indonesia dan India dalam menyokong perjuangan kemerdekaan.
Bab V Konferensi Asia
Pada tanggal 20-23 Januari 1949, Jawaharlal Nehru mengadakan Konferensi Asia (Asian Conference) di New Delhi, dihadiri oleh 21 negara Asia yang sebagian besar saat itu masih dijajah oleh bangsa Barat.
Konferensi ini menjadi panggung bagi negara-negara Asia untuk mengemukakan tuntutan terhadap permasalahan yang dihadapi, termasuk Indonesia.
Tuntutan yang diajukan terkait dengan situasi di Indonesia seperti mengembalikan pemerintahan RI ke Yogyakarta, pembentukan pemerintahan ad interim di Indonesia dengan kekuatan politik dalam atau luar negeri paling lambat 15 Maret 1949.
Serta menarik seluruh militer Belanda dari wilayah Indonesia, dan menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia paling lambat tanggal 1 Januari 1950.
Pada tanggal 3 Maret 1951, Indonesia dan India menjalin hubungan bilateral yang penting.
Keduanya juga memegang peran kunci sebagai negara pelopor dalam pelaksanaan Konferensi Asia Afrika yang diadakan pada tanggal 18-24 April 1955 di Bandung.
Keikutsertaan Indonesia dan India dalam konferensi tersebut menunjukkan komitmen mereka dalam memperkuat kerjasama antara Asia dan Afrika.
Serta menjadi langkah penting dalam gerakan non-blok dan perjuangan anti-kolonialisme global.
Halaman:


