Advertisement
Source : pixabay/Hans

60 Contoh Kalimat Majas Alegori beserta Pengertian dan Karakteristiknya Lengkap!

Dalam pembahasan kali ini, akan dijelaskan secara lengkap mengenai majas Alegori dalam sudut pandang definisi, jenis, dan juga contoh di dalamnya.

29 September 2024 Mamikos

4. Dituliskan Secara Tegas dan Tidak Bertele-Tele

Cerita-cerita yang mengandung Majas Alegori memang biasanya dituliskan dengan bentuk yang rumit dan panjang. Namun, jika pembaca menyadari tulisan tersebut pasti mempunyai arti-arti yang tegas dan tidak bertele-tele.

Oleh karena itu, ketika menuliskan sebuah majas Alegori ke dalam sebuah karya, kamu harus memilih kalimat yang jelas dan dimengerti oleh semua orang.

75+ Contoh Majas Pleonasme dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Contoh Majas Alegori

Majas Alegori memang mempunyai gaya tulisan seni yang sangat tinggi. Majas ini biasanya ditemui dalam beberapa kalimat, puisi, maupun cerita. Inilah contoh dari Majas Alegori yang bisa Anda pelajari

1. Majas Alegori dalam Bentuk Kalimat

Majas Alegori di dalam sebuah kalimat biasanya ditulis dengan jenis kata yang menarik dan beranda-andai. Berikut adalah contoh karya kalimat yang di dalamnya mengandung majas tersebut.

  1. Saat menjalankan hidup rumah tangga, rasanya seperti mengarungi luasnya lautan dengan menggunakan bahtera. Kadang-kadang kamu akan melihat lautan yang sangat memanjakan mata dan indah, namun terkadang bahtera itu juga dihantam badai dan ombak yang membuat tubuh terombang-ambing karena adanya guncangan.
  2. Dunia ini digambarkan layaknya tumbuhan hijau yang menyihir semua mata manusia yang memandangnya. Sungguh, pemandangan indah itu sangat menakjubkan dan dan sopan terlintas di dalam pikiran. Namun, seiring berjalannya waktu, tumbuhan akan berubah warna menjadi kuning yang mengering hingga akhirnya akan musnah dengan sendirinya.
  3. Perempuan diibaratkan layaknya seekor lebah. Mereka hanya akan menghasilkan sesuatu yang baik-baik saja, makan suatu hal yang baik dan tidak akan pernah merusak sebuah tempat.
  4. Hubungan antar manusia seperti halnya dengan huruf-huruf yang dirangkai, keindahan huruf tidak akan berarti jika tanpa adanya spasi. Hal ini dikarenakan tanpa adanya jeda, huruf akan menjadi sulit dipahami, bahkan kasih sayang pun tidak akan terbentuk jika didalamnya tidak ada jarak.
  5. Beberapa orang menggambarkan ibadah layaknya berdagang. Kepercayaan dan iman adalah sebagai tempatnya, sedangkan padala serta balasannya kelak di akhirat menjadi keuntungannya.
  6. Otak manusia itu diibaratkan seperti mata pisau. Semakin kamu mengasahnya maka semakin tajam dan disegani pula oleh banyak orang. Akan tetapi, disaat Anda membiarkan mata pisau itu begitu saja, lama-lama justru menjadi tumpul, berkarat dan tidak menyilaukan lagi.
  7. Suatu aliran yang mengalir dari anak sungai bisa menggambarkan perjalanan kehidupan. Pola alirannya urut dari awal mula hulu, lembah, menyusuri tebing, dan mengalir pada anak sungai yang akan berakhir setelah bertemu dengan lautan.
  8. Waktu itu diibaratkan seperti uang, jika mereka dikelola dengan baik akan memberi banyak manfaat untuk pemiliknya, namun jika disia-siakan juga dapat merugikan.
  9. Tingkah laku koruptor diibaratkan seperti tikus-tikus yang selalu berkeliaran yang gemar makan di lumbung padi.
  10. Kehidupan manusia di bumi diibaratkan seperti permen yang tersedia dalam berbagai rasa. Ada asam, manis dan lain sebagainya.
  11. Buku merupakan jendela dunia yang dapat membuat pembacanya mengetahui dunia lewat berbagai informasi yang ditulis pada tulisan-tulisan buku yang dibaca.
  12. Tubuh ini seperti sebuah mesin yang apabila digunakan terus menerus tanpa istirahat maka akan menjadi rusak.
  13. Emosi manusia bersifat seperti api, semakin disulut maka kemarahannya akan  semakin besar pula.
  14. Sosok seorang ibu bagaikan malaikat di mata anak-anaknya, karena ibu selalu memberi kasih sayang yang sangat tulus dan juga suci.
  15. Orang yang rajin bersedekah sebenarnya digambarkan seperti seseorang yang menanam biji di lahan yang subur. Setiap biji tumbuh menjadi pohon dengan cabang-cabang yang banyak. Di suatu hari, kamu akan memetik 100 biji di setiap cabangnya.
  16. Kebohongan diibaratkan seperti candu yang jika dilakukan sekali pasti selanjutnya akan ada kebohongan-kebohongan lain yang akan muncul.
  17. Kehidupan di dunia diibaratkan seperti genre film yang bervariasi. Terkadang romantis, komedi, thriller, horor. Ada kalanya air mata menetes membasahi pipi, mengundang tawa dan akhirnya sampailah pada ending dalam film tersebut.
  18. Kekayaan itu seperti air laut. Saat kamu berusaha untuk membendungnya, maka lama kelamaan akan tumpah. Ketika diminum, maka kamu seakan akan merasa haus. Namun, disaat kamu bagi menjadi beberapa kotak kemudian dijemur maka akan mendapatkan garam.
  19. Memberi masukan dan saran kepada mereka seperti hanya berbicara dengan tembok yang tidak mempunyai telinga untuk mendengar.
  20. Di zaman modern seperti ini mencari orang jujur diibaratkan layaknya mencari jarum di tumpukan sebuah jerami.
  21. Al Qur’an seperti rambu-rambu yang akan menuntun manusia kepada Tuhan. Selama terus mematuhi rambu-rambu yang ada, kamu pasti selamat sampai tujuan hingga akhir.
  22. Ilmu digambarkan seperti sebuah cahaya yang mampu untuk menerangi kegelapan sehingga mempermudah kamu sebagai manusia untuk menjalankan kewajibannya. Adanya cahaya membuat manusia mengetahui isi di dalam dunia. Tanpa adanya  kehadirannya manusia bisa tersandung dan masuk ke dalam sebuah lubang.
  23. Di dunia ini hidup dilukiskan seperti keyboard piano yang tersusun berseling hitam dan putih. Jika kamu tidak berusaha untuk memahaminya maka kamu hanya akan terdiam dengan mengenal nada-nada dasar saja. akan tetapi, jika dimainkan oleh orang yang paham dan ingin belajar maka akan tercipta alunan musik merdu yang enak didengar oleh telinga.

Halaman:

Advertisement