Advertisement
Source : Canva/@camelia-ciocirlans-images

75 Contoh Majas Asosiasi Bahasa Indonesia, Pengertian, Ciri-ciri dan Tujuannya

Perlu kamu ingat bahwa majas merupakan sebuah gaya bahasa yang biasa digunakan oleh para penulis untuk menyampaikan sebuah pesan tertentu dengan sangat inovatif, imajinatif dan kias.

29 September 2024 Mamikos

Dengan membandingkan objek yang memiliki bentuk berbeda jauh, tentu tulisan tersebut akan terlihat jauh lebih menarik dan memiliki sifat yang tidak monoton ketika dibaca sehingga tidak akan membuat pembaca menjadi jenuh dan bosan serta para pembaca pun akan lebih semangat untuk meneruskan bacaan tersebut.

Apa yang Dimaksud Teks Deskripsi? Pengertian, Struktur, Jenis dan Kebahasaan

2. Tujuan Penjelas

Terkadang para penulis mengalami kesulitan untuk memberikan sebuah penjelasan yang memang sulit untuk diucapkan secara lisan ataupun tulisan karena bersifat subjektif.

Maka dari itu, dengan menggunakan majas jenis asosiasi atau membandingkannya pada objek lain yang memiliki sifat lebih objektif, maka diharapkan pembaca atau pendengar tersebut bisa memperkirakan sendiri objek yang dimaksudkan atau digambarkan oleh penulis.

Jadi, secara tidak langsung majas asosiasi ini menjadi penjelas dari maksud yang ingin disampaikan oleh penulis dalam karya sastranya.

80 Contoh Kalimat Majas Litotes beserta Penjelasannya yang Benar

3. Tujuan Deskripsi

Tujuan selanjutnya yaitu untuk mendeskripsikan suatu objek. Karena tidak semua objek yang dilihat oleh sudut pandang para penulis bisa dideskripsikan dengan sangat jelas, maka untuk bisa mempermudah dalam pengucapannya, penulis bisa menggunakan majas jenis asosiasi ini.

4. Tujuan Membandingkan Objek Pada Kalimat

Tujuan ini mungkin merupakan tujuanĀ  yang disadari oleh sebagian pembaca karya sastra. Karena majas ini berguna untuk membandingkannya dengan objek yang lain.

Hal ini tentu dilakukan karena untuk menunjukkan bahwa objek yang dibandingkan tersebut memiliki kesamaan dengan objek yang dibandingkan.

65 Contoh Kalimat Majas Antitesis, Pengertian, Jenis, dan Ciri-cirinya

Contoh Majas Asosiasi

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa majas ini biasa digunakan dalam karya sastra. Adapun contoh penggunaan majas asosiasi dalam karya sastra adalah sebagai berikut.

  1. Wataknya keras seperti batu, kau harus sabar dalam menasihatinya!
  2. Suaranya mengagetkan semua orang bagaikan guntur yang sedang menggelegar.
  3. Tatapan matanya begitu tajam bak silet.
  4. Hatinya bagaikan kaca, begitu mudah pecah saat tersakiti.
  5. Kebahagiaannya seperti pelangi yang muncul setelah hujan badai.
  6. Pandangannya setajam elang yang tengah memburu mangsa.
  7. Suaranya selembut alunan angin di pagi hari.
  8. Harapannya menguap bagai embun yang lenyap diterpa sinar matahari.
  9. Wajahnya berseri seperti bunga mekar di musim semi.
  10. Perasaannya rapuh seperti daun kering yang mudah hancur.
  11. Kecepatannya bagaikan kilat yang membelah langit malam.
  12. Senyumnya manis seperti madu yang memikat lebah.
  13. Gerak tubuhnya lincah seperti kucing yang sedang berburu.
  14. Tangisannya deras bak hujan yang tak kunjung reda.
  15. Semangatnya menyala-nyala seperti api unggun di malam yang dingin.
  16. Pertemuannya dengannya terasa seperti mimpi di siang bolong.
  17. Suara tawa mereka menggema seperti denting lonceng di ruang kosong.
  18. Wajahnya pucat seperti bulan yang redup di balik awan.
  19. Tatapannya dingin seperti es yang membeku di musim dingin.
  20. Langkahnya pelan seperti kura-kura yang berjalan di padang pasir.
  21. Perhatiannya selembut sentuhan sutra.
  22. Hatinya berdebar seperti gendang yang dipukul keras.
  23. Perasaannya bergelombang seperti ombak di tengah lautan.
  24. Nasihatnya menyejukkan bagaikan air di tengah dahaga.
  25. Tatapannya sehangat matahari pagi.
  26. Kepanikan itu merayap seperti ular yang mencari mangsa.
  27. Ucapannya menyentuh hati seperti nyanyian merdu.
  28. Wajahnya bersinar seperti bintang yang menghiasi langit malam.
  29. Usahanya kokoh seperti tembok yang tak tergoyahkan.
  30. Keputusannya kuat bagaikan baja.
  31. Senyumannya mengembang seperti kuncup bunga yang mekar di pagi hari.
  32. Tawanya renyah seperti bunyi kerupuk yang digigit.
  33. Hidupnya terasa hampa bagai awan tanpa hujan.
  34. Harapannya redup seperti lilin yang hampir padam.
  35. Hatinya terbakar seperti kayu dalam perapian.
  36. Persahabatan mereka kuat seperti akar pohon yang saling mengikat.
  37. Ketenangannya bagaikan air di danau yang tenang.
  38. Percaya dirinya menggelegar seperti petir di langit.
  39. Kekuatannya seteguh karang di tengah badai.
  40. Kesabarannya selembut kapas yang diterpa angin.
  41. Kemarahannya seperti badai yang datang tiba-tiba.
  42. Suaranya pecah bagaikan kaca yang jatuh ke lantai.
  43. Senyum manisnya seperti gula yang larut dalam teh.
  44. Pandangannya tajam seperti anak panah yang melesat ke sasaran.
  45. Keputusannya bulat seperti bulan purnama di malam hari.
  46. Air matanya deras seperti aliran sungai yang tak terbendung.
  47. Kata-katanya mengalir seperti sungai yang jernih.
  48. Hatinya kosong seperti ruang tanpa penghuni.
  49. Tertawanya menggema seperti suara di dalam gua.
  50. Pikiran itu menyelinap bagaikan angin yang masuk lewat celah pintu.
  51. Kesepiannya bagaikan malam tanpa bintang.
  52. Harapannya mengapung seperti balon yang terbang tinggi.
  53. Rasa sedihnya menumpuk seperti awan gelap sebelum hujan.
  54. Kekuatannya menghantam seperti ombak besar yang memukul tebing.
  55. Senyumnya cerah seperti mentari pagi yang menyinari bumi.
  56. Ucapannya menusuk seperti jarum yang menembus kulit.
  57. Cintanya padanya bagaikan akar yang tumbuh di kedalaman hati.

Halaman:

Advertisement