75 Contoh Majas Hiperbola beserta Penjelasannya, Pengertian dan Ciri-cirinya Lengkap
Majas merupakan suatu gaya bahasa yang digunakan untuk mendapatkan suasana di dalam kalimat.
2. Kalimat majas menggunakan penekanan repetisi
Sebuah kalimat berbentuk majas juga bisa disandingkan dengan repetisi. Sebenarnya setiap jenis majas dapat digabungkan untuk membentuk makna yang ingin disampaikan lewat gaya bahasa tulisan.
Majas hiperbola termasuk jenis perbandingan dalam penyusunan kalimat. Sementara itu majas repitisi berada di dalam daftar jenis penekanan yang bertujuan menekankan isi dan topik pada kalimat.
Sehingga keduanya dapat digabungkan dengan tujuan memberikan kesan dramatis, tekanan dan miris. Kamu bisa menggunakan penggabungan majas tersebut untuk mengungkapan suatu kondisi yang miris dan kontras.
Contohnya seperti pada kalimat “Ucapan pedasnya bak menusuk-nusuk hatiku”. Repetisi dalam kalimat majas tersebut adalah kata “menusuk-nusuk” yang menekankan kondisi sakit dan miris akibat perkataan seseorang.
3. Kalimat majas menggunakan ungkapan surealis
Fungsi dari majas hiperbola juga bisa kamu lihat lewat kalimat romantis dari banyak orang. Maknanya menjadi berlebihan dengan tambahan ungkapan surealis di depan maupun akhir kalimat.
Contoh kalimatnya “Hatiku meleleh saat pria itu mengungkapkan cintanya padaku”. Dalam kalimat tersebut penggunaan ungkapan surealis terlihat dari kata “hatiku meleleh” yang menunjukkan kesan berlebihan dan tidak mungkin.
Hati adalah organ dalam manusia yang tersembunyi dan tidak dapat dijangkau dengan mudah. Organ hati bentuknya layaknya daging yang terbungkus dan tidak bisa bersifat meleleh.
Penggunaan kata “meleleh” bisa berasal dari ungkapan surealis atau tidak akan mungkin terjadi. Sehingga kata tersebut digunakan hanya untuk menekankan efek hiperbola di dalam kalimat.
4. Kalimat majas menggunakan kombinasi hipalase
Kalimat majas hiperbola juga dapat dikombinasikan dengan berbagai jenis lainnya agar tercipta makna yang diinginkan. Seperti salah satunya kombinasi majas hipalase yang disandingkan dengan hiperbola.
Contohnya terdapat dalam kalimat “Rina tertunduk diam lantaran amarah kekasihnya yang menggelegar”. Dalam kalimat tersebut konteks kata “amarah” dan “menggelegar” memiliki makna yang sebenarnya tidak berhubungan.
Amarah adalah suatu perasaan yang dapat diekspresikan lewat suara yang keras dan menggelegar. Namun dalam hal ini yang sifatnya menggelegar adalah nada bicaranya bukan rasa marah orang tersebut.
Halaman:



