75 Contoh Majas Hiperbola beserta Penjelasannya, Pengertian dan Ciri-cirinya Lengkap
Majas merupakan suatu gaya bahasa yang digunakan untuk mendapatkan suasana di dalam kalimat.
5. Kalimat majas tentang perkembangan ekonomi
Majas hiperbola juga bisa digunakan untuk membuat kalimat yang berhubungan dengan perkembangan ekonomi. Seperti contoh kalimat di bawah ini yang disusun untuk mengungkapkan kondisi ekonomi sebuah bangsa.
“Resesi ekonomi dapat berpotensi membuat harga bahan pokok melambung tinggi”. Terdapat beberapa kata yang ingin ditekankan pada kalimat tersebut adalah “melambung tinggi” dan “resesi ekonomi”.
Keduanya memiliki keterikatan satu sama lain yang masih berhubungan dengan ekonomi. Dalam hal ini adanya hubungan sebab dan akibat ingin ditonjolkan di dalam kalimat hiperbola.
Resesi ekonomi yang terjadi pada suatu negara bisa menimbulkan gejolak kenaikan harga. Salah satunya yaitu harga bahan pokok yang melambung tinggi akibat adanya resesi ekonomi yang berkepanjangan.
6. Kalimat majas menggunakan makna negatif
Pernahkah kamu mendengar kata yang memiliki makna negatif namun saat disusun menggunakan gaya bahasa hiperbola justru berubah artian? Rupanya hal serupa bisa kamu temukan dalam contoh majas hiperbola perjuangan.
Umumnya kalimat-kalimat yang digunakan dalam tema perjuangan dan kemerdekaan bertujuan memberi semangat. Seperti contoh “Pidato Gubernur membakar semangat orang-orang yang masih bertahan di tenda darurat”.
Kata yang ingin ditekankan pada kalimat di atas adalah “membakar semangat”. Umumnya sesuatu hal yang terbakar akan menyebabkan kerugian, sakit, dan hal-hal bersifat negatif lainnya.
Namun dalam kalimat hiperbola tersebut kata yang sifatnya negatif justru memiliki makna positif. Misalnya pada kata “membakar semangat” yang mempunyai makna yaitu membangkitkan semangat orang-orang di tenda darurat.
7. Kalimat majas tentang olahraga bulutangkis
Secara umum susunan kalimat majas hiperbola juga bisa ditemukan di berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Satu diantaranya saat kamu sedang asyik berolahraga dan mendengar kalimat dari olahragawan lain.
Sebagai contoh perhatikan kalimat berikut ini, “Bagi saya bulutangkis adalah segalanya”. Kalimat hiperbola tersebut berasal dari orang yang memiliki hobi dan kecintaan terhadap olahraganya bulutangkis.
Namun kesan yang dimunculkan di dalam kalimat di atas dianggap berlebihan. Hal ini lantaran orang umumnya masih membutuhkan hal-hal lainnya selain bulutangkis di dalam hidupnya.
Sehingga kesan pada kata “segalanya” berbanding terbalik dengan yang kebutuhan manusia pada umumnya. Oleh sebab itulah jenis penggunaan gaya bahasa di atas masuk ke dalam hiperbola.
Halaman:

