Penulisan Kata Serapan Disesuaikan dengan Kaidah Bahasa, ini Jenis dan Contohnya
Kata serapan harus disesuaikan terlebih dahulu dengan kaidah bahasa Indonesia agar mudah untuk diucapkan ataupun dipergunakan, lho. Apa saja jenisnya? Yuk, Mamikos berikan penjelasan di artikel ini.
Contoh kata serapan dari bahasa Sansekerta
- angka
- bahasa
- raja
- putra
- padi
- dewa
- surya
- bhakti
- weda
- karya
Kata Serapan dari Bahasa Belanda
Karena sejarah kolonial, bahasa Belanda pun turut menyumbang banyak kata serapan, khususnya di bidang administrasi, pendidikan, hukum, dan kehidupan sehari-hari.
Setelah dilakukan proses penulisan kata serapan disesuaikan dengan kaidah bahasa, berikut adalah beberapa contoh kata serapan dari bahasa Belanda yang sering dijumpai.
Contoh kata serapan dari bahasa Belanda
- kantor (kantoor)
- polisi (politie)
- rekening (rekening)
- dompet (dompet)
- dokter (dokter)
Kata Serapan dari Bahasa Portugis
Selain Belanda, bahasa Portugis juga masuk ke Indonesia melalui jalur sejarah Indonesia. Beberapa kata dipergunakan terutama di bidang makanan, pakaian, dan benda sehari-hari.
Contoh kata serapan dari bahasa Portugis
- bola (bola)
- meja (mesa)
- kamar (câmara)
- sapu (sapo)
- bendera (bandeira)
- mentega (manteiga)
- sepatu (sapato)
- garpu (garfo)
- pena (pena)
Kata Serapan dari Bahasa Jawa
Kata serapan yang disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia ternyata tidak hanya berasal dari bangsa atau negara lain, lho. Bahasa daerah seperti Jawa turut menyumbang kata serapan yang kini digunakan secara luas, terutama dalam nama tempat, jabatan, atau budaya lokal.
Contoh kata serapan dari bahasa Jawa
- kraton
- lurah
- gamelan
- wayang
- padi (pari)
- desa
- raja
- dalang
Kata Serapan dari Bahasa Hokkien (Tiongkok)
Kata serapan dari Hokkien umumnya terkait perdagangan, makanan, dan budaya Tionghoa yang berkembang di Indonesia. Banyak kata yang awalnya spesifik digunakan di komunitas Tionghoa, kemudian menyebar ke masyarakat luas.
Contoh kata serapan dari bahasa Hokkien (Tiongkok)
- cina
- toko
- kue
- mie
- bakpau
- tauco
- lumpia
- siomay
- kecap
- kopi
Penutup
Adanya kaidah tersebut juga membantu menjaga bahasa Indonesia tetap rapi dan profesional, sekaligus mempermudah komunikasi lintas generasi dan latar belakang yang beragam.
Kalau kamu ingin lebih banyak belajar soal penulisan kata serapan disesuaikan dengan kaidah bahasa dan tips menulis lainnya, jangan lupa mampir ke Blog Mamikos, ya. 🌹
FAQ
Penulisan kata serapan disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia, sesuai aturan PUEBI dan KBBI. Artinya, ejaan, pelafalan, tata bahasa, dan konsistensi penulisan kata asing diubah agar mudah dipahami, terdengar alami, dan selaras dengan standar bahasa Indonesia.
Kata serapan dapat berasal dari berbagai bahasa, baik bahasa asing maupun bahasa daerah. Bahasa asing yang sering menjadi sumber kata serapan antara lain bahasa Inggris, Arab, Belanda, Portugis, dan Sansekerta. Selain itu, bahasa daerah seperti Jawa dan bahasa Hokkien (Tiongkok) juga turut memperkaya kosakata bahasa Indonesia.
Setiap kata serapan diserap dari bahasa lain dengan menyesuaikan kaidah bahasa penerima, yakni bahasa Indonesia. Proses tersebut berupa penyesuaian ejaan, pelafalan, penyederhanaan kata, hingga tata bahasa, agar kata tersebut bisa digunakan dengan lancar dan mudah dipahami dalam komunikasi sehari-hari.
Referensi:
IV. Penulisan Unsur Serapan [Daring]. Tautan: https://ivanlanin.github.io/puebi/unsur-serapan/
Mengenal Beragam Jenis Kata Serapan dan Contohnya [Daring]. Tautan: https://katadata.co.id/lifestyle/varia/63e609dc0d03e/mengenal-beragam-jenis-kata-serapan-dan-contohnya
Penulisan Kata Serapan Disesuaikan dengan Kaidah Bahasa Penerima, Ini Maksudnya [Daring]. Tautan: https://kumparan.com/berita-terkini/penulisan-kata-serapan-disesuaikan-dengan-kaidah-bahasa-penerima-ini-maksudnya-23ChgPvHb8g
Kata Serapan: Pengertian, Cara Penulisan, dan Contoh [Daring]. Tautan: https://penerbitdeepublish.com/kata-serapan
Halaman:


