Advertisement
Source : unsplash.com/TechDaily

10 Perbedaan Reksadana dan Saham, Awas Jangan Sampai Salah Paham Ya

Buat kamu yang ingin mengetahui lebih banyak tentang investasi reksadana dan saham, kamu bisa temukan informasi selengkapnya dalam artikel ini.

20 November 2023 Bella Carla

Apa itu Saham?

Berbeda dengan reksadana, saham merupakan instrumen investasi yang menjadi tanda kepemilikan pada suatu perusahaan.

Nah, investasi saham ini memerlukan kamu sebagai investor untuk memilih perusahaan (emiten) mana yang ingin diinvestasikan.

Ketika kamu membeli saham, artinya kamu sudah membeli bagian tertentu dari perusahaan tersebut. Setelah itu, kamu akan disebut sebagai shareholder atau pemegang saham.

Harga saham sendiri sifatnya fluktuatif atau selalu berubah seiring berjalannya waktu. Inilah yang membuat investor bisa memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian ketika berinvestasi di saham.

Tak hanya keuntungan berupa uang, investor juga bisa mendapatkan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham apabila memenuhi persyaratan, seperti jumlah minimum dan jenis saham yang dimiliki.

Apa Itu Reksadana? Pengertian, Cara kerja, beserta Keutungan dan Risikonya

Deretan Perbedaan Reksadana dan Saham

Lantas, apa saja sebenarnya perbedaan antara instrumen investasi reksadana dan saham ini? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Bentuk investasi

Perbedaan pertama antara reksadana dan saham adalah salah satu yang paling mendasar dan penting untuk dimengerti.

Diketahui, reksadana merupakan sekumpulan produk investasi yang diolah oleh manajer investasi. Reksadana sendiri terbagai menjadi empat bentuk, yaitu obligasi, deposito, surat utang, dan juga saham.

Tergantung dari profil risiko investor, pembelian rasio keempat bentuk ini dapat berbeda-beda. Diversifikasi ini dilakukan untuk meminimalkan kerugian investasi.

Sementara itu, dengan membeli saham, artinya kamu sudah membeli kepemilikan suatu perusahaan.

Besarnya kepemilikan kamu akan tergantung seberapa besar persentase saham perusahaan tersebut yang dimiliki.

2. Risiko

Risiko juga menjadi perbedaan antara reksadana dan saham yang paling utama.

Jika dilihat dari risikonya, saham dinilai mempunyai risiko jauh lebih besar. Karena dengan membeli saham, tanggung jawab keputusan menjadi milik diri sendiri.

Seorang pemilik saham harus terus memantau kenaikan dan penurunan pasar saham. Tentunya hal ini tidak mudah khususnya jika kamu masih pemula.

Seiring berjalannya waktu, saham sering dinilai sebagai investasi yang high risk dan high return karena risiko tinggi dengan imbalan yang besar.

Sementara, pengelolaan dana investasi reksadana dilakukan oleh manajer investasi yang tentunya sudah berpengalaman dalam hal ini. Oleh sebab itu, reksadana lebih cocok untuk dipilih bagi pemula.

Manajer investasi akan mengelola uang yang kamu setorkan dan melakukan transaksi jual beli saham maupun menahannya agar keuntungannya optimal.

Halaman:

Advertisement