Ada Perubahan! Ini 4 Perbedaan TKA SMA 2025 dan 2026, Mulai Jumlah Soal Hingga Durasi Pengerjaan
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA 2026 menghadirkan skema ujian yang lebih ramah siswa karena durasi pengerjaan jauh lebih lapang.
- Perubahan format: TKA SMA 2026 dipanjangkan menjadi 4 hari (1 hari = 1 mata pelajaran utama), alokasi waktu diperpanjang (mis. Bahasa 75 menit, Matematika 75 menit dengan 25 soal), variasi soal lebih kaya (stimulus bertema literasi/numerasi, pilihan ganda kompleks, isian/jodohkan) dan daftar mapel pilihan diperluas hingga ~69 mata pelajaran.
- Fungsi dan ketentuan: Nilai TKA bukan penentu kelulusan sekolah tetapi menjadi asesmen standar nasional yang dapat digunakan PTN; ujian digital, tanpa skor minus (jawaban salah/nol = 0), dan aturan teknis seperti larangan kalkulator fisik serta prosedur susulan bagi yang berhalangan.
- Strategi menghadapi TKA 2026: Geser fokus ke penalaran dan pemahaman konsep (HOTS), latih teknik membaca soal ber‑stimulus, berlatih simulasi waktu baru (rata‑rata 2,5–3 menit/soal), dan jaga stamina mental selama rangkaian ujian 4 hari.
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA Tahun 2026 membawa angin segar bagi para peserta didik melalui transformasi format ujian yang lebih humanis dan berfokus pada kualitas penalaran.
Agak berbeda dengan pelaksanaan TKA tahun 2025 yang cenderung memadatkan jadwal dalam waktu yang singkat, skema terbaru ini dirancang khusus untuk mengurangi beban mental (exam fatigue) siswa.
Sebab di pelaksanaan TKA 2026 ini, sistem akan memberikan alokasi waktu pengerjaan yang lebih panjang serta variasi soal berbasis literasi dan numerasi yang lebih mendalam. ✍️⏰🧑🎓
Daftar Isi
Simak Perubahannya! Ini (angka) Perbedaan TKA SMA 2025 dan 2026

Di pembuka artikel, Mamikos sudah menyinggung bahwa TKA tahun 2026 ini agak berbeda dengan pelaksanaan TKA pada tahun 2025 silam. Apa saja yang menjadi pembeda TKA SMA 2025 dan 2026 bisa kamu simak di uraian Mamikos di sini.
Uraian lengkap dan mendalam mengenai transformasi atau perbedaan TKA SMA 2025 dan 2026 bisa disimak sebagai berikut:
Penjelasan Perbedaan TKA SMA 2025 dan 2026
Perubahan dan perbedaan TKA SMA 2025 dan 2026 memang dihadirkan oleh Kemendikbudristek (Pusmendik) guna mengakomodasi evaluasi pembelajaran yang lebih adil dan berfokus pada penalaran mendalam (HOTS), serta menjaga kondisi fisik dan mental peserta didik selama masa ujian berlangsung.
1. Perubahan Alur dan Struktur Pelaksanaan Harian
Salah satu perubahan dan perbedaan TKA SMA 2025 dan 2026 yang paling mendasar terletak pada fleksibilitas dan manajemen sesi pengerjaan ujiannya.
Format TKA Tahun 2025:
- Pelaksanaan dipadatkan hanya dalam waktu 2 Hari.
- Peserta harus mengerjakan beberapa mata pelajaran wajib sekaligus dalam satu sesi maraton. Hal ini sering kali menimbulkan kelelahan mental saat ujian, sehingga performa siswa pada mata pelajaran di akhir sesi cenderung menurun/tidak maksimal.
Format TKA Tahun 2026:
- Pelaksanaan diperluas menjadi 4 Hari.
- Konsepnya adalah 1 Hari = 1 Mata Pelajaran Wajib. Dengan hal ini, siswa dapat memfokuskan pikiran dan persiapan mereka untuk satu bidang studi saja setiap harinya sebelum menghadapi tes pilihan di hari terakhir.
2. Rincian Jumlah Soal dan Durasi Pengerjaan per Mata Pelajaran
Berikut ini merupakan rincian mendalam mengenai alokasi waktu dan jumlah soal di setiap sesi TKA 2026:
A. Hari Pertama: Bahasa Indonesia dan Survei Karakter
- Jumlah Soal: 30 Soal (Bahasa Indonesia) + Instrumen Survei Karakter.
- Durasi Pengerjaan: 75 Menit untuk Bahasa Indonesia + 25 Menit untuk Survei Karakter.
- Uraian Perubahan: Pada 2025, durasi pengerjaan mapel Bahasa Indonesia hanya sekitar 45 menit. Penambahan waktu menjadi 75 menit pada 2026 memberikan alokasi waktu rata-rata 2,5 menit per soal. Hal ini menyesuaikan dengan teks stimulus/bacaan yang secara umum panjang dan membutuhkan analisis wacana yang kritis.
B. Hari Kedua: Bahasa Inggris dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar)
- Jumlah Soal: 30 Soal (Bahasa Inggris) + Instrumen Sulingjar.
- Durasi Pengerjaan: 75 Menit untuk Bahasa Inggris + 25 Menit untuk Sulingjar.
- Uraian Perubahan: Waktu pengerjaan diperpanjang dari yang sebelumnya 45 menit menjadi 75 menit. Fokus soal lebih menekankan pada reading comprehension, analisis konteks, dan pemahaman implisit, sehingga siswa tidak terburu-buru saat membaca teks panjang.
C. Hari Ketiga: Matematika (Mapel Wajib)
- Jumlah Soal: 25 Soal (turun dari 30 soal pada 2025).
- Durasi Pengerjaan: 75 Menit (naik dari 50 menit pada 2025).
- Uraian Perubahan: Ini menjadi perubahan paling signifikan. Jumlah soal dikurangi sebanyak 5 soal, namun waktunya justru ditambah 25 menit. Dengan skema ini, siswa memiliki waktu hingga 3 menit per soal. Kebijakan tersebut diambil agar penilaian tidak lagi menguji kecepatan menghitung, melainkan pemahaman konsep matematika dasar, logika numerical, dan penyelesaian masalah (problem solving).
D. Hari Keempat: Dua Mata Pelajaran Pilihan
- Jumlah Soal: Masing-masing 25 Soal per mata pelajaran pilihan.
- Durasi Pengerjaan: 60 Menit per mata pelajaran pilihan (Total 120 Menit untuk 2 Mapel).
- Uraian Perubahan: Pilihan mata pelajaran disesuaikan dengan minat, bakat, serta program keahlian/jurusan lanjutan siswa (Saintek, Soshum, Bahasa, atau Kejuruan/SMK).
3. Ekosistem dan Variasi Mata Pelajaran Pilihan
- TKA 2025: Pilihan mata pelajaran terbatas pada skema umum SMA (sekitar 19 mata pelajaran seperti Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, dsb.).
- TKA 2026: Daftar mapel pilihan diperluas secara masif hingga 69 Mata Pelajaran. Hal ini mencakup mata pelajaran muatan lokal khusus, mata pelajaran keahlian vokasi/SMK, hingga bahasa asing spesifik, untuk memastikan kesetaraan bagi seluruh lini pendidikan menengah.
4. Perubahan Bentuk Soal dan Pendekatan Penilaian
- Lebih Sedikit Pilihan Ganda Konvensional: TKA tahun 2026 semakin meminimalkan soal bentuk pilihan ganda tunggal (A, B, C, D, E).
- Dominasi Soal Kompleks: Soal akan lebih banyak menggunakan bentuk Pilihan Ganda Kompleks (memilih lebih dari satu jawaban benar), Menjodohkan, dan Isian/Jawaban Singkat.
- Penggunaan Stimulus Kontekstual: Setiap butir soal akan diawali oleh stimulus berbasis data, grafik, tabel, atau artikel isu terkini untuk mengukur tingkat literasi dan numerasi tingkat tinggi.
Tambahan Lain Tentang Pelaksanaan TKA
Selain perubahan struktur jadwal, durasi, dan jumlah soal, ada beberapa hal krusial lain mengenai pelaksanaan TKA SMA 2026 yang penting untuk diketahui, di antaranya:
1. Fungsi dan Kedudukan Nilai TKA 2026
- Bukan Syarat Kelulusan Sekolah: TKA tidak menentukan lulus atau tidaknya seorang siswa. Kelulusan siswa sepenuhnya menjadi kewenangan sekolah berdasarkan penilain harian, rapor, dan kriteria sekolah.
- Pengganti/Pelengkap Asesmen Nasional (AN): TKA menjadi potret capaian akademik individu, sekaligus menyediakan data standar secara nasional untuk peta mutu pendidikan.
- Dipertimbangkan untuk Seleksi Masuk PTN: Nilai TKA dirancang memiliki kesetaraan standar nasional, sehingga beberapa PTN dan jalur seleksi nasional (seperti jalur prestasi/SNBP atau jalur mandiri) dapat menggunakannya sebagai acuan portofolio akademik siswa yang bersangkutan.
2. Ketentuan Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan
Linearitas Jurusan Kuliah / Karir: Karena pilihan mata pelajaran meluas hingga 69 mapel (termasuk mapel vokasi dan bahasa asing), maka siswa diimbau memilih 2 mapel pilihan yang sejalan dengan program studi perguruan tinggi yang ingin dituju.
Pemilihan mapel dilakukan saat pendaftaran TKA melalui sistem pendataan resmi sekolah (Dapodik/EMIS) dan secara umum tidak dapat diubah menjelang hari pelaksanaan ujian.
3. Ketentuan Teknis Pelaksanaan (Mode dan Perangkat)
Ujian nanti akan dilaksanakan secara digital menggunakan aplikasi khusus dari Pusmendik (mirip dengan sistem ANBK).
Untuk mapel Matematika, penggunaan kalkulator fisik tetap dilarang. Namun, pada beberapa tipe soal numerasi kompleks tertentu, aplikasi ujian dapat menyediakan kalkulator sederhana di dalam layar sistem (bergantung pada ketentuan butir soal).
4. Sistem Penilaian (Bukan Skor Minus)
Penilaian tidak lagi sekadar menghitung berapa jumlah soal yang benar, melainkan memperhitungkan bobot tingkat kesulitan tiap butir soal. Jawaban salah atau tidak diisi mendapat nilai 0 (tidak mengurangi nilai dari jawaban yang benar). Oleh karenanya, siswa disarankan tetap mengisi semua soal yang ada.
5. Tata Tertib dan Sesi Susulan
Bagi siswa yang sakit (harus dibuktikan dengan surat dokter resmi) atau mengalami kendala force majeure saat hari pengerjaan, pemerintah menyediakan jadwal TKA Susulan.
Sistem mencatat waktu pengerjaan per bagian. Jika waktu untuk satu mata pelajaran/komponen (misal: Bahasa Indonesia) selesai, maka sistem secara otomatis mengunci sesi tersebut dan berpindah ke instrumen berikutnya (misal: Survei Karakter).
Strategi dan Tips Belajar Untuk Menghadapi TKA 2026
Menghadapi TKA 2026 dengan format baru membutuhkan pergeseran strategi belajar. Kunci utamanya bukan lagi sekadar menghafal rumus cepat, melainkan daya analisis dan manajemen ketahanan fokus.
Berikut Mamikos jelaskan strategi dan tips belajar efektif yang disesuaikan khusus untuk karakteristik TKA 2026 yang bisa kamu ikuti:
A. Menggeser Metode Belajar
Dengan jumlah soal yang dikurangi (khususnya Matematika dari 30 menjadi 25 soal) dan durasi yang lebih panjang (75 menit), soal TKA 2026 didesain agar tidak bisa diselesaikan hanya dengan rumus instan.
Saat mempelajari suatu konsep (misalnya: Fungsi Kuadrat atau Hukum Newton), pelajari bagaimana konsep tersebut diterapkan dalam kehidupan nyata, bukan sekadar menghafal bentuk parameternya saja.
B. Menguasai Teknik Membaca Efektif untuk Soal Ber-stimulus
Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, maupun Soal Pilihan akan dipenuhi oleh grafik, tabel, infografis, dan wacana panjang.
Jangan langsung membaca seluruh teks dari awal sampai akhir. Baca pertanyaannya terlebih dahulu untuk mengetahui informasi apa yang dicari, lalu lakukan scanning pada teks/grafik untuk menemukan data yang relevan.
C. Beradaptasi dengan Variasi Bentuk Soal Non-Konvensional
TKA 2026 makin meminimalkan Pilihan Ganda Tunggal. Kamu harus terbiasa dengan format baru. Perhatikan instruksi format jawaban dengan cermat agar tidak kehilangan nilai akibat kesalahan format penulisan.
D. Latihan Simulasi Berbasis Waktu Baru (75 Menit)
Tak sedikit siswa terjebak dengan ritme lama yang tergesa-gesa atau justru terlalu santai karena merasa waktunya panjang. Oleh karenanya, alokasikan waktu rata-rata 2,5 menit per soal untuk Bahasa dan 3 menit per soal untuk Matematika.
Meskipun durasi per soal lebih panjang, tetap berlakukan aturan untuk melewati dulu soal yang sulit dan beralih ke soal yang lebih mudah. Karena tidak ada penalti jawaban salah, makanya kamu perlu memastikan tidak ada soal yang kosong saat waktu sesi habis.
E. Menjaga Stamina Mental untuk Format 4 Hari
Karena ujian diubah dari 2 hari menjadi 4 hari berturut-turut (1 mata pelajaran utama per hari), maka kunci sukses lainnya ada pada manajemen energi harian yaitu hindarilah menerapkan Sistem Kebut Semalam (SKS) dan lakukan Pola Reset Energi setiap hari.
Penutup
Dengan memahami perubahan dan perbedaan TKA SMA 2025 dan 2026 serta kesiapan dalam menerapkan strategi belajar yang tepat, kamu dapat menghadapi ujian dengan jauh lebih tenang dan terarah.
Kunci utamanya bukan lagi tentang seberapa cepat kamu menyelesaikan soal, melainkan seberapa dalam kamu memahami konsep dan teliti dalam menganalisis setiap masalah.
Manfaatkanlah alokasi waktu yang jauh lebih fleksibel ini untuk mengeksplorasi potensi terbaik dirimu, jaga kesehatan mental serta fisik selama marathon ujian empat hari, dan sambut TKA 2026 dengan persiapan yang lebih matang!
Referensi:
TKA SMA 2026: Jadwal, Materi, dan Bedanya dengan TKA 2025 [Daring]. Tautan: https://www.zenius.net/blog/tka-sma/
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya




