12 Pertanyaan Tersulit Sidang Skripsi dari Dosen Penguji yang Bisa Bikin Nangis

12 Pertanyaan Tersulit Sidang Skripsi dari Dosen Penguji yang Bisa Bikin Nangis – Empat tahun lamanya telah ditempuh untuk menyelesaikan semua mata kuliah. Akhirnya tibalah ujian terakhir yaitu sidang skripsi, sebuah prosesi untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah ditulis oleh para calon sarjana. Setelah berpusing-pusing ria menyusunnya, ternyata belum selesai bila belum sidang. Artikel ini membahas 12 pertanyaan sidang skripsi tersulit untuk mempersiapkan mental. Baca hingga akhir, ya!

Pertanyaan Tersulit Sidang Skripsi dari sang Dosen Penguji

Canva

Berikut ini kisi-kisi pertanyaan sidang skripsi tersulit yang akan kamu dapatkan dari dosen penguji:

1. Jelaskan alasan mengapa penelitian ini penting dilakukan!

Pertanyaan ini selalu muncul dalam sidang skripsi tapi anehnya masih dianggap pertanyaan sidang skripsi tersulit. Padahal, jawaban dari pertanyaan ini ada di bagian Pendahuluan atau lebih tepatnya pada sub bab Latar Belakang Masalah. Di sanalah tercantum alasan mengapa penelitian akhirnya dilakukan.

Tips menjawab pertanyaan ini

Ini adalah pertanyaan pertamamu. Bila masih merasa lelah karena telah melakukan presentasi, jawablah dengan santai dan tidak perlu tergesa-gesa. Jelaskan apa yang menjadi kekhawatiran sehingga kamu melakukan penelitian ini.

2. Jelaskan alasan mengapa kamu memilih judul penelitian ini!

Sama seperti pertanyaan pertama, jawaban dari pertanyaan ini ada di bab pertama. Di bagian akhir Latar Belakang Masalah yang merupakan kesimpulan mengapa satu judul diambil.

Tips menjawab pertanyaan ini

Jawablah dengan pertama kali mengungkapkan isu yang ingin diteliti. Kemudian teori yang digunakan dan objek apa yang diteliti. Ketiga komponen itulah yang membentuk judul penelitian.

3. Jelaskan alasan menggunakan teori ini dibandingkan teori lain!

Dalam setiap penelitian tentu ada teori yang menjadi dasar melakukan penelitian. Pertanyaan ini dianggap sulit karena kebanyakan mereka yang sidang merasa tertekan dengan keharusan menjelaskan teori-teori secara rinci. Padahal, menerangkan perbedaan teori yang dipakai dengan yang lainnya secara garis besar sudahlah cukup.

Tips menjawab pertanyaan ini

Jawaban untuk pertanyaan ini bervariasi. Tergantung dari alasanmu mengapa pada awalnya memilih menggunakan teori satu dibandingkan yang lain. 

4. Bagaimana cara kamu mendapatkan data?

Jawaban untuk pertanyaan ini tergantung dari penelitian jenis apa yang dilakukan. Apakah itu kuantitatif atau kualitatif. Kuantitatif biasanya harus mengadakan observasi seperti survey pada subjek yang diteliti. Sementara kualitatif bisa lebih sederhana hanya dengan membaca dan studi pustaka.

Tips menjawab pertanyaan ini

Jelaskan secara rinci langkah-langkah kamu bisa mendapatkan data yang telah diteliti. Jawaban ini bisa memperlihatkan bahwa kamu benar-benar mengikuti semua prosesnya secara bersungguh-sungguh.

5. Mengapa kamu memilih sumber-sumber bacaan ini? Coba terangkan apa yang kamu baca?

Saat menyusun skripsi, memiliki sumber bacaan yang kredibel amatlah penting. Maka dari itu akan ada banyak jurnal yang perlu kamu baca. Jelaskanlah apa yang kamu baca dengan baik.

Tips menjawab pertanyaan ini

Jawablah alasan mengapa bacaan-bacaan pendukung kamu baca. Untuk selebihnya jelaskan pula apa yang telah kamu pahami dari bacaan-bacaan tersebut dan apa pengaruhnya terhadap penelitianmu.

6. Jelaskan posisi penelitian yang dilakukan?

Setiap penelitian harus memiliki pembeda dari penelitian-penelitian lainnya. Hal ini berlanjut pada fungsi dari penelitian yang kamu lakukan bagi sebuah keilmuan. Nilai unik dari penelitianmu adalah jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini.

Tips menjawab pertanyaan ini

Terangkanlah hal unik dari penelitian yang kamu lakukan. Hal tersebut bisa bahwa penelitianmu tidak pernah dilakukan sebelumnya, penelitianmu melengkapi satu penelitian, atau penelitianmu menggunakan teori yang berbeda dari peneliti-peneliti sebelumnya.

7. Apa rumusan masalah penelitian yang diajukan?

Jawaban dari pertanyaan ini ada pada bab pertama. Biasanya ada 2 atau 3 rumusan masalah yang merupakan pertanyaan. Pertanyaan inilah yang harus dijawab sebuah penelitian. Rumusan masalah membantu peneliti untuk fokus akan apa saja yang perlu ditelaahnya.

Tips menjawab pertanyaan ini

Kamu yang melakukan penelitian, tentu mestinya kamu ingat apa saja yang telah diteliti. Semuanya tersederhanakan dalam rumusan masalah penelitian. 

8. Tujuan dilakukannya penelitian?

Pertanyaan ini amat berkaitan erat dengan poin sebelumnya. Rumusan masalah yang telah tercipta akan menjadi tujuan dari penelitian. Maka dari itu, tujuan penelitian tidak boleh melenceng dari rumusan masalah yang telah dibuat. Bila rumusan masalah disajikan dalam bentuk pertanyaan, tujuan penelitian tertulis dalam bentuk frasa hal yang akan dilakukan dalam penelitian.

Tips menjawab pertanyaan ini

Jawaban dari pertanyaan ini amat berkaitan erat dengan pertanyaan rumusan masalah. Jumlah rumusan masalah dan tujuan masalah haruslah konsisten. Akan disebut gagal namanya bila rumusan masalah ada 3, tapi tujuannya ada 2.

9. Sebutkan keterbatasan penelitian yang dilakukan!

Ingat bahwa satu penelitian berjalan tergantung kondisi dari komponen-komponen penelitian. Keterbatasan di sini bukan keterbatasan dari peneliti tapi dari hal-hal pendukung semisal waktu, energi dan juga biaya.

Tips menjawab pertanyaan ini

Sebutkan saja apa kekurangan atau keterbatasan yang menjadi kendala penelitian. Misal kamu terkendala waktu, akses ke satu jurnal, atau pun biaya. Ungkapkanlah secara terperinci.

10. Jelaskan kerangka berpikir penelitian yang dilakukan!

Pertanyaan ini akan mengukur seberapa bulat ide dari penelitian yang kamu lakukan. Selain itu juga dapat mengukur logika seperti apa yang dilakukan untuk melakukan penelitian. Untuk lebih gampang, kerangka berpikir bisa juga disajikan dalam bentuk diagram.

Tips menjawab pertanyaan ini

Sebaiknya kamu menguasai alur berpikir dari munculnya fenomena hingga rumusan masalah. Ungkapkan juga teori-teori yang mendukung penelitian. Secara garis besar kerangka penelitian terdiri dari Pendahuluan, Tinjauan Literasi, Metodologi, Temuan, dan Kesimpulan.

11. Jadi apa kesimpulan yang kamu dapatkan dari penelitian ini?

Bagian terakhir dari pertanyaan tersulit sidang skripsi adalah kesimpulan. Setelah ditanya banyak hal biasanya keadaan mental yang diuji sudah tidak fit seperti di awal sidang. Maka dari itu, meski hanya tinggal mengungkapkan kesimpulan, para mahasiswa kesulitan menjawabnya.

Tips menjawab pertanyaan ini

Kesimpulan adalah jawaban dari rumusan masalah. Begitu sederhananya. Ungkapkan bagaimana rumusan masalah yang merupakan pertanyaan dapat terjawab pada akhir penelitian.

12. Pertanyaan yang merupakan kelanjutan dari pertanyaan sebelumnya.

Saat kamu kesulitan menjawab satu pertanyaan, biasanya dosen penguji akan mengajukan pertanyaan lain. Pertanyaan ini diajukan sebagai pengganti pertanyaan sebelumnya bila dirasa sulit dipahami. Selain itu, pertanyaan tambahan diajukan pula untuk menggali seberapa menguasainya mahasiswa akan penelitian yang telah dilakukannya.

Tips menjawab pertanyaan ini

Jawaban dari pertanyaan lanjutan biasanya terbilang sederhana karena penguji hanya ingin mendapatkan jawaban yang mereka cari. Namun, karena keterbatasan pemahaman akan pertanyaan dari yang diuji, muncullah pertanyaan lanjutan untuk menggali jawaban yang diperlukan.

Itulah 12 pertanyaan tersulit sidang skripsi yang biasa diajukan oleh tim dosen penguji. Takaran sulit dalam hal ini bersifat subjektif tergantung seberapa pemahamanmu akan apa yang kamu teliti dan penguasaan akan mata kuliah research methodology. Satu, hal yang pasti pertanyaan sidang skripsi tidak akan jauh dari apa yang kamu bahas. Maka dari itu mutlak untuk jawabannya pun pastinya harus erat kaitannya dengan apa yang telah kamu teliti.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta