Ringkasan Materi Listrik Statis Kelas 12 SMA dan Penjelasannya
Listrik statis adalah fenomena yang terjadi ketika partikel bermuatan dialihkan dari satu benda ke benda lain. Simak ulasan lengkapnya di sini.
Di sekitar inti atom, terdapat kulit atom yang terdiri dari partikel-partikel bermuatan negatif yang disebut elektron.
Namun, mengapa ada benda yang memiliki muatan negatif dan ada yang positif?
Pada dasarnya, atom memiliki muatan netral. Namun, muatan atom dapat berubah menjadi positif atau negatif apabila terjadi perpindahan elektron.
Sebuah atom dianggap netral jika jumlah proton dan elektron di dalamnya sama. Ketika jumlah proton lebih banyak daripada jumlah elektron, atom dianggap bermuatan positif.
Sebaliknya, jika jumlah proton lebih sedikit daripada jumlah elektron, atom dianggap bermuatan negatif.
Rumus Listrik Statis
Gaya listrik yang terjadi antara dua benda yang bermuatan, dengan mempertimbangkan jarak antara keduanya, dikenal sebagai gaya Coulomb.
Muatan-muatan yang memiliki jenis yang berbeda akan saling tarik-menarik, sementara muatan yang memiliki jenis yang sama akan saling tolak-menolak.
Oleh karena itu, magnitudo gaya tarik-menarik atau tolak-menolak dapat dihitung menggunakan rumus:
F =
Keterangan:
F = gaya coulomb (N)
k = koefisien (9 x 109 Nm2/C2)
r = jarak antar muatan (m)
q1dan q2 = muatan masing-masing partikel (C)
Medan Listrik
Jadi, medan listrik adalah wilayah di sekitar partikel yang memiliki muatan listrik yang masih merasakan pengaruh gaya listrik (Gaya Coulomb). Artinya, suatu muatan dapat menciptakan medan listrik di sekitarnya.
Visualisasi medan listrik dapat direpresentasikan melalui diagram yang menunjukkan pola medan listrik di sekitar muatan tersebut.
Dalam konteks muatan positif, arah medan listrik cenderung menjauhi muatan sumber, sedangkan dalam konteks muatan negatif, arah medan listrik cenderung menuju ke arah muatan sumber.
Muatan yang menghasilkan medan listrik disebut sebagai muatan sumber, sementara muatan lain yang ditempatkan di dalam pengaruh medan listrik dari muatan sumber tersebut disebut sebagai muatan uji.
Rumus untuk menghitung kuat medan listrik adalah sebagai berikut:
E =
Keterangan:
E = kuat medan listrik (N/C)
F = gaya coulomb (N)
q = besar muatan uji (C)
Potensial Listrik
Potensial listrik merujuk pada jumlah usaha yang diperlukan per satuan muatan untuk memindahkan muatan tersebut dari satu titik ke titik lainnya dalam medan listrik.
Besar potensial listrik di suatu titik dapat dihitung dengan menggunakan rumus potensial listrik, yang menggambarkan energi per satuan muatan pada titik tersebut.
V = k
Keterangan:
V = potensial listrik ( volt)
Q = muatan sumber (C)
k = koefisien (9 x 109 Nm2/C2)
r = jarak terhadap sumber muatan (m)
Halaman:

