Ringkasan Materi Matematika Kelas 6 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka
Tentunya ada cukup banyak materi pelajaran matematika yang harus untuk dipelajari oleh siswa kelas 6 SD. Nah, kamu bisa temukan rangkuman materi matematika kelas 6 SD dalam artikel ini.
Matematika kerap dianggap menjadi salah satu mata pelajaran yang menyeramkan bagi sebagian siswa.
Untuk bisa menguasai materi matematika, tentunya kamu harus giat belajar baik di sekolah maupun saat di rumah.
Bagi kamu yang sekarang duduk di bangku kelas 6 SD, Mamikos sudah rangkumkan kamu mengenai materi Matematika kelas 6 yang akan kamu pelajari. 📖😊✨
Daftar Isi
Berikut Ringkasan Materi Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka

Sedari bangku sekolah dasar, matematika menjadi salah satu mata pelajaran wajib yang perlu dipelajari oleh seluruh siswa.
Lewat mata pelajaran matematika di sekolah dasar, siswa diharapkan bisa memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerja sama.
Tentunya ada cukup banyak materi pelajaran matematika yang harus untuk dipelajari oleh siswa kelas 6 SD.
Nah, rangkuman materi matematika berikut ini sudah dirangkum dari berbagai sumber untuk memenuhi kebutuhanmu dalam belajar matematika secara mandiri.
Rangkuman Materi Bilangan Bulat Kelas 6 SD
Dalam pelajaran Matematika, tentunya kamu sudah tidak asing lagi bukan dengan istilah bilangan? Nah, bilangan ini adalah suatu konsep matematika yang memberikan nilai jumlah terhadap sesuatu yang dihitung.
Di bangku kelas 6, kamu akan diajak untuk memperdalam materi operasi penghitungan bilangan bulat.
Pengertian Bilangan Bulat
Bilangan bulat adalah bilangan penuh yang terbagi menjadi bilangan bulat positif dan negatif.
Bilangan bulat positif bernilai positif dan biasanya berada di sebelah kanan dari angka nol di garis bilangan. Contoh bilangan positif seperti 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, dan seterusnya.
Sementara bilangan bulat negatif terdapat di sebelah kiri dari angka nol pada garis bilangan. Contohnya -1,-2,-3,-4,-5,-6,-7,-8,-9,-10, dan seterusnya.
Perbedaan antara bilangan bulat positif dan negatif adalah nilai bilangan bergantung posisi angka.
Cara Menghitung Bilangan Bulat
Penjumlahan
Cara menghitung penjumlahan bilangan bulat dibagi menjadi tiga, yaitu:
1. Penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan positif, maka hasilnya bilangan bulat positif. Contoh: 5+6= 11.
2. Penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif, hasilnya bilangan bulat negatif. Contoh: (-10) + (-9) = -19.
3. Penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif atau sebaliknya hasilnya, sebagai berikut:
- Bilangan bulat negatif jika angka bilangan bulat negatif lebih besar dari bilangan bulat positif. Contoh: (-10) + 5 = -5.
- Bilangan bulat positif jika angka bilangan bulat negatif lebih kecil dari bilangan bulat positif. Contoh: (-4) + 6 = 2.
- Bilangan nol jika angka bilangan bulat negatif sama dengan bilangan bulat positif. Contoh: (-7) + 7 = 0.
Pengurangan
Cara menghitung pengurangan, yaitu:
1. Pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif, hasilnya adalah:
- Bilangan bulat positif jika angka bilangan bulat positif yang dikurangi lebih besar dari angka bilangan bulat positif yang mengurangi. Contoh: 4 – 3 = 1
- Bilangan bulat negatif jika angka bilangan bulat positif yang dikurangi lebih kecil dari angka bilangan bulat positif yang mengurangi. Contoh: 9 – 8 = -1.
- Bilangan nol jika angka bilangan bulat positif yang dikurangi sama dengan angka bilangan
- Bilangan bulat positif yang mengurangi. Contoh: 5 – 5 = 0.
2. Pengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif, hasilnya:
Bilangan bulat positif jika angka bilangan bulat negatif yang dikurangi lebih kecil dari angka bilangan bulat negatif yang mengurangi. Contoh: (-4) – (-6) = 2.
Bilangan bulat negatif jika angka bilangan bulat negatif yang dikurangi lebih besar dari angka bilangan bulat negatif yang mengurangi. Contoh: (-13) – (-10) = -3.
Bilangan nol jika angka bilangan bulat negatif yang dikurangi sama dengan angka bilangan bulat negatif yang mengurangi. Contoh: (-2) – (-2) = 0.
3. Pengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif, hasilnya selalu bilangan bulat negatif. Contoh: (-6) – 6 = -12
4. Pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, hasilnya selalu bilangan bulat positif. Contoh: 7 – (-5) = 12.
Rangkuman Materi Operasi Hitung Kelas 6 SD
Dalam matematika, operasi hitung bilangan mempunyai berbagai macam jenis yang umumnya kita gunakan dalam kegiatan berhitung, baik saat belajar maupun dalam kegiatan sehari-hari.
Pengertian Operasi Hitung
Operasi hitung bilangan adalah salah satu kegiatan yang melibatkan penjumlahan, pengurangan, pembagian dan perkalian dalam perhitungan susunan angka atau bilangan.
Macam-macam Operasi Hitung
Dalam matematika terdapat beberapa macam operasi hitung bilangan bulat, antara lain:
- Penjumlahan: menggabungkan atau menjumlahkan dua atau lebih bilangan sehingga menjadi bilangan baru
- Pengurangan: mengambil sejumlah bilangan dari bilangan tertentu sehingga jumlah bilangannya berkurang
- Perkalian: penjumlahan yang berulang. Perkalian juga dapat diartikan dengan menjumlahkan bilangan yang sama sebanyak bilangan pengali
- Pembagian: pengurangan yang berulang, pembagian juga dapat diartikan dengan membagi suatu bilangan dalam beberapa kelompok dengan jumlah yang sama.
Operasi Hitung Campuran
Selain operasi hitung yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat pula jenis operasi hitung campuran yang biasanya digunakan dalam pelajaran matematika.
Dalam sebuah operasi hitung bilangan campuran, kita dapat menemukan beragam jenis operasi hitung dalam satu soal. Contohnya seperti penjumlahan, perkalian dan pembagian dalam satu soal.
Menghitung dengan operasi hitung campuran perlu memperhatikan empat kaidah yang penting, antara lain:
- Jika dalam operasi hitung terdapat penjumlahan dan pengurangan, maka kerjakan terlebih dahulu operasi hitung sebelah kiri
- Jika dalam operasi hitung terdapat perkalian dan pembagian, maka kerjakan terlebih dahulu operasi hitung sebelah kiri
- Jika dalam operasi hitung terdapat penjumlahan atau pengurangan dan perkalian atau pembagian, maka kerjakan terlebih dahulu perkalian atau pembagian
- Jika terdapat operasi hitung dalam tanda kurung, maka kerjakan terlebih dahulu operasi hitung dalam tanda kurung tersebut
Rangkuman Materi Lingkaran Kelas 6 SD
Dalam pelajaran matematika kelas 6 SD siswa juga akan mempelajari materi bangun datar, yakni lingkaran. Salah satu yang dipelajari adalah menghitung keliling dan luas setengah lingkaran.
Pengertian Lingkaran
Lingkaran adalah suatu bentuk bangun datar yang disusun oleh sekumpulan titik-titik yang memiliki jarak yang sama terhadap satu titik tertentu.
Rumus Keliling Lingkaran
Keliling lingkaran adalah jarak dari suatu titik pada lingkaran dalam satu putaran hingga kembali ke titik semula. Menghitung keliling lingkaran sama seperti menghitung seluruh tepian suatu lingkaran.
Berikut ini rumus keliling lingkaran:
K = π x d atau K = 2 x π x r
Rumus Luas Setengah Lingkaran
Setelah mengetahui dasar dari rumus lingkaran, lalu bagaimana rumus mencari setengah lingkaran?
Berikut ini rumus luas setengah lingkaran:
K= 1/2 x π x d
Rangkuman Materi Luas dan Volume Bangun Ruang Kelas 6 SD
Dalam bab ini, siswa akan diajak untuk mengetahui rumus volume dan luas permukaan pada masing-masing bangun ruang. Siswa juga akan berlatih soal rumus bangun ruang sekaligus ulasannya.
Kubus
Kubus adalah bangun ruang dengan sisi (s) yang seluruhnya sama panjang. Jika rumus volume adalah luas permukaan dikali tinggi, maka rumus volume kubus adalah sisi x sisi x sisi. Rumusnya menjadi seperti ini:
V = s x s x s atau V = s³
Sedangkan rumus luas permukaan kubus, yaitu menambahkan seluruh luas masing-masing sisi.
Karena permukaan kubus seluruhnya adalah persegi yang berjumlah 6, maka luas permukaan kubus adalah luas persegi dikali 6. Berikut rumusnya:
L = 6 x (s x s)
Balok
Balok hampir mirip dengan kubus, namun terdiri dari persegi panjang. Karena alasnya persegi panjang maka volumenya adalah panjang (p) kali lebar (l) kali tinggi (t). Berikut rumusnya:
V = p x l x t
Sementara luas permukaannya, yaitu menjumlahkan seluruh sisi. Balok memiliki alas dan atap yang sama luas, sisi depan dan belakang sama luas, serta sisi kanan dan kiri yang sama luas.
Maka rumusnya sebagai berikut:
L = (2 x p x l) + (2 x p x t) + (2 x l x t) atau bisa juga L = 2 x [(p x l) + (p x t) + (l x t)]
Prisma
Prisma adalah sebutan umum untuk bangun ruang yang memiliki alas dan atap yang sama luas. Kubus dan balok pun termasuk prisma segi empat.
Prisma bisa bermacam-macam sesuai bentuk alas dan atapnya. Misalnya prisma segitiga, maka alas dan atapnya berbentuk segitiga.
Meskipun begitu, rumus volumenya akan tetap sama, yakni luas alas dikali tinggi. Jika alas berbentuk segitiga, maka luas alasnya adalah ½ dari panjang kali lebar.
Untuk menghitung volume maka bisa dikali dengan tinggi. Berikut rumusnya:
V = ½ x p x l x t
Sedangkan, rumus luas permukaannya juga mirip dengan kubus dan balok. Tinggal menyesuaikan saja jumlah sisinya. Sebab jumlah sisi akan berbeda tergantung bentuk alas dan atapnya.
Jika berbentuk prisma segitiga, maka alas dan atap sama luasnya. Kemudian ditambah luas masing-masing sisi selimut. Tambahkan seluruhnya untuk menghitung luas permukaannya.
Akan menjadi mudah jika alasnya berbentuk segitiga sama sisi, karena ketiga sisi selimutnya akan sama luas. Namun jika segitiga ini memiliki sisi yang berbeda-beda, maka luas sisi selimut harus dihitung satu per satu.
Berikut rumusnya jika berbentuk prisma segitiga sama sisi:
L = (2 x luas alas) + [3 x (s x t)]
Tabung
Rumus volume tabung juga mirip prisma, namun luas alasnya diganti dengan rumus luas lingkaran, yaitu pi (π) dikali jari-jari (r) kuadrat. Rumusnya volumenya menjadi seperti ini:
V = π × r² × t
Pi (π) bisa berbentuk 22/7 jika jari-jarinya kelipatan 7. Jika bukan kelipatan 7, maka menggunakan 3,14.
Sedangkan rumus luas permukaannya, yaitu menghitung alas dan atap yang sama luas, ditambah dengan luas selimut yang berbentuk persegi panjang. Rumusnya menjadi seperti ini:
L = [2 x luas lingkaran] + (keliling lingkaran x tinggi)
L = [2 x (π × r²)] + [(π × 2r) x t]
L = (2 x π × r²) + (π × 2r x t)
Atau rumus singkatnya sebagai berikut:
L = 2 x π x r x (r + t)
Limas
Limas adalah bangun ruang beratap lancip. Maka untuk menghitung volumenya ialah dengan mengalikan luas alas dengan tinggi kemudian dibagi tiga. Rumusnya sebagai berikut:
V = ⅓ x L alas x t
Sementara luas permukaannya adalah menambah luas alas dengan luas masing-masing sisi permukaan selimut. Tentu ini sangat bergantung dengan bentuk alasnya.
Berikut rumus luas permukaan limas secara umum:
L permukaan = L alas + L tiap permukaan sisi
Penutup
Nah, itulah rangkuman materi matematika kelas 6 SD kurikulum merdeka semester 1 dan semester 2 yang bisa Mamikos bagikan.📖😊✨
Semoga rangkuman materi di atas bisa bermanfaat untuk kamu mempelajari matematika secara mandiri di rumah, ya.
Buat kamu masih ingin mengulik lebih banyak informasi seputar rangkuman materi mata pelajaran lainnya, kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya









